Mengais Serpihan Masa Lalu


Diiringi rintik gerimis, ditengah deru kendaraan & ramai teriakan.

Ada gelora yang lebih dahsyat disini, di dalam dada.

Hangat yang menjalar beradu dengan dingin yang menusuk.

Bukan hanya segenggam rindu yang kubawa.

Tapi selaksa makna dalam lirih rindu.

Bukan hanya untaian cinta.

Tapi kenangan akan kehangatan hati.

Dan ketika Tuhan memberikan ku detik yang sungguh ingin ku hentikan,

saat ku tatap binar matamu, getar relung kian bergema.

Ingin ku teriakan rindu, namun lidah jadi kelu.

Ingin ku katakan cinta, tapi kata jadi terbata. Hanya terucap lirih, asa kehilangan.

 

Posted with WordPress for BlackBerry.

2 thoughts on “Mengais Serpihan Masa Lalu

  1. echoo says:

    hahahaha… baru liat gw… ini kan tempat qt ketemuan kmaren… hahahaha….
    pantesan aja lo foto2… gw pikir kurang kerjaan… hahahahaha….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s