Posted in Catatan Ku, Love Story, Puisi

Sang Lelaki…

bad-black-and-white-couple-hold-hand-love-favim-com-160916

Dia,

Yang berdiri dibelakang cahaya

Dengan senyum dan tatapan hangat

Mengawasi setiap gerakku

Dia,

Yang selalu hadir dengan pelukan hangat

Ciuman manis

Dan segala kasih yang menyejukan

Dia,

Yang tanpa banyak bertanya

Tapi mampu menenangkan

Saat hujan atau pun kemarau

Dia,

Sang Lelaki

Yang hadir dengan Cinta

Tanpa pesona semu

Dia…

Dia yang menghadirkan kesejukan

Setelah lara berkepanjangan

Dia,

Yang tetap menanti

Walau tahu, jalan ini tak mudah

Posted in Catatan Ku, Love Story, Personal, Puisi

Cinta itu Berjuang

images (9)

 

 

Cinta itu berjuang…..

Berjuang menaklukan ego diri sendiri. Berjuang melawan rasa ke-aku-an. Berjuang mengendalikan emosi.

Sendiri?

Tidak.

Kedua pihak harus sama-sama berjuang.

Berjuang untuk sama-sama mencapai tujuan. Berjuang untuk tetap ingat pada cita-cita yang sama. Berjuang untuk saling menguatkan. Berjuang agar rasa yang ada terus terpelihara. Berjuang agar perjalanan yang dilalui tidak sia-sia.  Berjuang untuk berdua.

Mudah?

Tidak mudah tentunya.

Berjuang untuk sama-sama belajar mengendalikan emosi, diri, dan menempatkan hati dalam ritme yang sama.

Berjuang untuk sesuatu yang memang pantas diperjuangkan. Dan memantaskan diri agar pantas untuk diperjuangkan.

 

 

Posted in Catatan Ku, Love Story, Personal

Apapun, Kamu….

 

2265178329_9c46dbbd53

 

 

Setiap Cerita punya keunikan tersendiri.
Setiap Cerita juga memberikan banyak pelajaran bagi yang menjalani.

Susah, senang, bahagia, tangis. Pertemuan, perpisahan. Kesetiaan, Perselingkuhan.

Apapun, wajib disyukuri. Jika indah pada akhirnya, dijagalah, karena Tuhan sudah memberikan nikmat Cinta yang Maha Dahsyat. Jika tidak indah pada akhirnya, bersyukurlah, setidaknya Tuhan sudah pernah memberikan Cinta.

Apapun kisahku, aku tau, kamu hadir untuk melengkapinya.

Posted in Catatan Ku, Love Story, Personal, Puisi

Diam

 

Kau Diam,

Ketika aku bicara

Ketika aku marah

Ketika aku masih berusaha peduli

 

Kau Diam,

Mungkin berpikir

Mungkin butuh tenang

Mungkin mencari cara

 

Diam

Tanpa kata

Tanpa usaha

 

Dan aku pun memilih diam

Untuk membiasakan diri

Dalam diam mu

Yang tak lagi butuh kita

Posted in Catatan Ku, Love Story, Personal, Puisi

Lara Hati

Sekali ini saja, aku baru sadar. Apa kabar Hati?. Apa aku terlalu acuh, atau terlalu larut dalam euforia. Aku lupa. Sampai ketika ia merintih. Lirih dalam tangis. Terpojok dalam lara tanpa suara. Aku tersadar. Ada bagian yang terluka. Disini. Didalam hati. Hatiku.

Aku ingin bicara. Tapi rupanya kata per kata tak sampai. Ataukah kita terlalu beda dalam menterjemahkan isi hati dan pikiran?. Aku marah. Tapi tak bisa teriak.

Aku bimbang dalam diam mu. Diam mu yang membuat semua menjadi abu-abu. Apakah tempat ku masih di sisimu?.

Kita telah sama-sama melangkah. Kita telah sama-sama menetapkan tujuan. Haruskah kembali lagi ke awal?

Hatiku masih terus meraung. Menggedor-gedor jiwamu. Namun kau tetap dalam kesunyian. Air mata telah habis. Aku mulai lelah. Lelah menghadapi diam mu. Aku lelah dalam lirih. Aku nelangsa.

