Posted in About My Job, Catatan Ku, Daily Activity, Galeri Foto

One day, when all of the personel are present

IMG_0936edit2

 

Ini momen langka. Ketika semua personil Engineering & Service Department hadir lengkap. Karena biasanya satu, dua, bahkan hampir hanya menyisakan 1 orang diruangan, pada pergi ke site. Kalimantan, Batam, Bandung, Cilacap, Palembang, dan sebagainya.

Makanya, begitu ‘ngeh kalau pagi ini personil lengkap, langsung sigap pasang posisi. Tau siapa yang motoin?. Yang mengabadikan gambar adalah Bapak Komisaris. Hebat kan?.

Semoga kami makin kompak.

Posted in About My Job, Catatan Ku, Daily Activity, Personal

Works like’re Playing

Iseng pingin nulis begitu. Seperti judul tulisan ini. Works like’re Playing. Bekerja seperti sedang Bermain. Kedengerannya kok kayak sok ya?. Tapi ngga. It’s depend on your mind.

work-smart

Ngga ada pekerjaan yang susah. Tapi ngga ada juga pekerjaan yang ngga bisa diselesaikan. Ngga ada pekerjaan yang berat. Yang ada mungkin kitanya yang belum tau selahnya, belum dapet ritmenya, belum tau bagaimana mengendalikannya. I said, it’s not easy. Saya pun belum mahir. Tapi sekali lagi, it’s depend on your mind.

Coba tanamkan, bahwa kamu menyukai pekerjaanmu. Kamu menikmati jam kerjamu.

Dan, jalani dengan legowo & lapang. Insya Allah, everything’s going right.

Kalaupun ada masalah, anggep aja kayak lagi main game, itu tantangan yang harus dilewatin. Kalau dimarahin atasan, anggep aja itu musuh yang harus dilawan. Make it simple. Sayang kan tenaga atau otaknya kalau dipake buat gerutu aja?. Dan, hati serta pikiran harus bersih. Jangan ada pikiran – pikiran “gelap”.

Sekali lagi, saya juga belum mahir. Kadang saya juga suka masih dumel, gerutu, kesel. Maka saya buat tulisan ini. Sebagai pengingat.

Work Smart. Enjoy Your Job. It’s depend on your mind.

Posted in About My Job, Catatan Ku, Personal

Sayonara….

 

One Last Day…

Sayonara,teman-teman….Maaf harus undur diri terlebih dahulu. Terima kasih atas waktu-waktu berharganya hampir setahun ini. Terima kasih atas ilmu & pembelajarannya.

Semoga persaudaraan kita tetap terjalin 🙂

Pak Agung, Pak Arnold, Pak Djoem, Pak Ratno atasan-atasan terbaik. Mba Aina, Mba Erika, Mba Puput, Mba Rasih, Teh Ucun like a sisterhood. Mas Ridwan, Mas Putut, Mas Vano, Mas Dedet like a brother. Mas Agus, Pak Amat, Pak Giman. I will miss you, all……….

Posted in About My Job, Catatan Ku

Mencoba Hal Baru, Siapa Takut?!

Ketika berhadapan dengan hal baru, kebanyakan dari kita pasti ngerasa takut, nervous, gugup, tiba-tiba nge-blank, bahkan ada beberapa orang yang bisa sampai sakit kalau nervous. Saya ngga tau itu wajar apa ngga. IMHO, wajar sih kalau ngerasa gugup atau nervous. Karena saya juga begitu.

Minggu ini di kantor, sudah harus mulai ‘berhadapan’ dengan klien. Dimulai dari phone session, make an appointment, ketemu, dan make a deal. Nah, buat saya, kesemuanya itu hal baru. Saya nervous banget walaupun kemarin itu baru roleplay untuk phone session. Saya berpikir, apa iya saya bisa. Nanti harus ngomong apa. Kalau ngga bisa nanti gimana.

Bagian tersulit adalah memulai sesuatu. Tapi ketika kita sudah tahu bagaimana memulainya, bagian tersulit adalah berhenti. – Adyanti, 23 tahun.

Dan saya membuktikannya. Ketika diserahi list klien perusahaan, saya masih nervous dan belum kebayang mau ngomong apa. And then, saya mulai. Menelepon. Bicara. Dan, belajar sambil mengaplikasikan jurus-jurus berkomunikasi. Ngga terasa, klak klik klak klik, telepon sana sini, eehhhh weekly plan saya sudah terisi. Amazing!! . Saya aja ngga percaya. Beneran, abis itu rasanya kayak nyandu. Pingin nyoba lagi. Memperbaiki kekurangan.

Jadi, ketika ketemu hal-hal baru,jangan parno duluan #note4myself. Coba dulu. Yakin deh, setelahnya akan nemuin banyak hal baru yang kita gak akan sangka. Hal-hal yang menyenangkan. Menambah wawasan & pengalaman kita.

