Me vs Parents


Jangan anggap judul ini sebagai bentuk provokasi. Bukan itu tujuannya. Just share aja sesuatu yang pasti pernah dialami banyak orang. Me vs My Parents. Dalam artian,kita pasti pernah berbeda sikap,pandangan,keinginan atau bahkan tujuan hidup dengan apa yang dikehendaki oleh orang tua. Kalau sudah begitu, adu argumen, perang dingin, “gencatan senjata” pun ga bisa dihindarin.

Setiap orang tua pasti pingin yang terbaik untuk anaknya. tapi kadang,yang di-mau-in orang tua ga sama seperti yang kita -sebagai anak- mau. Bisa jadi “bahasa” orang tua dengan “bahasa kita ga sama. Atau cara penyampaiannya yang ga pas. Jadi maksudnya apaaa yang keterima apa.

Orang tua,kadang merasa selalu benar. Merasa harus selalu didengarkan sama anaknya. Nah, kita sebagai anak juga kadang punya sisi “egois” karena sudah merasa dewasa,merasa sudah tau,dan merasa ingin diakui. Ga ada yang salah. Kedua-duanya benar. Cuma emang harus di setting “gelombangnya” supaya pas.

Ketika intuisi kita ngga sejalan sama orang tua. Mungkin karena kita lahir dijaman yang berbeda dengan orang tua. Kebebasan & keterbukaan dalam berpikir jelas berbeda.

Gini, ketika saya berkeinginan & bercita-cita jadi enterpreneur, punya usaha sendiri, ngga kerja dibalik meja / kerja kantoran, pertentangan muncul dari orang tua. Menurut mereka, sukses itu ya kerja kantoran. Karena yang mereka lihat, I’m doing nothing. And the result is nothing.

Prahara & konflik mulai muncul. Ngejalanin usaha itu kan ngga gampang. Ada proses. Ada waktu. Ada jatuh bangun. Kadang, itu yang ngga dimengerti sama orang tua. Mengkaitkan semuanya dengan “kamu itu kan sarjana…” “Liat tuh si ini…begini…begini…bisa ini…bisa itu…”. Ga salah. Mungkin orang tua ingin memotivasi kita. Orang tua ingin kita “prove something” ke mereka.

Maka yang terjadi adalah, meminimalisir konflik sebisa mungkin. Inget, ridho Tuhan adalah ridho-nya orang tua. Saya, berusaha menjelaskan baik-baik sama mereka. Apa yang sebenarnya lagi dikerjain. Tujuannya apa. Apa-apa aja tahapannya. Kendalanya apa. Dan, untuk melunakan hati mereka,ya ikuti apa yang mereka mau. Jadi win-win solution.

Posted from Adyanti’s Device.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s