Ketika Sahabat Ku Menikah…

First, Let me introduce my best friend, Karina Panorama Miraz atau biasa dipanggil Ira. Dia sahabat dari kecil. Dari sama-sama mulai belajar jalan. Sampai sekarang, 23 tahun.

Aku & Ira tumbuh bareng. Rumah Ira persis berhadapan sama rumah ku. Ira lahir Februari 88, aku Oktober 88. Keluarga kami sama-sama baru pindah ke komplek ini ketika aku & Ira belum genap 1 tahun. Komplek perumahan baru. Penghuni masih sedikit. Rata-rata pasangan muda. Jadilah aku & Ira mengalami masa kecil bareng.

Tk bareng. SD bareng. Ketika SMP, kita ngga bareng. Aku masuk SMPN 1 Bekasi yang jaraknya jauh dari rumah. Ira masuk SMPN 8 Bekasi. Pun, ketika SMA kami mengambil jalur berbeda. Ira masuk SMA YPI ’45 Bekasi. Aku ‘terdampar’ di SMAKBO bogor. Saat itu kita udah mulai jarang ketemu karena aku pulang ke Bekasi seminggu sekali. Tapi kita tetep punya “Our Time” walopun terbatas.

Ketika masuk masa kuliah, Ira pergi ke Malang. Masuk D3 pariwisata Universitas Brawijaya. Aku, stay di Jakarta. Saat itu praktis komunikasi kami via sms, telepon, atau chat. Ira jarang pulang. Dalam 4 tahun masa kuliahnya, Ira terhitung hanya pulang 1 kali. Lebih sering ayah & ibunya yang ke Malang,karena memang keluarga ayah & ibunya ada di Malang.

Pertengahan tahun ini,aku denger kabar kalau Ira akan menikah. Sedih. Bahagia. Campur aduk. Ah, akhirnya harus melepas sahabat tercinta. Bener-bener melepas. Bukan karena Ira akan bener-bener stay di Malang. Tapi karena memang ngga akan ada lagi “Our Time”. Ira akan jadi orang Malang tulen ikut suaminya nanti. Bahagia karena akhirnya sahabat tercinta menemukan pendamping.

Karena Ira & keluarga besar ayah ibunya di Malang, maka Papa didaulat oleh ayah & ibunya untuk jadi Ketua Panitia Pernikahannya. Kami semua terlibat dari A – Z. List undangan,desain undangan,suvenir,susunan acara,sampai teknis acara. Pernikahan akan berlangsung besok, 20 November 2011. Ira & rombongan saudara-saudaranya dari Malang baru tiba pagi ini.

Alhasil, aku pun didaulat mendampingi calon mempelai wanita. Siang ini akan fitting baju, siraman, pengajian & midodareni nanti malam. Untuk resepsi besok pun aku diminta jadi MC. I’m very happy to get involved for my best friend wedding.

“Aku tahu kini waktunya…ketika waktu bermain kita t’lah usai…selamat menapaki hidup baru,Sahabat…doa ku menyertaimu…dengan kasih & cinta…”

Posted from Adyanti’s Device.

1 Semester terlewati

1 semester terlewati. Dengan susah payah,lika-liku,warna-warni,suka maupun duka. Sebenernya agak janggal ya ngitung 1 semester dimulai dari pertengahan tahun. Iya,awal baru hidupku dimulai bulan Mei 2011 ini. Dan November 2011 pas 6 bulan. Jadi ya pas 1 semester kan?

Sebenernya kalau dibilang spesial,ngga juga. Lebih tepatnya 1 semester yang penuh pengalaman & pelajaran. Kenapa? Karena tepat bulan Mei 2011 kemarin aku memutuskan resign dari kantor. Dan memilih fokus mengurus kegiatan sosial & belajar menjadi enterpreneur.

Tapi ternyata ngga gampang. Gini loh,buat orang seperti aku & kebanyakan orang lainnya yang terbiasa ‘ngantor’,rutin gajian,dan ada di zona aman,terus tiba-tiba ngga berada di zona aman itu,luaarr biasa repotnya. Terutama soal financial.

