Our 1st Year Great Journey

image

Tepat 1 tahun. Memang masih belum apa-apa. Tapi kami melewati begitu banyak cerita dan episode yang menakjubkan dalam perjalanan 1 tahun ini. This is our great journey.

Cerita kami memang ngga mudah. Tapi bukan berarti ngga indah. Perbedaan latar belakang,gaya hidup dan lingkungan adalah hal paling mencolok buat kami. Ketika diawal hubungan banyak pihak yang ‘mengerutkan dahi’,ngga sedikit juga orang-orang yang meremehkan,bahkan sampai akhirnya ‘lampu merah’ dari orang tua ku saat kami mengajukan diri meminta ijin untuk menikah.

Mungkin bisa dibilang,setelah kegagalan dengan ex ku yang 8 tahun pacaran dan hampir menikah di 2008,baru dengan yang ini aku menjalin hubungan serius. Dan mungkin juga karena aku ada dalam fase ‘menuju dewasa’,jadi hubungan ini terasa berbeda. It’s not about just having fun.

Kedekatan yang berawal dari pertemanan,hobi ngopi,sama-sama insomniers. Dunia kami yang berbeda membuat cerita makin berwarna. Bagaimana seorang aku,yang bisa dibilang seperti orang kebanyakan,ketemu dengan dia yang seorang musisi,nyentrik,nyeleneh dan cuek. Perbedaan usia yang hampir 10 tahun juga bikin cerita kami jadi unik.

Aku si bawel yang heboh dan manja ketemu dengan orang yang dewasa,cuek,nyentrik. Tapi kata temen-temen kami,kalo udah ketemu,kombinasi ini bikin heboh panggung pertunjukan. Karena kami memang sering becanda dan bikin kegilaan.

I wish nothing but the best for us. Semoga ‘lampu merah’nya bisa segera mungkin jadi ‘lampu hijau’.


***
Posted from WordPress for Android

Him……

Let me introduce him. The man with the guitar in his hand. Yes he is. Mr Guitarist.

Rasanya terlalu panjang dan banyak part-nya kalau cerita tentang dia. Apapun sebutannya. Mr Guitarist. Mas Rockstar. Pakde. Ayang. Apapun. It’s all about him.

Seseorang yang hampir satu tahun ini nemenin hari-hari ku. Mengajari banyak hal. Berbagi. Mengisi. Mengingatkan. Bersenang-senang. Mengadu. Berkeluh kesah.

Dia. Teman. Sahabat. Buku diary. Supir pribadi. Ojek pribadi. Konsultan. Partner. Yang pasti,lelaki yang baik & bertanggung jawab.

Ketika awal pertemuan,ga ada sama sekali terlintas pikiran kalau suatu saat nanti,aku akan suka sama orang ini. Atau paling ngga menaruh sedikit rasa. Ngga sama sekali. Cukup tau kalau dia musisi. Dengan rambutnya yang gondrong dan penampilannya yang cuek. Itu saja.

Intensitas komunikasi yang cukup tinggi,dari hanya sekedar BBM-an,sms-an,telepon,sampai jalan bareng (paling sering sih buat ngopi) bikin aku lebih tau tentang dia.

Menakjubkan. Cerdas. Wawasannya luas. Lucu. Selera humornya bagus. Dan yang pasti,dia mengajari ku untuk selalu positive thinking dan ngga perlu memusingkan sesuatu yang belum pasti adanya. Hidupnya mengalir. Tapi dia punya prinsip yang kuat.

Hampir setahun ini aku nyaris ngga pernah menuliskan tentang dia dalam banyak kata. Nyaris ngga bisa mengungkapkan apa-apa tentangnya lewat tulisan. Dan sekarang aku ingin.

I want the world know that i have someone special. Him. Who always makes my world so colorful. He means a lot for me.

“When i see you smile,i can face the world…you know i can do anything….” – Bad English

Berhenti di kamu

Iya,kayak judul lagunya Anji. Sebenernya udah dari lama suka sama lagu itu. Suka sama lirik dan musiknya. Tapi ga tau kenapa seminggu belakangan makin keranjingan lagu itu. Ngerasa kok daleemm bener. Ngena dihati.

Dan yah,kenangan itu memang indah. Ngga akan gampang buat hilang. Tapi ngga boleh terjebak sama kenangan. Cukup dinikmati sesaat.

Berhenti di kamu. Seharusnya sih ngga boleh. Artinya ngga move on donk. Iya kalo ngga bertepuk sebelah tangan. Lah kalo bertepuk sebelah tangan,kesian donk….berhenti aja gitu ga kemana-mana. Sementara yang ditujunya udah melanglangbuana entah kemana.

Posted from WordPress for Android

Mantan pacar,bukan calon suami.

Mantan pacar.
Artinya orang yang pernah jadi pacar.
Pacar.
Orang yang pernah begitu dekatnya. Mengisi kehidupan dan cerita kita.
Kalau sudah jadi mantan pacar,artinya sudah ngga bareng lagi. Cerita yang udah pernah terjadi hanya sejarah,bagian dari masa lalu. Indah. Tapi udah lewat.

Calon suami.
Orang yang akan mendampingi kita di kehidupan yang akan datang. Belum pasti memang. Namanya juga baru jadi calon. Kalau udah ijan qabul,dan dinyatakan sah,ya statusnya meningkat jadi suami.

Mantan pacar bukan calon suami. Ya iyalah. Kan mantan pacar udah putus. Udah ngga ada hubungan lagi. Lain cerita kalau mantan pacar,balikan atau nyambung lagi terus nikah ya.

