Posted in Catatan Ku, Love Story

There is always a FIRST TIME

gloomy

 

 

 

 

 

 

 

Ya.

There is always a first time.

Selalu ada pertama kalinya. Apapun itu.

Ada pertama kali ketika tiba didunia setelah 9 bulan dalam rahim Ibu.

Ada pertama kali ketika menangis, belajar duduk, merangkak, berdiri, berjalan, berlari, bicara, bernyanyi.

Ada pertama kali ketika merasa jatuh cinta. Entah pada orang yang tepat atau tidak.

Ada pertama kali ketika patah hati.

Ada pertama kali ketika perasaan cinta tidak berbalas.

Ada pertama kali ketika cinta tidak direstui. 

Ada pertama kali mucul perasaan tidak nyaman ketika ditanya “kapan menikah?”

Ada pertama kali timbul iri hati melihat orang lain bahagia dengan pasangan dan kehidupannya.

Ada pertama kali perasaan sedih dan putus asa ketika tak juga dipertemukan dengan jodoh. Atau tak jua direstui.

Ada pertama kali rasa ingin menyerah pada keadaan.

Ada pertama kali merasa sudah tidak ada keinginan apapun.

Ada pertama kali…..pertama kali mungkin menjadi yang terakhir.

Entahlah.

Advertisements
Posted in Catatan Ku, Love Story, Puisi

Sang Lelaki…

bad-black-and-white-couple-hold-hand-love-favim-com-160916

Dia,

Yang berdiri dibelakang cahaya

Dengan senyum dan tatapan hangat

Mengawasi setiap gerakku

Dia,

Yang selalu hadir dengan pelukan hangat

Ciuman manis

Dan segala kasih yang menyejukan

Dia,

Yang tanpa banyak bertanya

Tapi mampu menenangkan

Saat hujan atau pun kemarau

Dia,

Sang Lelaki

Yang hadir dengan Cinta

Tanpa pesona semu

Dia…

Dia yang menghadirkan kesejukan

Setelah lara berkepanjangan

Dia,

Yang tetap menanti

Walau tahu, jalan ini tak mudah

Posted in Catatan Ku, Love Story, Personal, Puisi

Cinta itu Berjuang

images (9)

 

 

Cinta itu berjuang…..

Berjuang menaklukan ego diri sendiri. Berjuang melawan rasa ke-aku-an. Berjuang mengendalikan emosi.

Sendiri?

Tidak.

Kedua pihak harus sama-sama berjuang.

Berjuang untuk sama-sama mencapai tujuan. Berjuang untuk tetap ingat pada cita-cita yang sama. Berjuang untuk saling menguatkan. Berjuang agar rasa yang ada terus terpelihara. Berjuang agar perjalanan yang dilalui tidak sia-sia.  Berjuang untuk berdua.

Mudah?

Tidak mudah tentunya.

Berjuang untuk sama-sama belajar mengendalikan emosi, diri, dan menempatkan hati dalam ritme yang sama.

Berjuang untuk sesuatu yang memang pantas diperjuangkan. Dan memantaskan diri agar pantas untuk diperjuangkan.

 

 

Posted in Catatan Ku, Love Story, Personal

Apapun, Kamu….

 

2265178329_9c46dbbd53

 

 

Setiap Cerita punya keunikan tersendiri.
Setiap Cerita juga memberikan banyak pelajaran bagi yang menjalani.

Susah, senang, bahagia, tangis. Pertemuan, perpisahan. Kesetiaan, Perselingkuhan.

Apapun, wajib disyukuri. Jika indah pada akhirnya, dijagalah, karena Tuhan sudah memberikan nikmat Cinta yang Maha Dahsyat. Jika tidak indah pada akhirnya, bersyukurlah, setidaknya Tuhan sudah pernah memberikan Cinta.

Apapun kisahku, aku tau, kamu hadir untuk melengkapinya.

Posted in Catatan Ku, Love Story, Personal, Puisi

Diam

 

Kau Diam,

Ketika aku bicara

Ketika aku marah

Ketika aku masih berusaha peduli

 

Kau Diam,

Mungkin berpikir

Mungkin butuh tenang

Mungkin mencari cara

 

Diam

Tanpa kata

Tanpa usaha

 

Dan aku pun memilih diam

Untuk membiasakan diri

Dalam diam mu

Yang tak lagi butuh kita

Posted in Catatan Ku, Love Story, Personal, Puisi

Lara Hati

Sekali ini saja, aku baru sadar. Apa kabar Hati?. Apa aku terlalu acuh, atau terlalu larut dalam euforia. Aku lupa. Sampai ketika ia merintih. Lirih dalam tangis. Terpojok dalam lara tanpa suara. Aku tersadar. Ada bagian yang terluka. Disini. Didalam hati. Hatiku.

Aku ingin bicara. Tapi rupanya kata per kata tak sampai. Ataukah kita terlalu beda dalam menterjemahkan isi hati dan pikiran?. Aku marah. Tapi tak bisa teriak.

Aku bimbang dalam diam mu. Diam mu yang membuat semua menjadi abu-abu. Apakah tempat ku masih di sisimu?.

Kita telah sama-sama melangkah. Kita telah sama-sama menetapkan tujuan. Haruskah kembali lagi ke awal?

Hatiku masih terus meraung. Menggedor-gedor jiwamu. Namun kau tetap dalam kesunyian. Air mata telah habis. Aku mulai lelah. Lelah menghadapi diam mu. Aku lelah dalam lirih. Aku nelangsa.

Aku abaikan hati kala cintamu mendekap. Aku serahkan separuh hati yang aku miliki, yang luka lamanya pun belum sembuh benar. Dan kini, aku tersadar ada luka baru disana. Hatiku kian menjerit. Ku dekap separuh hati ini. Aku tak rela ia tersakiti lagi.

Mengapa kau datang dengan cinta, jika kau hanya diam membisu?

Mengapa kau hanya diam, kala aku meronta dalam lara hati?