Aku abaikan hati kala cintamu mendekap. Aku serahkan separuh hati yang aku miliki, yang luka lamanya pun belum sembuh benar. Dan kini, aku tersadar ada luka baru disana. Hatiku kian menjerit. Ku dekap separuh hati ini. Aku tak rela ia tersakiti lagi.

Mengapa kau datang dengan cinta, jika kau hanya diam membisu?

Mengapa kau hanya diam, kala aku meronta dalam lara hati?

Posted in Catatan Ku

Berhenti di kamu

Iya,kayak judul lagunya Anji. Sebenernya udah dari lama suka sama lagu itu. Suka sama lirik dan musiknya. Tapi ga tau kenapa seminggu belakangan makin keranjingan lagu itu. Ngerasa kok daleemm bener. Ngena dihati.

Dan yah,kenangan itu memang indah. Ngga akan gampang buat hilang. Tapi ngga boleh terjebak sama kenangan. Cukup dinikmati sesaat.

Berhenti di kamu. Seharusnya sih ngga boleh. Artinya ngga move on donk. Iya kalo ngga bertepuk sebelah tangan. Lah kalo bertepuk sebelah tangan,kesian donk….berhenti aja gitu ga kemana-mana. Sementara yang ditujunya udah melanglangbuana entah kemana.

Posted from WordPress for Android

Posted in Catatan Ku

Mantan pacar,bukan calon suami.

Mantan pacar.
Artinya orang yang pernah jadi pacar.
Pacar.
Orang yang pernah begitu dekatnya. Mengisi kehidupan dan cerita kita.
Kalau sudah jadi mantan pacar,artinya sudah ngga bareng lagi. Cerita yang udah pernah terjadi hanya sejarah,bagian dari masa lalu. Indah. Tapi udah lewat.

Calon suami.
Orang yang akan mendampingi kita di kehidupan yang akan datang. Belum pasti memang. Namanya juga baru jadi calon. Kalau udah ijan qabul,dan dinyatakan sah,ya statusnya meningkat jadi suami.

Mantan pacar bukan calon suami. Ya iyalah. Kan mantan pacar udah putus. Udah ngga ada hubungan lagi. Lain cerita kalau mantan pacar,balikan atau nyambung lagi terus nikah ya.

Nah,yang bikin repot dan menguras emosi adalah,ketika mantan pacar itu punya cerita yang waktunya lamaaaaa banget,sampai ada rencana untuk ke level lebih tinggi,eh terus putus. Udah gitu,si mantan ini punya kriteria dan spesifikasi calon mantu yang nyaria sempurna dimata orang tua dan keluarga. Binit bebet bobot. Walaupun yang dia punya adalah milik orang tuanya.

Kenapa repot dan menguras emosi? Ketika pasangan kita sekarang yang kita harapkan jadi calon suami ternyata tidak seperti si mantan.

Ya jelas ngga akan sama. I mean,dimata orang tua tidak seperti bayangan yang diinginkan. Istilahnya ngga masuk spek. Karena yang masih ada di otak orang tua adalah si mantan tadi.

Mungkin orang tua lupa. Bahwa setiap orang berbeda. Punya cerita dan latar belakang sendiri-sendiri. Nobody’s perfect.

Jodoh,rejeki,dan hidup seseorang sudah ada yang mengatur. Sang Maha Cinta. Itu aja kok pegangannya.

Posted in Catatan Ku

Percakapan Hati | Cinta tanpa embel-embel

Cinta tanpa embel-embel. Iya,artinya tidak perlu ada tanda * seperti di iklan-iklan yang artinya (syarat dan ketentuan berlaku) atau (selama persediaan masih ada).

Yang aku tahu,cinta adalah saling mengasihi,menghargai,menjaga,menyayangi,menghormati dengan tulus,ikhlas dan sepenuh hati.

Tidak ada embel-embel berapa materi yang dipunya,tingkat pendidikan apa,orang tuanya pejabat dimana.

Cukup lah mengenal latar belakang keluarga,kehidupan,agama dan memastikan bahwa dia baik.

Toh,segala yang terjadi pada cerita hidup manusia adalah kuasa Sang Maha Hidup. Pertemuan,rasa, Tuhan sudah mengatur. Begitu juga rejeki dan harta, Tuhan sudah menakarnya. Tidak akan tertukar.

Tapi cinta tanpa embel-embel tenyata tidak mudah. Ketika langkahnya terhenti pada restu orang tua.

Posted from WordPress for Android