.: Story of Bogor :. Part 1


Bogor?Yah Bogor. Kenapa Bogor yang aku angkat jadi tema tulisan kali ini? Karena Bogor adalah salah satu historical city for me. Aku lahir di Bogor, 22 tahun silam. Ngga lama memang,karena umur 40 hari aku dibawa pulang ke Bekasi. Tapi Nenek, tante, om, dan sepupu ku ada disana. Walaupun darah Sundanese begitu kental di tubuhku, aku yaa hehehehe kurang fasih kalau diajak ngomong pake bahasa sunda. Sedikit – sedikit sih bisa.

Banyak hal terjadi bertahun – tahun kemudian di Bogor. Dulu sih mungkin sebulan 2 kali aku ke Bogor buat nengok Nenek atau yang biasa aku panggil Nini. Waktu lebaran adalah saat yang ditunggu – tunggu buat pulang kampung ke Bogor (atau ngungsi lebih tepatnya). Udaranya yang segar, airnya yang dingin jadi sensasi tersendiri buat ku kala itu.

Tepat tahun 2003 pertengahan, Mama mendaftarkan aku di sebuah Sekolah Kejuruan Analis Kimia yang namanya Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor (SMAKBO) setelah aku lulus SMP. Awalnya ngga mau, karena belum pernah kepikiran untuk tinggal jauh dari orang tua. Tapi takdir berkata lain. Aku diterima di sekolah itu. Mama seneng bukan main, karena secara beliau juga lulusan dari SMAKBO tahun 1983. Dan awal Juli 2003, resmilah aku hijrah ke Kota Hujan ini.

Susahnya minta ampun untuk beradaptasi di awal kepindahan ke Bogor. Pertama, sekolah ku menuntut perhatian, kerja keras & konsentrasi penuh karena beda dengan SMA biasa. Kita dijejelin pelajaran Kimia Analisis secara menyeluruh & mendetail. Mau ngga mau aku harus mandiri karena harus mulai bisa ngatur hidup sendiri walaupun masih tinggal sama Nini. Harus mulai belajar ngatur waktu, ngatur keuangan & ngelawan ego diri sendiri.

Masa – masa awal sekolah penuh kejutan & penuh warna. Dari mulai ngefans sama salah seorang kakak kelas untuk jangka waktu yang lama (I’m crazy about him), mulai terbiasa begadang demi laporan praktikum, tugas, pe-er, persiapan ujian, membiasakan badan buat tetep fit walaupun harus praktikum dengan bahan – bahan kimia seharian penuh, pulang malem, belum lagi sebagai anak baru kita dapat ‘tugas’ sebagai tim paduan suara dari mulai pembukaan MOS yang dikenal dengan nama POSA (Pekan Orientasi Siswa Analis) yang bisa dibilang mirip sama OSPEK di Universitas, acara agustusan, sampai wisuda alumni setiap bulan September & pelantikan kami siswa baru sebagai anggota Persatuan Pelajar (PP) yang kalau di SMA disebut OSIS.

Mulai mengakrabi kebiasaan masyarakat yang baru aku temui, mulai mengakrabi hingar bingar macetnya Kota Bogor dengan sejuta angkot, mulai menghapal rute jalan, tempat – tempat umum kayak Mall, Toko Buku, Bioskop, Toko Asesoris, tempat kuliner yang ciamik sampai toko bahan kimia & alat gelas (biasanya di datengin tiap akhir semester untuk bertanggung jawab mengganti alat praktikum yang pecah/hilang sebagai alat inventaris di loker masing – masing).

Dari sini juga aku belajar mencuci baju sendiri & nyetrika karena dulu waktu di rumah, jarang dilakuin. Awal – awal sih setiap Sabtu sore, pasti pulang ke Bekasi bawa 1 tas penuh isi baju kotor buat di cuci di rumah & nanti minggu sore dibawa pulang lagi ke Bogor udah rapi. Tapi akhirnya lama – lama bisa juga dilakuin sendiri.

Masuk tahun kedua di SMAKBO, aku memutuskan untuk Kost di deket sekolah supaya bisa belajar bareng sama temen – temen & ngga cape pulang pergi ke rumah Nini yang jaraknya lumayan juga sih ke sekolah. Mulai punya temen deket yang bisa disebut Sahabat. Mulai dapet chemistry & ritme hidup sebagai murid SMAKBO yang ngga gampang dijalanin. Pelajaran tambah susah, dan seiring itu juga mulai berwarna cerita masa – masa ABG itu dengan naksir – naksiran sama Cowo yang ini, yang itu. Pacaran sama si Ini, putus lah, sedih lah, jadian lagi sama si Itu, putus lagi, sedih lagi. Ngalamin Long Distance Relationship (LDR) Bogor – Bekasi yang ketemunya bisa 2 minggu sekali atau 3 minggu sekali. Kenaikan tingkat juga menuntut tanggung jawab yang makin besar.

