Aku, Imaji & Air Mata


Aku kembali menjumpai dunia khayal ku malam ini karena hati ku masih gundah. Semakin gundah. Lalu, jari – jari tangan ku kembali bercumbu dengan tuts keyboard. Tapi apa yang harus ku tulis? Cukup lama aku hanya menatap layar monitor. Lalu ku coba merangkai kata per kata. Ku tulis menjadi kalimat,yang mungkin entah, aku sendiri tak mengerti maknanya.

Aku bebaskan imaji ku melanglang buana. Entah, dia memilih ruang & waktu yang mana. Agak lama ketika akhirnya tersaji potongan-potongan gambar. Yang mulanya tanpa pola. Lalu perlahan, mulai tergambar jelas. Tentang warna. Tentang melodi. Tentang udara. Tentang senyum. Ah, iya. Aku ingat senyum itu. Senyum yang selalu ku rindu.

Tapi kemudian, sang imaji beranjak. Senyum itu hilang. Ya,hanya khayal. Lalu kemudian, masih kudapati diriku termenung. Air mata turun perlahan. Aih…..mengapa juga aku harus menangis? Apa yang aku sedihkan? Senyum itu? Atau karena sang imaji beranjak pergi? Hei…..air mata,sudah berhentilah! Lama sekali air mata ini terus meleleh di pipi.

Jari-jari ku masih saja bercumbu dengan tuts keyboard. Sementara air mata ku urung berhenti. Merasa seperti berada di planet luar angkasa. Sepi. Sendiri. Entah kalimat-kalimat ku jadi apa nanti. Kubiarkan saja mengeja tanpa batas. Kulepaskan saja semua air mata. Mungkin, setelahnya aku bisa tenang. Bisa tidur pulas. Tapi aku enggan bertemu sang imaji jika ia membawa senyum itu. Karena nanti jika aku terbangun, aku masih tetap begini. Sendiri disini tanpa senyum itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s