Gadis di bawah Payung


Langit mendung

Angin berhembus kencang

Aroma rintik hujan bercumbu dengan bau tanah

Ah….hujan turun lagi

***

Gadis itu masih terpaku ditempatnya

Ia diam

Matanya menatap nanar

Tubuhnya bergetar karena dingin

***

Hiruk pikuk di sekeliling

Lalu lalang orang di sekitar

Tak mampu menarik si gadis dari lamunan

***

Gadis di bawah payung

Menunggu pelanggan memakai jasanya

Dengan modal payung yang sudah usang

Dan suara yang nyaris serak

***

Air matanya menetes

Bercampur rintik hujan

Hatinya menjerit

Ketika tak sepeser rupiah pun ia genggam

***

Tubuhnya menggigil

Tidak hanya karena dingin

Tapi ia teringat adik – adiknya yang tengah lapar

Ibunya yang tengah didera sakit

***

Lalu ia berjalan gontai

Dengan sejuta lamunan

Dengan pilu yang tak terperi

***

Seketika dunianya menjadi gelap

Ia tak lagi kedinginan

Ia tak lagi menangis

Ketika dilihatnya,

Orang – orang ramai melihat tubuhnya telah terbujur

Tak berdaya di pinggir trotoar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s