Mulai gaya lah dengan istilah – istilah diktat, jurnal, praktikum Mikrobiologi, Titrimetri, Gravimetri, Kimia Fisika, Analisis Instrumen, nama – nama bakteri, nama – nama bahan kimia, nama – nama organik & anorganik dari senyawa kimia, reaksi – reaksi kimia, rumus – rumus, belum lagi harus bergulat dengan tugas paper dari guru yang kadang, hmmm…killer-nya minta ampun. Mesti tepat waktu lah, minimal halamannya mesti sekian lah, nulisnya mesti berdasarkan EYD lah, jadi pelanggan tetap sebuah warnet untuk kepentingan tugas atau sekedar chatting, jadi akrab sama si abang tukang fotokopi karena saking seringnya nyambangin tempat fotokopian.

Memasuki tahun terakhir, gempuran lebih dahsyat lagi. Karena siswa kelas 4 (sekolah ku ini masa pendidikannya emang 4 tahun) harus melakukan Praktikum Kimia Terpadu dimana kita harus bikin suatu produk (bisa makanan,minuman,produk manufaktur) yang disebut Mensintesis & melakukan analisis terhadap produk yang udah kita buat tadi apakah layak & sesuai dengan SNI, lalu hasilnya di presentasikan di depan audiens & tim penguji. Itu mah yah, udah kaya mahasiswa lagi ngerjain tugas penelitian.

Muter –muter nyari literatur, dari mulai ke IPB, ke UI, sampai ke BSN (Badan Standar Nasional) buat nyari SNI tentang produk yang kita buat. Selesai dengan literatur, kita berkutat dengan resep untuk bikin produk itu. Kalau yang bikin produk makanan/minuman, ya jadi kaya anak tata boga deh….belanja bahan – bahannya, dimasak, uji coba gagal/ngga. Kalau pembuatan produk berhasil, mulai masuk ke tahap analisa keseluruhan yang mmm….kayak yang ada di bungkus – bungkus makanan, minuman atau prdoduk lainnya (ex : Kadar Protein, Kadar Karbohidrat, Bilangan Asam, Bilangan Penyabunan, kadar Logam Ca, Na, P, Mg, Jumlah Bakteri Kapang, Khamir,dsb). Kalau hasil analisa yang didapet masuk spesifikasi SNI pasti langsung lega & mulai masuk penyusunan laporan,pembuatan makalah & pembuatan presentasi. Tapi kalau ngga masuk spesifikasi SNI, harus ngerombak lagi dari awal,dari tahap sintesis. Belum lagi pembuatan laporan yang pasti dapet banyak revisi dari pembimbing. Ngeprint lagi,ngetik lagi,begadang lagi. Tapi justru itu yang serunya. Kerjasama, kebersamaan, dan kedekatan dengan teman sekelompok (yang biasanya berjumlah 3 atau 4 orang) makin berasa.

Semester genap tahun terakhir di kelas 4, kita harus Prakerin (Praktik Kerja Industri). Pisah sama temen karena beda tempat Prakerin. Ngadepin dunia kerja yang nyata. Masuk ke kantor,masuk Laboratorium, ketemu orang – orang baru yang notabene pasti lebih senior. Ngerasain atmosfer dunia kerja, belajar alat baru, metode baru, berkutat sama laporan yang ngga gampang, cari literatur sana sini, tanya sama alumni, konsultasi tiap minggu sama pembimbing di Sekolah, bikin materi presentasi, belum lagi laporan yang ternyata tebelnya minta ampun kayak skripsi anak kuliahan. Masa Prakerin biasanya sekitar 3 – 4 bulan. Diakhiri sama Sidang. Dimana kita harus mempresentasikan apa yang kita tuangkan di laporan berdasarkan hasil kerja kita selama Prakerin. Waktu itu, aku Prakerin di salah satu BUMN yang bergerak di bidang jasa analisis & sertifikasi di daerah Cibitung (sebut ngga ya?sebut aja deh….di PT SUCOFINDO), dan kebagian ditempatin di Laboratorium Mineral Ore Metal dengan judul laporan Prakerin “Perbandingan Analisis Kadar Pb dalam Batuan Galena (PbS) secara Gravimetri & Instrumen dengan Inductively Coupled Plasma Atomic Emision Spectrometer (ICP-AES)”.

Selesai sidang, kita tinggal menunggu saatnya wisuda (akhirnyaaa setelah 4 tahun). Masa – masa menjelang wisuda biasanya pada sibuk daftar masuk ke Perguruan Tinggi atau sibuk interview untuk langsung kerja. Angkatan ku, Angkatan 49 di wisuda tanggal 8 September 2007. Waktu di wisuda, aku sudah tercatat sebagai Analis QA di sebuah Perusahaan Swasta bidang Farmasi di daerah Pulomas (PT BINTANG TOEDJOE) sekaligus sebagai Mahasiswi jurusan Teknik Kimia Industri di Sekolah Tinggi Manajemen Industri Kementrian Perindustrian. Oh iya, 1 cerita tentang kampus ku, itu bisa dibilang Kakaknya SMAKBO. Karena sama – sama institusi pendidikan dibawah Kementrian Perindustrian.

Masa 4 tahun di Bogor selesai sudah. I’m coming home. 4 tahun yang begitu mengesankan. 4 tahun yang penuh cerita. 4 tahun yang penuh suka duka.

Cerita tentang Bogornya belum selesai….to be continue yaaaaaaaaaaa

4 thoughts on “.: Story of Bogor :. Part 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s