Meet My Old Friend


Siang itu aku ada janji ketemu dengan teman lama. Ya, teman lamaaaa sekali. Jam 10 aku berangkat menuju tempat yang sudah kami sepakati. Sedikit introducing teman lama ku ini. Kami ketemu 5 tahun lalu disalah satu event di Senayan. Awalnya tukeran nomor handphone untuk sekedar menjalin silaturahmi. Dari situ, kami komunikasi lewat Friendster (yang saat itu lagi booming). Lama hilang kontak karena beliau ini ganti nomor handphone. Ketemu lagi ketika aku mulai aktif di facebook. Itu pun ketemu ngga sengaja karena aplikasi friend finder via yahoo. Ternyata dia masih mengenali ku.

Berlanjutlah dari facebook ke YM. Ngobrol hal – hal yang biasa aja. Sekedar Tanya kabar, sibuk apa, atau ngebahas hal yang lagi jadi pemberitaan, sekedar ledekan ringan, sampai diskusi yang agak serius. Beliau ini adalah satu dari sekian teman dunia maya yang setia jadi teman ngobrol. Kadang jadi tempat berkeluh kesah. Pun, ketika aku dengan berani & nekatnya mau bikin komunitas, beliau yang pertama kali mendukung & jadi tempat Tanya ini itu. Bahkan, untuk soal ‘hati’, beliau mau jadi penasihat & motivator. Belakangan baru aku tahu, kalau beliau ini memang bercita – cita jadi pembicara & motivator seperti Mario Teguh. I know, you will.

Ok, jam 11 aku udah sampai di tempat yang ditentuin. Lumayan lama & agak senewen karena nomor hape-nya ngga bisa dihubungin. Hufftt setelah login YM, akhirnya baru deh beliau bilang kalau ditempatnya masih hujan, jadi tunggu reda sedikit. 1 jam kemudian, kami pun ketemu. Kayak mimpi, bisa ketemu sama orang yang biasanya Cuma ngobrol lewat chat YM atau Facebook. Aku agak ragu kalau obrolan kami akan rame seperti kalau lagi chatting.

Nyatanya, Susana ngobrol yang diselingin makan siang itu mengalir. Bener – bener mengalir. Dan, I’ve got more than I guess. Yes, He is. Dari hal kecil yang kami obrolin, itu bisa jadi sebuah filosofi yang dalem banget. Two thumbs up! Bener – bener amazing sekali. Aku sampai speechless.

Disiplin, optimis, berani, berpikiran positif, wawasan luas, dan mengendalikan emosi. Beliau terlihat cerddas & matang. Aku bener – bener seperti dapat pencerahan. Setiap orang punya bakat istimewa, tergantung bagaimana kita memanage-nya. Jangan pernah ragu.

Setelah 5 tahun Cuma chatting aja, siang itu kami bener – bener ngobrol langsung. He’s nice person. Semoga beliau ngga kapok ya ketemuan & ngobrol sama aku. Hehehehe

Oh iya, namanya Diar. Sosok bersahaja namun brillian. Anak muda dengan jiwa optimis & segudang cita – cita. Aku belajar banyak hal dari Diar. Dan Diar juga ngasih beberapa masukan yang awalnya dengan ngga enak hati dia sampein ke aku. Hhhhh…..siang yang penuh makna. Ngobrol & sharing akan membuka mata, hati & pikiran kita.

One thought on “Meet My Old Friend

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s