Story of The Week : KOMITMEN


Setelah searching,saya dapet arti komitmen adalah perjanjian atau janji untuk melakukan sesuatu di masa depan. Dan Komitmen jadi keyword kejadian-kejadian di minggu ini. Yah,berhubung saya nulis postingan ini di hari minggu (pagi-pagi setelah bantuin Mama nyuci ^^),jadi momennya pas buat ngerangkum kejadian seminggu ini. Karena hari minggu kan hari penutup (yaahh weekendnya udahan).

Ketika kita melakukan sesutu,yang paling penting adalah gimana kita bisa terus kontinyu melakukan hal itu. Dan itu adalah komitmen,menurut saya. Tidak mengingkari apa yang diucapkan,tidak melanggar sesuatu yang sudah di janjikan. Itu Komitmen. Komitmen ngga cuma untuk hubungan yaa….hubungan pernikahan atau pacaran. Komitmen juga berlaku ketika memiliki sahabat yang harus kita jaga persahabatan itu dengan Komitmen. Ketika kita melakukan suatu pekerjaan,kita harus melakukan yang terbaik & melakukan semaksimal mungkin yang kita bisa,itu Komitmen. Ketika waktu kita ngga hanya untuk keluarga,tapi harus dibagi dengan pekerjaan,kuliah,kegiatan sosial,dengan sahabat tersayang,dengan orang spesial,bagaimana semua dapat porsi yang seimbang & ngga ada salah satu yang merasa tidak diperhatikan,itu Komitmen.

Saya agak kaget & shock ketika ngobrol dengan Ketua Jurusan di kampus. Dia bilang,kemungkinan 3 orang teman seangkatan saya ngga akan bisa nerusin semester depan & harus mengulang. Kenapa?karena jarang masuk kuliah,ngga ikut UTS,dan KaJur angkat tangan untuk membantu karena sesuai peraturan kampus,mereka ngga boleh ikut UAS,karena nilai absennya kurang dari 75%. Yang bikin lebih shock lagi,1 diantaranya adalah sahabat baik saya dari SMAKBO,tapi kita sekarang udah ngga deket lagi. Hmm….padahal sahabat saya ini nilai IPK di awal kuliah lumayan tinggi. Sayang banget. Saya sedih dengernya. Dia memang jarang masuk kuliah,karena kerja. Padahal kuliah mulai jam 17.30 & masih di beri kebebasan untuk datang bada’ Maghrib atau jam 18.30. Tapi dia ngga pernah masuk. Entah kenapa. Pun,ketika ujian,baik UTS ataupun UAS,dia nggaa pernah ikut ujian. Ini udah berlangsung semenjak semester 4.

Kasus teman saya itu membuktikan kalo kerja sambil kuliah emang ngga gampang. Balik lagi,Komitmen di awalnya gimana. Kalau saya,Papa membolehkan saya kuliah sembari kerja dengan catatan : kuliah saya ngga terganggu,dan kalaupun nantinya saya keteteran di pelajaran kuliah,maka yang harus di eliminasi adalah kerjaan saya. Itu Komitmen bersama antara saya & Papa. Dan alhamdulilah,walaupun dengan terseok-seok & dengan usaha sangat keras,sampai hari ini saya masih bisa menjaga Komitmen itu.

Cerita lain yang berhubungan dengan Komitmen adalah,kebersamaan saya dengan temen-temen di SeBUAI. Ngga gampang me-manage sekian banyak orang,dengan masing-masing orang punya keegoan,kesibukan,dan kepentingan masing-masing. Kadang ada yang ngga bisa dateng kalo ada event/rapat. Kadang ada yang susah dihubungin. Tapi apapun yang terjadi,kadang harus one men show,aku tetep harus ‘bergerak’. Karena SeBUAI lahir dari tangan ku,jadi baik & buruknya itu tanggung jawab ku,ya tentu aja didukung sama temen-temen. Walaupun harus rela sabtu/minggu ngga bareng keluarga,kadang harus ijin ngga kuliah kalau ada event hari sabtu,kadang harus di cemberutin si Aa kalau mau ketemuan sama dia,tapi aku ada event/rapat,tapi untungnya dia ngerti. Yah,tapi aku berusaha ngejaga komitmen untuk terus membesarkan SeBUAI & berbuat sesuatu untuk anak-anak yang belum bisa menikmati pendidikan & mendapat bacaan yang layak.

Cerita tentang komitmen yang lain adalah,ketika harus mau sama-sama merendahkan ego untuk sebuah hubungan yang ‘manis’. Karena aku & si Aa kan jarang ketemu. Kita sama-sama kerja,sama-sama masih kuliah,apalagi dia sekarang tahun terakhir,jadi sibuk sama laporan KP & skripsi. Jadi waktu ketemu itu terbatas,cuma sabtu/minggu. Tapi,seperti cerita diatas,sabtu aku ada kuliah & si Aa juga mesti ke kampus buat bimbingan/konsultasi. Atau minggu,ya tapi tentu aja harus mau dibagi 2 waktunya sama kegiatan SeBUAI. Dengan jarang ketemu,kalaupun ketemu ngga bisa all day long,komunikasi & keterbukaan menjadi hal yang penting untuk ngejaga komitmen. Saya ini pada dasarnya orangnya cemburuan,jadi yaaa kadang suka overprotective. Si Aa juga begitu. Makanya,saling percaya,jujur,terbuka & komunikasi yang intens itu penting banget. Yah,kalo lagi bete atau kesel,inget aja apa Komitmen kita untuk hubungan ini.

Selama seminggu ini,Komitmen jadi suatu bahasan penting buat saya. Whatever,terlepas dari apa sebenernya arti komitmen,atau saya salah mengartikan komitmen,yang saya tau,segala sesuatu yang kita jalanin & kita lakuin,itu pasti butuh komitmen diawalnya. Supaya tau mau dibawa kemana nantinya (jadi inget lagunya Armada). Memang ngga gampang ngejaga Komitmen yang kita bikin,apalagi kalau itu melibatkan orang lain dalam Komitmen itu. Hmm….saya masih harus banyak belajar,belajar menjadi dewasa dalam menyikapi setiap masalah,belajar mengendalikan emosi,dan belajar menjaga Komitmen.

4 thoughts on “Story of The Week : KOMITMEN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s