Journey to Merapi-cerita awal perjalanan


Jumat, 5 November udah aku tunggu2 dari seminggu yang lalu. Setelah menggalang bantuan dari temen2 & memberangkatkan 2 kloter bantuan lewat Mas Kika,aku siap berangkat ke Merapi.

Tiket pesawat Lion Air penerbangan jam 6 sore sudah ditangan. Ijin cuti hari Senin tanggal 8 Nov pun sudah dikantongi. Ijin pulang tengah hari di hari Jumat pun sudah di approve pak boss.

Jam setengah 1, dari kantor meluncur ke bandara. Begitu nyampe bandara,ternyata penerbangan ke Jogja dibatalkan. Damn!! Aku,Pak Toni & Bu Omah langsung naik taksi ke Gambir.

Sampe gambir,antrian untuk kereta Taksaka udah panjang banget. Itupun loket baru dibuka jam setengah 7.

Dalam antrian,aku ngobrol bareng Seorang Bapak yang mau jenguk putrinya di salah satu pesantren di Jogja, seorang Lelaki yang mau jenguk keluarganya. Kita sudah feeling ga akan dapet tiket.

Atas inisiatif Mas Verry, lelaki yang mau jenguk keluarganya itu,kami dapat tiket non seat,kereta Bima jam 5. Harga sama,yaaa walopun non seat,yg penting berangkat!!kar’na aku bawa bantuan untuk sodara2 di Jogja.

Dan, Subhanallah….Allah bener2 nunjukin kekuasaanNya….

Walaupun non seat,harus duduk ngampar di lorong kafetaria, tapi suasana antara penumpang akrab banget. Bahkan, mas verry membelikan kami makan malam, nasi & bistik.

God, I know you’ll protect me….

*to be continue

Posted with WordPress for BlackBerry.

3 thoughts on “Journey to Merapi-cerita awal perjalanan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s