Posted in About My Job, Catatan Ku, Daily Activity, Personal

Works like’re Playing

Iseng pingin nulis begitu. Seperti judul tulisan ini. Works like’re Playing. Bekerja seperti sedang Bermain. Kedengerannya kok kayak sok ya?. Tapi ngga. It’s depend on your mind.

work-smart

Ngga ada pekerjaan yang susah. Tapi ngga ada juga pekerjaan yang ngga bisa diselesaikan. Ngga ada pekerjaan yang berat. Yang ada mungkin kitanya yang belum tau selahnya, belum dapet ritmenya, belum tau bagaimana mengendalikannya. I said, it’s not easy. Saya pun belum mahir. Tapi sekali lagi, it’s depend on your mind.

Coba tanamkan, bahwa kamu menyukai pekerjaanmu. Kamu menikmati jam kerjamu.

Dan, jalani dengan legowo & lapang. Insya Allah, everything’s going right.

Kalaupun ada masalah, anggep aja kayak lagi main game, itu tantangan yang harus dilewatin. Kalau dimarahin atasan, anggep aja itu musuh yang harus dilawan. Make it simple. Sayang kan tenaga atau otaknya kalau dipake buat gerutu aja?. Dan, hati serta pikiran harus bersih. Jangan ada pikiran – pikiran “gelap”.

Sekali lagi, saya juga belum mahir. Kadang saya juga suka masih dumel, gerutu, kesel. Maka saya buat tulisan ini. Sebagai pengingat.

Work Smart. Enjoy Your Job. It’s depend on your mind.

Advertisements
Posted in Catatan Ku, Personal

Mungkin Belum Waktunya

alone,b,w,composition,feeling,girl,landscape,photographer,photography,sad,silhouette,sky,woman-be5265a8fa1d626ab637491dbc7a3cd2_m

Sudah berapa lama saya tidak bercumbu dengan kata & imaji disini?

Mungkin lebih dari 3 atau 4 bulan. Entah. Mungkin rumah imajinasi saya ini sudah berdebu, banyak sarang laba-laba, bocor disana-sini, atau karatan, mungkin cat di dindingnya sudah pudar.

Dan saya masih belum bisa dapat jawaban, kenapa saya “lupa” singgah disini?.

Saya rasa, saya terlalu sibuk dengan urusan pekerjaan sehingga ketika saya punya waktu untuk rehat, saya biasanya memilih untuk terlelap. Atau mungkin juga karena saya sedang bingung bergulat dengan diri sendiri & hati saya.

Saya bahkan sampai lupa posting disini tentang excited-nya saya bisa pergi ke Barcelona & Swiss dalam rangka tugas kantor. Saya lupa cerita tentang “adik” baru dikantor, tentang betapa “aje gilenya” kerjaan saya.

Lalu pagi ini saya tersadar, ketika sebuah Event muncul di Facebook saya. Untuk kesekian kalinya, undangan pernikahan. Saya tertegun. Seakan, ada sebuah perasaan yang mengaduk-aduk dan berkecamuk. Saya tidak mampu menahan. Dan saya butuh pelampiasan. Maka, saya buka kembali pintu rumah imajinasi saya ini.

Saya tidak menghitung sudah berapa banyak kawan saya yang menuju ke pelaminan. Tapi saya yakin, banyak. Jangan tanya berapa, saya tidak hapal. Apalagi menilik usia saya dan kawan sepantaran, yang tahun ini akan genap 25 tahun, sudah pasti ini adalah masanya dimana mereka akan mulai membuka lembaran baru.

Lalu saya?

Saya masih disini, begini.

Mungkin belum waktunya untuk saya. Masih menunggu giliran.

Posted in Catatan Ku, Love Story, Personal, Puisi

Cinta itu Berjuang

images (9)

 

 

Cinta itu berjuang…..

