Belakangan ini banyak banget keluhan soal postingan di facebook yang merupakan sambungan langsung dari twitter.
Inilah bedanya facebook sama twitter. Kalau di twitter kan bebas-bebas aja mau nge-twit berkesinambungan atau tiap menit. Karena timeline kita. Ngga suka,ya ga usah follow. Kalau di facebook, belum tentu orang bisa nerima. Karena genre-nya beda. Jadi kalau ada yang autoposting dari twitter ke facebook,orang lain akan berpikir itu cuma “nyampah” aja di newsfeed mereka.
Banyak juga orang yang akhirnya memilih meng-unfollow orang lain,atau yang rada smooth itu me-mute people/keyword karena merasa jengah. Misal, orang itu nge-twit yang isinya ngeluh mulu. Atau seolah-olah ngajak perang. Nyari masalah. Dan yang sejenisnya.
Kasus lain adalah, orang yang suka gonta-ganti display picture bbm,atau tiap menit ganti status bbm yang terkesan ‘pamer’. Mau makan,ganti dp sama status. Lagi apa,lagi apa,ganti lagi.
Dari kasus-kasus diatas,memang ngga ada yang salah. Hak setiap orang. Tapi perlu diinget, semua ada aturan mainnya. Harus toleransi juga sama orang lain.
Mau nunjukin ke-eksis-an ada tata caranya. Kalau terlalu berlebihan, bukannya eksis,malah terkesan alay.
Saya sendiri bukannya orang sok bener. Tapi mencoba lebih wise. Saya meng-unfollow yang ga penting. Me-mute people/keyword yang sekiranya ga ada input baiknya. Bahkan sekarang juga milih-milih kalau mau accept friend request. Daripada sakit mata atau emo karena nama-nama “ajaib nan panjang nyaris ga kebaca” atau karena status-status menjurus alay.
Apapun,bijak,dan harus mau nau-in orang lain.
Posted from Adyanti’s Device.