Semakin banyak belajar hal-hal baru, makin kaya pengalaman & wawasan kita.

Posted in About My Job, Catatan Ku

My 1st Plant Visit

Setelah minggu kemarin training tentang product knowledge, selasa kemarin aku & temen-temen Engineer diajak berkunjung ke salah satu customer perusahaan kami, sebuah pabrik besi di daerah kawasan industri pulogadung. Ngga kebayang awalnya. Pas sampe sana, Masha Allah……bener-bener amaze banget.

Beruntung pas kami dateng tuh bisa liat semua proses dari awal sampe akhir. Dari mulai scrap,atau bahan baku peleburan besi siap-siap masuk ‘dapur’ untuk dilebur, proses ‘masak’nya, besi cair yang panasnya 1800 derajat C dituang ke ladle/ember pengangkut, terus dituang ke tandish untuk dicetak, kemudian besi-besi tersebut dipotong sesuai kebutuhan dengan pisau yang guedeee banget.

Asli, panas, debu, kotor. Hampir semua pekerja disana adalah laki-laki. Jadi yaaa cukup bangga juga sebagai perempuan bisa ‘main-main’ ditempat kayak gitu. Peleburan besi bukan suatu proses yang gampang. Banyak hal mesti diperhatikan, terutama keselamatan & kesehatan para pekerja, juga masyarakat sekitar pabrik.

Kunjungan pabrik ini buat tau aplikasi produk perusahaan. Supaya tau gitu dilapangannya kayak gimana. Jadi ngga cuma dibayangin aja. Ini baru 1 pabrik peleburan besi. Masih ada beberapa pabrik serupa yang jadi klien kantor. Belum peleburan logam lain, kayak Aluminium dsb. Huwaaa kebayang serunya. Apa produk perusahaannya? REFRACTORY. Brick & Castable. For Heat Processing Industry.

I’m so excited. Udah gitu, i’m the only one women in Engineer Team. Yang dua adalah para lelaki yang umurnya lebih senior daripada aku & sudah pada berkeluarga. Berasa jadi adik paling kecil deh.

Gaya Dulu ahhh....
Kelakuan..... 🙂
Posted in About My Job, Catatan Ku

1 Semester terlewati

1 semester terlewati. Dengan susah payah,lika-liku,warna-warni,suka maupun duka. Sebenernya agak janggal ya ngitung 1 semester dimulai dari pertengahan tahun. Iya,awal baru hidupku dimulai bulan Mei 2011 ini. Dan November 2011 pas 6 bulan. Jadi ya pas 1 semester kan?

Sebenernya kalau dibilang spesial,ngga juga. Lebih tepatnya 1 semester yang penuh pengalaman & pelajaran. Kenapa? Karena tepat bulan Mei 2011 kemarin aku memutuskan resign dari kantor. Dan memilih fokus mengurus kegiatan sosial & belajar menjadi enterpreneur.

Tapi ternyata ngga gampang. Gini loh,buat orang seperti aku & kebanyakan orang lainnya yang terbiasa ‘ngantor’,rutin gajian,dan ada di zona aman,terus tiba-tiba ngga berada di zona aman itu,luaarr biasa repotnya. Terutama soal financial.

Waktu itu,keputusan resign didasari beberapa hal. Terutama untuk menyelesaikan kuliah. Hal lain,karena aku di push untuk handle kegiatan sosial ku & ‘ditarik’ untuk jadi enterpreneur. Waktu itu sudah di plot program-programnya & bisnis seperti apa yang akan dijalankan.

Karena 1 dan lain hal,seiring berjalannya waktu, ada hal-hal yang ngga berjalan sesuai target. Mulailah kelimpungan. Aku memang masih single, jadi tuntutan tanggung jawab untuk keluarga nyaris ngga ada. Justru tanggung jawab terhadap kegiatan sosial & “anak-anak” ku yang jadi fokus.

Berbagai cobaan & rintangan datang silih berganti. Dari mulai ‘ditinggal’ beberapa teman yang selama ini membantu, bisnis & program yang ngga berjalan sesuai target, sampai timbul beberapa persoalan keluarga, relasi, dan lain-lain.

Aku ngga punya pengalaman & memang belum siap untuk menghadapi berbagai persoalan yang terjadi. Tapi Tuhan Tidak Tidur. DIA Maha Mengetahui. Pelan tapi pasti, aku mengumpulkan sisa tenaga & kepercayaan. Terhadap semua hal.

That’s what friends a for. Mila, yang menggandeng & mempercayai aku untuk berbisnis parsel. Yuli,Ilham,Wina yang kemudian bersama aku & Mila sedang “belajar” merintis bisnis bersama. Mas Wisnu yang membantu konsultasi. Dan Mas Fitra yang selalu siaga mendengar cerita,ga cape menasehati & membantu.