Berjuang menaklukan ego diri sendiri. Berjuang melawan rasa ke-aku-an. Berjuang mengendalikan emosi.

Sendiri?

Tidak.

Kedua pihak harus sama-sama berjuang.

Berjuang untuk sama-sama mencapai tujuan. Berjuang untuk tetap ingat pada cita-cita yang sama. Berjuang untuk saling menguatkan. Berjuang agar rasa yang ada terus terpelihara. Berjuang agar perjalanan yang dilalui tidak sia-sia.  Berjuang untuk berdua.

Mudah?

Tidak mudah tentunya.

Berjuang untuk sama-sama belajar mengendalikan emosi, diri, dan menempatkan hati dalam ritme yang sama.

Berjuang untuk sesuatu yang memang pantas diperjuangkan. Dan memantaskan diri agar pantas untuk diperjuangkan.

 

 

Posted in Catatan Ku, Personal

Berita Duka Sebagai Pengingat

condolences

Kemarin, saya menerima empat kabar duka sekaligus dalam satu hari. 3 diantaranya adalah berita duka meninggalnya orang tua teman saya. 3 orang teman saya kehilangan orang tua yang dicintainya. Dan satu lagi adalah kabar nenek saya yang anfal.

Setiap saya menerima kabar duka tentang meninggalnya seseorang, baik orang tua teman, saudara jauh, atau siapapun, saya selalu terhanyut. Entah kenapa, saya selalu mencoba menyelami kedukaan orang – orang yang ditinggalkan. Dan seketika, saya selalu ada dititik, seandainya saya jadi dia. Seandainya saya yang kehilangan. Rasanya, siapapun tidak akan pernah siap.

Kepergian orang yang dicintai, apalagi orang tua, adalah hantaman berat untuk setiap anak. Saya, cukup tahu diri. Dengan keadaan saya yang masih sangat manja & bergantung pada orang tua, saya tidak akan siap jika harus ditinggal. Maka, setiap ada kabar duka, saya selalu memperhatikan kondisi orang yang berduka. Ekspresi wajah, bahasa tubuh, cara bicara, isi pembicaraan.

Mencoba mencari kekuatan dalam diri yang sedang berduka. Dan, saya belajar banyak pada mereka. Mencoba berempati pada keadaan yang sedang berduka.

Berita duka sebagai pengingat. Bahwa harus lebih banyak bersyukur, bahwa saat ini saya masih punya orang tua yang lengkap. Bersyukur bahwa masih ada orang tua yang mengawasi, memeluk, dan membimbing. Berita duka sebagai pengingat, bahwa kapanpun, tanpa ada seorang pun yang tahu, apa yang kita cintai akan kembali kepada Sang Pemilik Hidup.

Turut bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas kepergian Ibunda Rijal Hakiki, Ayahanda Tirsa Amalia, dan Ibunda Rani Cahyani.

Semoga Nenek saya juga lekas sembuh.

Posted in Catatan Ku, Love Story, Personal

Apapun, Kamu….

 

2265178329_9c46dbbd53

 

 

Setiap Cerita punya keunikan tersendiri.
Setiap Cerita juga memberikan banyak pelajaran bagi yang menjalani.

Susah, senang, bahagia, tangis. Pertemuan, perpisahan. Kesetiaan, Perselingkuhan.

Apapun, wajib disyukuri. Jika indah pada akhirnya, dijagalah, karena Tuhan sudah memberikan nikmat Cinta yang Maha Dahsyat. Jika tidak indah pada akhirnya, bersyukurlah, setidaknya Tuhan sudah pernah memberikan Cinta.

Apapun kisahku, aku tau, kamu hadir untuk melengkapinya.

Posted in Catatan Ku, Personal, Sejuta Buku Untuk Anak Indonesia, Social Activity

Bukan Lingkaran Yang Sama

Lagi. Rasanya saya sudah menuliskan hal yang sama. Tentang ini. Saya ngga ingin berkeluh-kesah, tapi ini luar biasa mengganggu pikiran saya. Berbulan-bulan.