Nah,yang bikin repot dan menguras emosi adalah,ketika mantan pacar itu punya cerita yang waktunya lamaaaaa banget,sampai ada rencana untuk ke level lebih tinggi,eh terus putus. Udah gitu,si mantan ini punya kriteria dan spesifikasi calon mantu yang nyaria sempurna dimata orang tua dan keluarga. Binit bebet bobot. Walaupun yang dia punya adalah milik orang tuanya.

Kenapa repot dan menguras emosi? Ketika pasangan kita sekarang yang kita harapkan jadi calon suami ternyata tidak seperti si mantan.

Ya jelas ngga akan sama. I mean,dimata orang tua tidak seperti bayangan yang diinginkan. Istilahnya ngga masuk spek. Karena yang masih ada di otak orang tua adalah si mantan tadi.

Mungkin orang tua lupa. Bahwa setiap orang berbeda. Punya cerita dan latar belakang sendiri-sendiri. Nobody’s perfect.

Jodoh,rejeki,dan hidup seseorang sudah ada yang mengatur. Sang Maha Cinta. Itu aja kok pegangannya.

Percakapan Hati | Cinta tanpa embel-embel

Cinta tanpa embel-embel. Iya,artinya tidak perlu ada tanda * seperti di iklan-iklan yang artinya (syarat dan ketentuan berlaku) atau (selama persediaan masih ada).

Yang aku tahu,cinta adalah saling mengasihi,menghargai,menjaga,menyayangi,menghormati dengan tulus,ikhlas dan sepenuh hati.

Tidak ada embel-embel berapa materi yang dipunya,tingkat pendidikan apa,orang tuanya pejabat dimana.

Cukup lah mengenal latar belakang keluarga,kehidupan,agama dan memastikan bahwa dia baik.

Toh,segala yang terjadi pada cerita hidup manusia adalah kuasa Sang Maha Hidup. Pertemuan,rasa, Tuhan sudah mengatur. Begitu juga rejeki dan harta, Tuhan sudah menakarnya. Tidak akan tertukar.

Tapi cinta tanpa embel-embel tenyata tidak mudah. Ketika langkahnya terhenti pada restu orang tua.

Posted from WordPress for Android

I’ve Learn…

Saya banyak belajar…
Belajar mengalah,bersabar,dan ikhlas ketika ada hal-hal yang tidak berjalan sesuai keinginan saya.

Saya belajar untuk mengerti,menghargai,dan berusaha mengikuti ketika saya terlibat relasi dengan orang lain.

Saya belajar bagaimana menentukan keputusan,memimpin,dan bertanggungjawab ketika saya dipercaya memegang kendali terhadap sesuatu.

Saya belajar bahwa tidak semua orang berpikiran sama seperti saya.

Saya belajar tidak semua orang terlihat seperti apa yang saya pikirkan.

Saya belajar untuk memaafkan,bangkit,dan lapang dada ketika saya merasa dikecewakan & terluka hati.

Saya belajar untuk menahan emosi ketika ada hal-hal yang menyinggung perasaan.

Saya belajar untuk terbiasa ketika banyak orang mencemooh bahkan mengatai saya.

Saya,bahkan belajar untuk menerima kesendirian ketika satu per satu orang-orang terdekat saya pergi.

Saya belajar,bahwa inilah hidup. Dengan semua warna,kepura-puraan,manis,pahit,sakit,bahagia,perih,dan air mata.

I’ve learn…to get up,stand up & dress up.

Dan saya masih terus belajar menjadi lebih baik…belajar untuk tidak menangis saat ini,ketika saya merasa banyak hal memenuhi kepala saya & membuat saya penat.

Terima kasih

Posted with WordPress for BlackBerry.

Setangkup Rindu untuk Sang Mantan

Ku telusuri kata per kata
Mencoba menemukan makna
Lalu yang kudapat,asa
Bukan hanya pupus,tapi juga tiada

Ku pandangi lekat wajah itu
Tatapan mata sayu
Dia yang tak pernah ragu
Tapi kini sudah berlalu

Sosok yang pernah memikat hati
Menutup semua celah diri
Ah, sekarang sendiri

Dan aku merindu
Tapi tak dapat mengadu
Hanya larut dalam haru

Disini,
Ada rindu
Untuk sang mantan kekasih

Posted with WordPress for BlackBerry.

Ketika Mereka Mempertanyakan

Mereka bertanya
“Mau jadi apa?”
Juga kemudian bertanya
“Kenapa…?”

Masih juga bertanya
“Bagaimana bisa?”
Belum puas,mereka bertanya lagi
“Kenapa begitu…?”

Mereka selalu bertanya
Lagi
Dan lagi

Tentang apa yang ku lakukan
Tentang siapa yang bersama ku

“Kenapa?”
“Bagaimana bisa?”
“Dimana?”
“Kapan?”
“Siapa?”

Dan aku jengah

Kenapa mereka harus bertanya?
Ah! Itu aku bertanya juga

Ketika jalur ku berbeda haluan
Ketika apa yang dinamakan pilihan
Berbeda dari pengkotak-kotakan orang lain
Ketika aku memilih sesuatu yang tidak mereka pikirkan

Sudahlah,
Tidak perlu banyak bertanya

Posted with WordPress for BlackBerry.

Aku Hanya Butuh Bicara

Dari sedikit waktumu
Aku hanya butuh bicara
Sekedar mendengar suaramu
Atau tawamu

Aku hanya butuh bicara
Untuk meringankan pikiranku
Melepas sedikit gundahku
Merapatkan asa padamu

Atau hanya bicara
Sekedar melewati malam
Menunggu kantuk
Hingga terlelap

Aku hanya butuh bicara
Karena aku rindu
Karena aku butuh

Posted with WordPress for BlackBerry.