Lara


Ketika hati dihadapkan pada sebuah rasa yang pernah jauh terpendam di dalam,,,,,,,

Lalu membuncah tak terbendung,dan akhirnya harus karam,,,,,

Aku terpekur, bahasa apa yang harus ku pakai untuk ungkapkan asa,,,,

Kata demi kata ku rangkai, namun aku selalu gagu jadinya,,,,,,,,

Aku berlari, namun ia seperti berada di ujung dunia,,,,

Aku teriak, namun ia seperti tuli tak mendengar,,,,,,

Aku terisak, ia tak bergeming sedikit pun,,,,

Lalu dengan apa aku memberitakan semua lara & nestapa??

Ia seperti udara yang tak teraba,,,,

Ia seperti angin yang tak dapat terengkuh,,,,

Ia seperti rembulan,dan aku punguknya,,,,,,,,

Sehina itukah diri ini?hingga ia tak terjamah sama sekali?

Sebegitu jauhkah jarak antara kita?sehingga tak dapat ku tempuh sama sekali?

Sebegitu berbedakah kita?hingga tak ada bahasa yang mampu menyatukan kita?

Aku mengais,,,,

Aku menangis,,,

Aku dalam lara,,,,

Aku dalam hampa,,,,,

dan Ku berdiri di ujung pengharapan,,,,,

Namun angan makin jauh,,,,

Raga mu hilang di telan bayu,,,,

Aku masih ingin berjuang,tapi asa kian pupus,,,,

Aku masih ingin melangkah,tapi denyut kian terhenti,,,,

Lalu akankah kau pergi begitu saja?

Meninggalkan hati yang carut – marut ini?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s