Work Hard, Play Hard


Kerja,kuliah,seneng-seneng,cari ilmu,cari pengalaman,belajar banyak dari apa yang ada di sekeliling. Hmmm….sepertinya banyak juga orang yang melakukan hal seperti itu. Hidup itu harus seimbang. Work hard,play hard. Selepas menempuh pendidikan analis kimia yang cukup panjang & melelahkan selama 4 tahun di Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor tahun 2007,aku seperti kebanyakan anak SMAKBO lainnya memutuskan untuk mencari pekerjaan. Awalnya,orang tua ku keberatan kalau aku harus kerja. Mereka mau aku konsen kuliah saja. Tapi aku ngga berpikir begitu. Sayang kan ilmu analis kimia yang udah di dapat ngga langsung di aplikasikan. Akhirnya setelah berdebat panjang lebar,mereka membolehkan aku kerja,dengan catatan kuliah ku ngga boleh terbengkalai. Dan Alhamdulilah,ketika teman-teman ku masih susah dapet pekerjaan,aku malah ngga di sangka-sangka dapat panggilan dari salah satu perusahaan farmasi terkemuka di jakarta pusat. Akhirnya,aku mulai bekerja disana sebagai Analis di bagian Quality Assurance Stability Test Liquid. Kerjaannya ya analisa sampel yang berbentuk liquid untuk menjamin bahwa produk tersebut masih sesuai spesifikasi & tidak mengalami kerusakan selama masa penyimpanan.

This is my first experience. Terjun langsung di dunia kerja bener-bener hal yang menakjubkan. Beda sekali sama apa yang diajarkan di sekolah. Bukan hanya melulu soal skill atau knowledge,tapi juga soal attitude & cara bergaul dengan orang banyak. Apalagi yang aku hadapi adalah ssupervisor ku,manajer ku,dan temen-temen di Laboratorium yang notabene semuanya lebih senior & umurnya di atas aku. I’m the youngest! Mereka bener-bener nice person. Baru 3 bulan disana,aku sudah dipercaya sekali sama atasan ku. Ilmu & pengalaman yang ku dapat bener-bener berkembang pesat. Not only about Intellegent, but also Emotional & Spiritual. Mereka semua sudah aku anggap seperti keluarga. Keterikatan kami tidak hanya sekedar rekan kerja & sebatas jam kerja saja. Diluar itu,kami adalah keluarga. Pun,ketika satu per satu ada teman yang keluar / pindah,hubungan kami tetap terjaga.

Sampai pada akhirnya,tiba giliran ku untuk keluar dari tempat yang bisa dibilang sudah menjadi zona aman ku. Ini yang aku pelajari dari sosok Papa yang cukup keras mendidik anak-anaknya. Papa bilang “ketika kamu ada di satu tempat,dan kamu merasa aman & nyaman,itu sebenarnya karena kamu sudah ngga bisa lagi berinovasi & tidak termotivasi melakukan sesuatu”. Itu aku rasakan. Satu tahun disana,aku merasa mendapat tempat yang aman & nyaman. Dimana boleh di bilang,ngga ada 1 pun orang yang ngga tau siapa aku (bukan sombong ya….tapi memang begitu). walaupun ngga kenal nama,paling ngga mereka akan bilang “oh,yang analis QA itu ya….”. Aku memutuskan mencari tempat yang lebih baik. Selain karena merasa sudah ngga bisa melakukan suatu hal yang baru,suasana kerja pun sudah ngga nyaman karena 1 & lain hal.

Tepat hari pertama bulan Ramadhan tahun 2008,atau setahun setelah aku kerja di tempat yang lama,aku hijrah ke salah satu perusahaan BUMN di jakarta utara. Agak ekstrem memang. Aku, yang tadinya bergelut dengan analisa obat,harus berhadapan dengan analisa pelumas & BBM. Tapi ngga begitu susah menyesuaikan diri. Karena waktu PKL dulu aku PKL di salah satu perusahaan jasa analisa terbesar di Indonesia yang ada di daerah Cibitung,di Laboratorium Mineral & sudah familiar dengan alat ICP (Inductively Coupled Plasma), alat untuk mendeteksi kadar logam. Kenetulan di tempat yang baru,memang membutuhkan analis untuk mengoperassikan alat ICP itu. Aku datang menggantikan posisi analis sebelumnya,yaitu Kakak kelas ku sendiri.

Ternyata,ngga segampang yang dibayangkan. Aku harus bisa ganti Gas Argon sendiri. Sementara,gas argon yang dimaksud itu gas argon berbentuk liquid dalam tabung besar yang volumenya 136 Liter! Ganti tabung gas Nitrogen sendiri. Maintenance harian alat aku lakukan sendiri. Hmmm….all about perawatan & perintilan alat aku harus tahu sampai yang detailnya. I do my best. Aku harus bisa walaupun aku perempuan (karena kakak kelas ku itu laki-laki). Sampai-sampai sama manajer ku,aku di bilang wonderwomen. Hahahaha…..

Disini,aku dapet temen yang sebaya,karena memang mereka masih teman satu almamater ku. Jadi,seperti punya kakak baru. Gila-gilaan di Lab,hangout bareng sehabis pulang kerja, Wisata kuliner atau sekedar refreshing (sering juga pelarian kalau males kuliahnya lagi kumat). Hehehe…..

Kalau lagi kesel ya kesel bareng-bareng, seneng ya seneng rame-rame,suka melakukan hal yang ngga jelas bareng-bareng. Forever together lah. Karaokean,makan es krim,nonton,ke monas,ke PRJ,makan bakso,makan bakmi..waaahh bener play hard!

Seperti menemukan rumah baru disini. Dengan segala kekurangan,kebusukan,segala intrik-intrik jahat dari lingkungan sekitar,tapi persahabatan kami para analis yang menamakan diri Power Ranger ini ngga goyah. Makin solid malah. Soal power ranger,nama ini kami ambil karena we’re wondering kalo kami adalah pembela kebenaran dan akan membasmi ‘musuh-musuh jahat’. (Silahkan di artikan sendiri….biasa kan kalau terjadi ‘pergesekan’ di tempat kerja antara atasan & bawahan?cerita klise ya….)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s