
Aku asik dengan dunia ku sendiri. Segelas kopi, musik & asik mengedit foto. Kalau sudah begini, aku ga peduli makan, mandi, SMS, atau telfon di hape ku. Sampai – sampai Ibu sering banget ngejewer aku. Aku seperti ada di dunia antah berantah. Tanpa gangguan dari siapapun. Oh No! kecuali kalau sahabat – sahabat cowok ku datang & membuyarkan konsentrasi ku. Island In The Sun-nya Weezer membuat aku ikut menggeleng – gelengkan kepala mengikuti irama lagu.
BRAAKK!!!!
“Naaaaayyyyyyyyyyyyyyyyyy”
Duuhhhhh….si pengganggu datang. Di depan pintu kamar ku, Alfa sudah berdiri kacak pinggang
“dasar autis!!!” Alfa ngeberantakin kertas – kertas di meja belajar ku. Aku ngga akan melawan, karena percuma
“lo tau ga sekarang jam berapa hah??” cowok dengan tinggi 180 cm, perawakan atletis, wajah cukup tampan & gayanya yang flamboyant membuat Alfa dikagumi banyak cewek.
Aku melirik jam berbentuk kepala sapi di depan ku sambil nyengir & garuk – garuk kepala ku yang sebenernya ngga gatel.
Alfa langsung mendorong – dorong aku ke kamar mandi.
“5 menit mandi, 5 menit pake baju. Jadi 10 menit lo harus udah standby”
Alfa keluar dari kamar ku. Tinggal aku bengong. Continue reading →
0.000000
0.000000