Saatnya Aku Bicara


Lama aku mencoba mengumpulkan keberanian ‘tuk bicara

Bicara tentang gundah hati,bicara tentang rapuh jiwa

Kau selalu diam

Diam dalam senyummu

Diam dalam ketertutupanmu

Dan baru ku tahu,bahwa kau diam dalam segala kebohonganmu

+++

Aku tahu masih ada dia di hatimu

Aku sadar bahwa cintamu bukan untukku

Aku sadar,aku tahu…..tapi tidak sejak awal

Aku sadar ketika hatiku terlanjur mengukir namamu

+++

Perlahan,kesabaran ku mendekati limitnya

Aku tak lagi dapat menutupi semua amarah

Aku tak lagi dapat menahan seluruh gejolak cemburu

Dan aku tak dapat lagi bertahan dalam diam mu

+++

Bertahan sudah

Agar cerita yang baru seumur jagung ini terus terukir

Tapi kita tak cukup kuat

Untuk melewati kerikill tajam

Kita, atau kamu?

+++

Maka ku putuskan

Saatnya hatiku bicara

Mungkin akan jadi yang terakhir

Karena tak akan ada lagi esok untuk kita

9 thoughts on “Saatnya Aku Bicara

  1. irmasenja says:

    lebih baik berakhir saat seumur jagung,…dari pada bertahan seumur hidup.

    cinta butuh kelegaan,…jika cinta membuat lelah,ini bukan cinta yg sehat ^^

    *tetap semangat ady…

  2. mega ekania says:

    Hidup tak selamanya indah…ada hitam ada putih…ada tawa ada tangis…ada lapang ada sesak…begitulah hidup…selama roh masih bernaung dlm tubuh kita itulah yg hrs kita jalani…kesedihan bkn krna Allah ga syg ma kita tp justru itu slh satu dr bentuk kasih sayang-Nya..supaya kita jd orng yg lebih kuat dlm menghadapi hidup ini…Allah maha mengetahui apa yg terbaik bwt kita sedangkn kita hnya makhluk yg penuh dng keterbtasan…chayo..chayo…ttp semangat…Tersenyumlah……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s