Posted in About My Job, Catatan Ku

Chaos at Work

Me & Engineer Team

 Narsis di jam kantor. Diantara para cowo-cowo yang membuat saya terlihat feminin

Ini perusuh kantor

 

Advertisements
Posted in Catatan Ku

Terima Kasih, 2011

Menjelang tutup tahun 2011….

Terima kasih,2011……..rasanya banyak banget hal baik & manis di 2011… kenangan, tantangan, pelajaran, anugerah yang bikin saya ngga berhenti mengucap syukur…..Allah Maha Baik….selalu penuh kejutan….

Cerita hidup manusia ngga ada yang bisa nebak….

Terima kasih 2011…..banyak juga hal pahit, sedih, marah, kehilangan & sakit yang dirasa. Itu jadi bagian dari cerita kehidupan saya sebagai manusia yang masih terus belajar.

2011 diawali dengan 1 tahunnya SeBUAI….tapi perlahan banyak teman-teman yang beranjak pergi. Ada yang pergi, ada yang datang. Bertemu dengan banyak orang yang membantu, memberi semangat, mengajari banyak hal. Memutuskan resign dari salah satu perusahaan BUMN terbesar, mencoba menjadi enterpreneur, menyelesaikan kuliah sampai akhirnya diwisuda, dan di penghujung 2011 kembali ngantor sebagai Engineer,demi mengaplikasikan ilmu di bangku kuliah & membahagiakan Mama Papa.

Akhir 2011, tepat 3 tahun lalu berpisah dengan seorang yang pernah lama hadir, 8 tahun dalam kehidupan saya. Bahkan sudah ada persiapan untuk menikah di 2009 awal. Tapi apa daya, akhir 2008 malah pisah. Manusia boleh berencana, Tuhan yang menentukan. Alhamdulillah sekarang sudah sembuh 🙂 . Insya Allah Tuhan sudah memberi gantinya.

Rasanya juga, terlalu panjang kalau saya sebutkan nama-nama yang begitu berarti untuk kehidupan saya di 2011. Satu yang pasti, saya begitu kehilangan & sangat merindukan Mas Wahid, si anak rantau yang sudah kembali ke kampung halamannya & menjadi guru di pedalaman Kalimantan. Terima Kasih buat Mas Wida & Mimil yang masih setia mendampingi saya. Juga Mas Fitra, atas perhatian & waktu-waktu berharganya.

Terima kasih 2011…. Semoga keadaan akan semakin baik di 2012….

Banyak hal yang harus segera dimulai & diselesaikan di 2012…..

Posted in About My Job, Catatan Ku

Mencoba Hal Baru, Siapa Takut?!

Ketika berhadapan dengan hal baru, kebanyakan dari kita pasti ngerasa takut, nervous, gugup, tiba-tiba nge-blank, bahkan ada beberapa orang yang bisa sampai sakit kalau nervous. Saya ngga tau itu wajar apa ngga. IMHO, wajar sih kalau ngerasa gugup atau nervous. Karena saya juga begitu.

Minggu ini di kantor, sudah harus mulai ‘berhadapan’ dengan klien. Dimulai dari phone session, make an appointment, ketemu, dan make a deal. Nah, buat saya, kesemuanya itu hal baru. Saya nervous banget walaupun kemarin itu baru roleplay untuk phone session. Saya berpikir, apa iya saya bisa. Nanti harus ngomong apa. Kalau ngga bisa nanti gimana.

Bagian tersulit adalah memulai sesuatu. Tapi ketika kita sudah tahu bagaimana memulainya, bagian tersulit adalah berhenti. – Adyanti, 23 tahun.

Dan saya membuktikannya. Ketika diserahi list klien perusahaan, saya masih nervous dan belum kebayang mau ngomong apa. And then, saya mulai. Menelepon. Bicara. Dan, belajar sambil mengaplikasikan jurus-jurus berkomunikasi. Ngga terasa, klak klik klak klik, telepon sana sini, eehhhh weekly plan saya sudah terisi. Amazing!! . Saya aja ngga percaya. Beneran, abis itu rasanya kayak nyandu. Pingin nyoba lagi. Memperbaiki kekurangan.

Jadi, ketika ketemu hal-hal baru,jangan parno duluan #note4myself. Coba dulu. Yakin deh, setelahnya akan nemuin banyak hal baru yang kita gak akan sangka. Hal-hal yang menyenangkan. Menambah wawasan & pengalaman kita.

Semakin banyak belajar hal-hal baru, makin kaya pengalaman & wawasan kita.

Posted in About My Job, Catatan Ku

My 1st Plant Visit

Setelah minggu kemarin training tentang product knowledge, selasa kemarin aku & temen-temen Engineer diajak berkunjung ke salah satu customer perusahaan kami, sebuah pabrik besi di daerah kawasan industri pulogadung. Ngga kebayang awalnya. Pas sampe sana, Masha Allah……bener-bener amaze banget.

Beruntung pas kami dateng tuh bisa liat semua proses dari awal sampe akhir. Dari mulai scrap,atau bahan baku peleburan besi siap-siap masuk ‘dapur’ untuk dilebur, proses ‘masak’nya, besi cair yang panasnya 1800 derajat C dituang ke ladle/ember pengangkut, terus dituang ke tandish untuk dicetak, kemudian besi-besi tersebut dipotong sesuai kebutuhan dengan pisau yang guedeee banget.

Asli, panas, debu, kotor. Hampir semua pekerja disana adalah laki-laki. Jadi yaaa cukup bangga juga sebagai perempuan bisa ‘main-main’ ditempat kayak gitu. Peleburan besi bukan suatu proses yang gampang. Banyak hal mesti diperhatikan, terutama keselamatan & kesehatan para pekerja, juga masyarakat sekitar pabrik.

Kunjungan pabrik ini buat tau aplikasi produk perusahaan. Supaya tau gitu dilapangannya kayak gimana. Jadi ngga cuma dibayangin aja. Ini baru 1 pabrik peleburan besi. Masih ada beberapa pabrik serupa yang jadi klien kantor. Belum peleburan logam lain, kayak Aluminium dsb. Huwaaa kebayang serunya. Apa produk perusahaannya? REFRACTORY. Brick & Castable. For Heat Processing Industry.

I’m so excited. Udah gitu, i’m the only one women in Engineer Team. Yang dua adalah para lelaki yang umurnya lebih senior daripada aku & sudah pada berkeluarga. Berasa jadi adik paling kecil deh.

Gaya Dulu ahhh....
Kelakuan..... 🙂