Waktu itu,keputusan resign didasari beberapa hal. Terutama untuk menyelesaikan kuliah. Hal lain,karena aku di push untuk handle kegiatan sosial ku & ‘ditarik’ untuk jadi enterpreneur. Waktu itu sudah di plot program-programnya & bisnis seperti apa yang akan dijalankan.

Karena 1 dan lain hal,seiring berjalannya waktu, ada hal-hal yang ngga berjalan sesuai target. Mulailah kelimpungan. Aku memang masih single, jadi tuntutan tanggung jawab untuk keluarga nyaris ngga ada. Justru tanggung jawab terhadap kegiatan sosial & “anak-anak” ku yang jadi fokus.

Berbagai cobaan & rintangan datang silih berganti. Dari mulai ‘ditinggal’ beberapa teman yang selama ini membantu, bisnis & program yang ngga berjalan sesuai target, sampai timbul beberapa persoalan keluarga, relasi, dan lain-lain.

Aku ngga punya pengalaman & memang belum siap untuk menghadapi berbagai persoalan yang terjadi. Tapi Tuhan Tidak Tidur. DIA Maha Mengetahui. Pelan tapi pasti, aku mengumpulkan sisa tenaga & kepercayaan. Terhadap semua hal.

That’s what friends a for. Mila, yang menggandeng & mempercayai aku untuk berbisnis parsel. Yuli,Ilham,Wina yang kemudian bersama aku & Mila sedang “belajar” merintis bisnis bersama. Mas Wisnu yang membantu konsultasi. Dan Mas Fitra yang selalu siaga mendengar cerita,ga cape menasehati & membantu.

Selalu ada jalan di setiap kesusahan. Dan 1 semester terlewati. Perjalanan masih panjang. Masih ada semester-semester berikutnya yang jauh lebih berat. Semoga Tuhan senantiasa melapangkan jalan. Bukan untuk ku pribadi,tapi untuk orang-orang yang membutuhkan,untuk anak-anak yang perlu dibantu, & untuk kita semua. Amiin.

Posted from Adyanti’s Device.

I’ve Learn…

Saya banyak belajar…
Belajar mengalah,bersabar,dan ikhlas ketika ada hal-hal yang tidak berjalan sesuai keinginan saya.

Saya belajar untuk mengerti,menghargai,dan berusaha mengikuti ketika saya terlibat relasi dengan orang lain.

Saya belajar bagaimana menentukan keputusan,memimpin,dan bertanggungjawab ketika saya dipercaya memegang kendali terhadap sesuatu.

Saya belajar bahwa tidak semua orang berpikiran sama seperti saya.

Saya belajar tidak semua orang terlihat seperti apa yang saya pikirkan.

Saya belajar untuk memaafkan,bangkit,dan lapang dada ketika saya merasa dikecewakan & terluka hati.

Saya belajar untuk menahan emosi ketika ada hal-hal yang menyinggung perasaan.

Saya belajar untuk terbiasa ketika banyak orang mencemooh bahkan mengatai saya.

Saya,bahkan belajar untuk menerima kesendirian ketika satu per satu orang-orang terdekat saya pergi.

Saya belajar,bahwa inilah hidup. Dengan semua warna,kepura-puraan,manis,pahit,sakit,bahagia,perih,dan air mata.

I’ve learn…to get up,stand up & dress up.

Dan saya masih terus belajar menjadi lebih baik…belajar untuk tidak menangis saat ini,ketika saya merasa banyak hal memenuhi kepala saya & membuat saya penat.

Terima kasih

Posted with WordPress for BlackBerry.

Meet Up with SeBUAI Team

Lamaaaa ngga ketemu. Akhirnya siang ini bisa ketemuan sama mereka. Tim SeBUAI. Sayang ngga semuanya bisa dateng. Dan sayang, Mas Wahid udah ngga disini lagi. Mas Wida, Mimil, Lidya, Pita, Nake & Fandi. Kita kumpul. Ngobrol. Nanya kabar. Ketawa-ketawa. Becanda. Ada yang baru jadian, ada yang keliatan makin kurus,ada yang sibuk.

