Sembunyi


Hati yang gundah

Jiwanya resah

Hanya terpaku dalam kelam

Meringkuk di ujung malam

***

Sudut matanya selalu basah air mata

Bibirnya tak lagi mampu mengucap kata

Tubuhnya menggigil, tapi tidak dalam dingin

Hasratnya berkelana memendam ingin

***

Duhai malam, jangan beranjak

Belum puas rasanya aku mengecup sajak

Jangan lah dulu berganti pagi

Karena aku belum sanggup pergi

***

Aku ingin sembunyi

Sembunyikan hati yang pilu sendiri

Aku ingin sembunyi

Tapi kemudian hendak berlari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s