Selamat Jalan,Pak Ta’min….

Kabar duka beredar siang tadi pukul 10.40 wib. Saya baca berita duka bahwa Pak Ta’minuddin meninggal dunia dari milis SMAKBO. Kabar duka itu pun langsung direspon dengan cepat oleh member milis yang semuanya adalah alumni SMAKBO. Begitu juga di milis pengurus HASKA (ikatan alumni SMAKBO). Yang menggetarkan hati adalah,beliau wafat ketika selesai berwudhu. Subhanallah…

Pun,ketika saya melayat & ikut mengantar jenazah almarhum ke kubur,begitu banyak pelayat yang datang. Semua yang hadir merasa tidak percaya bahwa beliau sudah pergi untuk selamanya. Terlihat jelas,bahwa beliau begitu disayangi,disegani & dihormati oleh banyak orang. Rekan,keluarga,murid.

Pak Ta’minuddin menjabat sebagai kepala SMAKBO periode 1999-2004. Tahun 2003,ketika saya masuk SMAKBO sebagai angkatan 49,beliau menjabat sebagai Kepala Sekolah. Sosok yang bersahaja,sederhana,lembut,pengertian & pemaaf. Yang luar biasa adalah,beliau sangat sangat care sama murid-muridnya. Beliau mengedepankan kenyamanan bagi murid-murid di sekolah. Tanpa segan mengajak ngobrol muridnya menanyakan bagaimana sekolah,pelajaran,sampai keluarga.

Selamat jalan pak…jasa,kebaikan,kenangan & semua ajaran mu tetap tersimpan dalam sanubari kami. May Allah SWT blessed you.

Posted with WordPress for BlackBerry.

I’m Not a Wonder Woman

Ada kalimat bijak bilang “nikmati sehat mu sebelum datang sakit mu”. Itu bener adanya. Karena ketika sakit itu datang, kita akan merasa sangat tidak berdaya.

Sebenernya badanku sudah ‘teriak’ minta istirahat dari hampir 3 minggu lalu. Tapi aku ngerasa masih kuat. Jadi yaaa sugesti kuat itu bikin hayu ajah.

Kamis minggu kemarin sebenernya sudah mulai kena gejala flu. Migrain attack mulai sering dateng. Tapi karena masih ada tanggung jawab buat ke Bogor dalam rangka tugas HASKA (himpunan alumni sekolah kimia analisis) di konser Daniel Sahuleka,jadi sedikit nekad.

Jumat sore pulang kerja langsung ke Bogor & sibuk sampe jam 11 malem. Sabtu paginya langsung standby di venue & sibuk sampe after concert jam 12 malem. Minggu pagi pulang ke Bekasi. Istirahat sebentar,jam 2 lanjut rapat sama temen-temen SeBUAI.

Hmmmm….senin sore,akhirnya harus menyerah. Setelah 2 hari badanku melampaui batas kekuatannya,sore pulang kerja aku langsung koleps. Demam. Flu berat. Tensi rendah. Paket komplit deh.

Sekarang,lagi nunggu diperiksa dokter. Semoga ngga kenapa-kenapa. Dan sebelnya,kalo lagi ngga berdaya gini adalah…I need someone beside me… :( I need him.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Daniel Sahuleka in Concert

Dear All – “Colourful Night with Daniel Sahuleka in Buitenzorg” concert will take place; Saturday 15th January 2011, Bukit Gumati Convention Hall, Batutulis Bogor, 8-11pm. VIP 500k, Regular 250k, and Festival 100k – LIMITED SEATING CAPACITY. Come and join this happy hour together with your spouse and love ones. Book through me soonest so you will not run out of seating place…

Wanna Join?Call Me yaaaa :)

Posted with WordPress for BlackBerry.

.: Story of Bogor :. Part 2

Kalau di cerita sebelumnya aku udah ngebahas asal mula aku terdampar di bogor & gimana seluk beluk kehidupan ku selama 4 tahun sebagai siswi SMAKBO, di part ke-2 ini aku mau nunjukin tempat – tempat yang jadi ‘daerah jajahan’ ku atau lebih tepatnya, tempat – tempat yang biasa aku datengin. Aku bukan tipe orang yang seneng berkelana, selain karena emang ngga gitu hobi ngebolang (waktu itu….), waktu ku juga ngga mengijinkan untuk itu.

Mari kita mulai perjalanan menelusuri Kota Bogor versi aku. Dari Bekasi, aku biasanya naik Bis dari terminal Bekasi. Tempat duduk favorit ku itu bangku 2 deret ke 2 dari depan,pojok deket jendela. Ongkos bis Bekasi – Bogor waktu itu masih Rp 6500, terus naik jadi Rp 8000 dan sampai terakhir itu Rp 9500 (sekarang malah udah Rp 11500).

Perjalanan Bogor – Bekasi biasanya sekitar 1,5 sampai 2 jam. Lalu akan terlihat sekali Pintu Gerbang Tol Bogor. Langsung deh udara sejuk menyapa (sebenernya ngga akan kerasa juga, wong Bis-nya AC). Keluar pintu Tol, langsung di sambut Bilboard gede yang gambarnya produk Mi (waktu itu loh ya…) dengan menyelipkan tulisan Terminal Baranangsiang Bogor. Continue reading

.: Story of Bogor :. Part 1

Bogor?Yah Bogor. Kenapa Bogor yang aku angkat jadi tema tulisan kali ini? Karena Bogor adalah salah satu historical city for me. Aku lahir di Bogor, 22 tahun silam. Ngga lama memang,karena umur 40 hari aku dibawa pulang ke Bekasi. Tapi Nenek, tante, om, dan sepupu ku ada disana. Walaupun darah Sundanese begitu kental di tubuhku, aku yaa hehehehe kurang fasih kalau diajak ngomong pake bahasa sunda. Sedikit – sedikit sih bisa.

Banyak hal terjadi bertahun – tahun kemudian di Bogor. Dulu sih mungkin sebulan 2 kali aku ke Bogor buat nengok Nenek atau yang biasa aku panggil Nini. Waktu lebaran adalah saat yang ditunggu – tunggu buat pulang kampung ke Bogor (atau ngungsi lebih tepatnya). Udaranya yang segar, airnya yang dingin jadi sensasi tersendiri buat ku kala itu.

Tepat tahun 2003 pertengahan, Mama mendaftarkan aku di sebuah Sekolah Kejuruan Analis Kimia yang namanya Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor (SMAKBO) setelah aku lulus SMP. Awalnya ngga mau, karena belum pernah kepikiran untuk tinggal jauh dari orang tua. Tapi takdir berkata lain. Aku diterima di sekolah itu. Mama seneng bukan main, karena secara beliau juga lulusan dari SMAKBO tahun 1983. Dan awal Juli 2003, resmilah aku hijrah ke Kota Hujan ini. Continue reading