 

Ngobrolin progress SeBUAI, rencana jangka menengah, dan PR untuk bikin event apa pas SeBUAI ulang tahun yang ke-2, 9 Januari besok. Karena udah lama ngga ketemu, jadi berasa banget kangennya. Hmmmm…..will meet you soon ya Team….jangan lupa PR-nya…. #GoesTo2ndAnniv

 

 

 

 

They are SeBUAI’s Heroes

Well,bingung harus mulai dari mana. Tapi I would say Very Big Thank You buat sahabat-sahabat seperjuangan ku yang sudah memberikan waktu,tenaga & pikirannya buat SeBUAI.

Aku sebut mereka SeBUAI’s Heroes. Ketika momen 1st Anniversary kemarin jadi titik balik SeBUAI berbenah diri,22 Januari kemarin kami Big Meeting. Perombakan susunan tim pun dilakukan. Setelah itu,kami buat time table kegiatan SeBUAI.

Aku ini tipikal orang yang bossy & naluri leadership-nya lumayan tinggi. And also perfeksionis. Jadi mungkin terkesan ‘jutek’ atau apalah. Buat ku,yang penting temen-temen ini nyaman kerja bareng aku & kekompakan kami ngga hanya untuk kegiatan ini. Tapi juga bisa mempererat persahabatan. Jadi kedekatannya ngga hanya sebatas soal SeBUAI.

Komunikasi itu kunci utama. Walaupun ngga harus selalu ngebahas SeBUAI. Paliiing sering kami ini ngerumpi di Twitter. Menurut ku itu hal sepele,tapi lama-lama itu bikin kami jadi deket. Lebih mengenal pribadi & keseharian masing-masing.

Lidya yang kalem. Nake yang kocak. Mila yang penuh semangat. Mas Wida yang perhatian. Arief yang nyeleneh. Mas Wahid yang polos. Fandi yang hobi ngebanyol. Noffy yang jago dagang. Putri yang jarang dateng. Fai yang sibuk sama TA. Nia yang new comer.

Guys, I’m so lucky to meet all of you. Thank for coming into my life. We’re best friend. Makasih ya buat semua bantuan & ketulusannya.

You’re SeBUAI’s Heroes

Posted with WordPress for BlackBerry.

Selingkuh #Part 1

Aku asik dengan dunia ku sendiri. Segelas kopi, musik & asik mengedit foto. Kalau sudah begini, aku ga peduli makan, mandi, SMS, atau telfon di hape ku. Sampai – sampai Ibu sering banget ngejewer aku. Aku seperti ada di dunia antah berantah. Tanpa gangguan dari siapapun. Oh No! kecuali kalau sahabat – sahabat cowok ku datang & membuyarkan konsentrasi ku. Island In The Sun-nya Weezer membuat aku ikut menggeleng – gelengkan kepala mengikuti irama lagu.

BRAAKK!!!!

“Naaaaayyyyyyyyyyyyyyyyyy”

Duuhhhhh….si pengganggu datang. Di depan pintu kamar ku, Alfa sudah berdiri kacak pinggang

“dasar autis!!!” Alfa ngeberantakin kertas – kertas di meja belajar ku. Aku ngga akan melawan, karena percuma

“lo tau ga sekarang jam berapa hah??” cowok dengan tinggi 180 cm, perawakan atletis, wajah cukup tampan & gayanya yang flamboyant membuat Alfa dikagumi banyak cewek.

Aku melirik jam berbentuk kepala sapi di depan ku sambil nyengir & garuk – garuk kepala ku yang sebenernya ngga gatel.

Alfa langsung mendorong – dorong aku ke kamar mandi.

“5 menit mandi, 5 menit pake baju. Jadi 10 menit lo harus udah standby”

Alfa keluar dari kamar ku. Tinggal aku bengong. Continue reading