Segala sesuatunya, pasti akan dipandang dengan cara berbeda oleh setiap orang. Tapi ngga jarang, ada beberapa orang yang punya pemikiran sama. Lalu kita sebut saja, mereka ada dalam 1 lingkaran. Tapi bukan ngga mungkin kemudian akan ada yang keluar dari lingkaran.

apa sih?

Entah perasaan apa yang saya rasakan saat ini. Yang jelas, saya sedikit kecewa, marah, dan rindu. Dengan mereka. Orang-orang yang sebelumnya berteriak semangat, berbagi harapan, punya banyak rencana. Bukan untuk kami. Tapi untuk mereka, yang kurang beruntung.

Tidak bisa dipaksakan. Menggeluti hal yang sifatnya sosial, tidak semua orang ingin, bisa atau mau tahu. Tidak semua. It’s all about passion. Maka, saya tidak bisa menggugat kalau kemudian beberapa dari kawan-kawan saya yang memilih mundur teratur, lari dengan langkah seribu, atau tanpa pamit. Alasan tidak punya waktu, tidak dapat ijin kekasih, atau memang tanpa alasan sudah biasa saya dengar hampir tiga tahun ini.

Kadang, saya ingin bantah semua alasan itu. Saya, teman-teman lain yang masih mau ikut urus, bahkan orang lain yang bantu walau dari jarak jauh/bukan bantu tenaga juga sibuk. Tapi bukan menyalahkan waktu. Kembali lagi, itu pribadi masing-masing. Saya hargai mereka yang mau bantu. Tapi lama kelamaan, semakin berkurang. Saya kehilangan sahabat perjuangan. Sakitnya seperti patah hati.

Memang tidak bisa dipaksakan.

Ini bukan sekedar impian saya, teman-teman yang peduli saja. Tapi tanggungjawab kita kepada orang lain yang membutuhkan.

Posted in Catatan Ku, Personal

Sailor Moon….!!

Saya bangga menjadi bagian dari generasi 90an. Karena jaman itu, banyak hal yang bagus-bagus, bahkan bisa dibilang jadi legend sampe sekarang. Musik tahun 90an, tetep masih the best sekarang. Film anak-anak atau kartun jaman 90an, jangan ditanyaaa…..TOP!! Coba sebutin film anak-anak jaman sekarang yang bisa dibilang bagus?? Hampir ngga ada. Permainanan anak-anak jaman 90an pun bisa dibilang masih melegenda sampe sekarang.

Dulu, jaman saya kecil,sore dan minggu pagi adalah waktunya duduk manis di depan TV. Apa? Nonton kartun atau serial anak-anak.

Yang paling membekas buat saya adalah, Sailor Moon. Dulu ditayangin di Indosiar. Saya penggemar berat Sailor Moon. Sampai sekarang. Dulu saya suka nebeng baca komiknya sama Om saya, yang usianya beda 7 tahun. Kalo nonton serialnya, ngga bisa diganggu.

Dulu bahkan, saya sampai hapal karakter & kekuatannya. Sekian waktu, mungkin agak lupa. Tapi tetep mendarah daging (tsaaaaaaaaaaaahhhh). Saya sampe ngubek-ngubek toko buku demi koleksi lengkap Komik-nya. Tapi sampe sekarang nihil. Saya berburu DVD atau VCD originalnya, nihil. Huwaaaaaaaaaaaaaaa mesti cari kemana…??? T_T

Sekarang cuma bisa nikmatin videonya dari youtube & soundtrack-nya yang saya download dari youtube.

Sailor Moon, Sailor Merkuri, Sailor Mars, Sailor Jupiter, Sailor Venus, Sailor Neptunus, Sailor Uranus, Sailor Pluto, Sailor Saturnus, Tuksedo Bertopeng, Luna.