Selalu ada jalan di setiap kesusahan. Dan 1 semester terlewati. Perjalanan masih panjang. Masih ada semester-semester berikutnya yang jauh lebih berat. Semoga Tuhan senantiasa melapangkan jalan. Bukan untuk ku pribadi,tapi untuk orang-orang yang membutuhkan,untuk anak-anak yang perlu dibantu, & untuk kita semua. Amiin.

Posted from Adyanti’s Device.

Posted in About My Job, Catatan Ku, Uncategorized

Learn to be an Enterpreneur

Sebenernya dulu ga pernah ada cita-cita jadi enterpreneur ato semacamnya. Tapi karena mungkin banyak kenal sama orang-orang yang punya bisnis sendiri,ada semacam motivasi untuk membuktikan diri kalau aku bisa. Walaupun awalnya ga yakin,bingung mau bisnis apa,dan mulai darimana.

Berawal di bulan Agustus 2011 kemarin. Tercetus ide untuk bisnis parsel,maklum udah deket Lebaran waktu itu. Bareng sama Milanda, my besties. Kita coba-coba bikin katalog, promo via SocMed,promo ke temen-temen. Alhamdulillah,ada order dari salah satu perusahaan. Waktu itu pesenannya 17 paket parsel.

Akhirnya,ketagihan untuk bener-bener jalanin bisnis. Bareng sama Milanda,kita coba untuk bikin EO,WO dan tetep jalanin parsel. God works in misterious ways. Ada tawaran untuk gabung sama sebuah CV supaya legal. Wooww. Amazing.

Kalo ditanya,modalnya apa sampe berani mau bisnis?emang kuliahnya kemarin ambil jurusan apa?udah jadi Sarjana kok ga kerja kantoran?

Jawabannya cuma senyum. Pendidikan formal emang perlu,tapi ga bisa jadi penentu kita mau jadi apa. Modalnya apa? 1. Kemauan 2. Niat 3. Fokus 4. Semangat 5. Sungguh-sungguh 6. Doa 7. Ikhtiar.

Sekarang memang belum apa-apa. Tapi insya Allah akan jadi sesuatu. Bukan cuma buat diri sendiri. Tapi juga untuk anak-anak asuh di rumah belajar. Untuk SeBUAI juga.

Bismillah….

Posted in About My Job, Artikel, Catatan Ku

.: Diatas Langit Masih Ada Langit :.

Kenapa diatas langit masih ada langit?

Itu sekedar kiasan. Bahwa diatas orang yang mengaku dirinya pemimpin & berkuasa,masih ada yang lebih berkuasa. Jabatan hanya asesoris di dunia. Ngga kekal. Ngga abadi. Itu Cuma titipan. Tapi kenapa yah orang yang merasa dirinya pemimpin atau penguasa & merasa berkuasa, terlihat seolah begitu bangga dengan asesorisnya itu. Dia merasa bahwa dirinya paling. Paling hebat. Paling pintar. Paling tahu segalanya. Kadang juga merasa paling rupawan. Dan perasaan dikuasai nafsu paling – paling itulah yang membuat dia lupa daratan. Lupa bahwa (mungkin) dia dulu juga pernah jadi bawahan / pesuruh. Lupa bahwa apa yang dia punya, dia pakai itu hanya titipan. Lupa bahwa masih ada yang jauh lebih berkuasa daripada dia, yaitu Allah SWT. Si dia, yang merasa menjadi pemimpin & berkuasa lantas akan bertindak semena – mena, melakukan segala sesuatu sekehendaknya sendiri, bahkan mungkin ‘menindas’ menjadi hal yang menyenangkan untuknya. Walaupun ngga semua Pemimpin & Penguasa seperti itu, tapi kebanyakan yaaaa begitu.

Sebenernya, Pemimpin itu apa sih?

Pemimpin (Boss, Ketua, Presiden, Manager, Owner,dsb), hanya sebutan untuk orang yang berkuasa.

Ya, itu hanya jabatan. Bukan berarti mutlak menjadikan dirinya penguasa. Justru itu menjadi sebuah tanggung jawab besar. Karena ia harus mampu memimpin & mengayomi. Memimpin anak buah / bawahannya agar tim kerjanya kompak & mencapai hasil yang memuaskan. Mengayomi, atau melindungi anak buah / bawahannya dalam artian, melindungi keselamatan di tempat kerja dengan membuat kebijakan keselamatan & kesehatan lingkungan kerja, melindungi bisa juga dalam artian, memberikan semua hak para anak buah / bawahan sehingga mereka merasa hak – haknya dijamin. Bukan malah menindas, merampas / menahan hak, berbuat semena – mena tanpa memikirkan nasib & perasaan para bawahannya.

Continue reading “.: Diatas Langit Masih Ada Langit :.”