Gila-nya Persahabatan Saya Bersama Milanda


Saya & Milanda
Jaman SMP, anggota Paskibra

Let me guess, si Mimil pasti histeris ketawa-ketawa liat postingan ini, terutama bagian openingnya😀.

Saya dan Milanda, atau yang biasa dipanggil Mimil memang kenal sejak SMP. Kami bahkan bersahabat semenjak sama-sama aktif di ekskul Paskibra semasa SMP. Lama ngga ketemu dan kontak selepas lulus SMP, kami ketemu lagi ketika media sosial Facebook lagi booming. Namanya ketemu teman lama di Facebook, ya komunikasi seadanya aja. Just komen di status atau ketawa-ketawa ketika seorang teman posting foto jadul.

Kami ketemu tatap muka setelah sekian lama ngga ketemu itu, akhir Oktober 2010. Saat itu saya menggalang bantuan untuk korban Merapi bersama SeBUAI lewat media sosial. Saat itu Mimil datang untuk ikut partisipasi. Setelah pertemuan itu, Mimil rutin ikut kegiatan SeBUAI. Bahkan, karena mungkin udah kodratnya punya chemistry sama si Mimil, kami jadi lengket. Kemana-mana sama Mimil. Sebenernya sih ya karena tandem yang klik kadar kegilaan-nya, cuma sama Mimil ^^v.

Kedekatan yang tadinya karena sama-sama ngurusin SeBUAI, akhirnya lebih dai sekedar ikatan pertemanan biasa, atau partner kerja. Aku & Mimil bahkan pernah ada dalam satu keadaan harus memilih mau jadi apa. Kami bikin usaha bareng, EO & parsel. Walaupun agak mandek. Lalu Mimil memilih jalannya untuk punya usaha sendiri di bidang kuliner. Aku? Karena cintanya sama dunia Engineering ini, aku memilih tetap duduk di kursi kantoran. Tapi komunikasi aku & Mimil tetap jalan. Bahkan semakin rapat.

Pun ketika satu per satu teman di SeBUAI pergi, Mimil tetap ada di samping ku. Lebih dari sekedar teman. Aku & Mimil ngejalanin hari-hari yang ngga biasa. Luar biasa gilanya. Karena kami memang sama-sama doyan humor, jail dan kadang annoying. Cuma berdua aja, kami ini bisa ngobrol heboh, ketawa ngga jelas & kadang melakukan hal yang ngga masuk akal untuk perempuan se-usia kami. Kadang kami sering ke-gap pake baju yang motifnya mirip. Itulah kami.

Menyenangkan ketika berbagi waktu sama Mimil. Bertukar ide & pendapat. Ngga jarang kami gontok-gontokan karena beda pendapat. Saling melengkapi. Mimil tau bagaimana aku, dan tau kapan harus bagaimana menghadapi temannya yang rada emosian ini. Begitupun aku. Aku tau Mimil. Tau kapan harus bersikap, mengingat si Mimil rada sableng ^^v.

Buat kami, persahabatan ini memang ngga harus setiap saat ketemu. Tapi komunikasi yang terjalin tetap asik. Even kami ngga teleponan atau SMS-an. Pun ketika ada masalah, ngga perlu ribet. Masing-masing tau porsi & sadar diri. That’s what friends a for.

Curhat, nangis, sedih, ketawa, ngakak, ngehayal. Manis. Saling memberi. Saling menguatkan. Paket lengkap.

Satu yang selalu saya inget dari seorang Mimil. “Tuhan itu humoris. Selalu ada kejutan ngga terduga.”

Semoga kami akan makin solid. Ngurus SeBUAI & being a partner in crime.

Love You, Mil…………

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s