Posted in Catatan Ku

Aku & Buku

image
PR yang menunggu

Rasanya udah lama banget ngga beli buku bacaan pribadi. Kemarin iseng-iseng ke gramedia,sebenernya bingung mau beli yang mana. Dan akhirnya,tiga buku ini yang masuk kantong belanjaan.

Posted from WordPress for Android

Advertisements
Posted in Catatan Ku

Me vs Parents

Jangan anggap judul ini sebagai bentuk provokasi. Bukan itu tujuannya. Just share aja sesuatu yang pasti pernah dialami banyak orang. Me vs My Parents. Dalam artian,kita pasti pernah berbeda sikap,pandangan,keinginan atau bahkan tujuan hidup dengan apa yang dikehendaki oleh orang tua. Kalau sudah begitu, adu argumen, perang dingin, “gencatan senjata” pun ga bisa dihindarin.

Setiap orang tua pasti pingin yang terbaik untuk anaknya. tapi kadang,yang di-mau-in orang tua ga sama seperti yang kita -sebagai anak- mau. Bisa jadi “bahasa” orang tua dengan “bahasa kita ga sama. Atau cara penyampaiannya yang ga pas. Jadi maksudnya apaaa yang keterima apa.

Orang tua,kadang merasa selalu benar. Merasa harus selalu didengarkan sama anaknya. Nah, kita sebagai anak juga kadang punya sisi “egois” karena sudah merasa dewasa,merasa sudah tau,dan merasa ingin diakui. Ga ada yang salah. Kedua-duanya benar. Cuma emang harus di setting “gelombangnya” supaya pas.

Ketika intuisi kita ngga sejalan sama orang tua. Mungkin karena kita lahir dijaman yang berbeda dengan orang tua. Kebebasan & keterbukaan dalam berpikir jelas berbeda.

Gini, ketika saya berkeinginan & bercita-cita jadi enterpreneur, punya usaha sendiri, ngga kerja dibalik meja / kerja kantoran, pertentangan muncul dari orang tua. Menurut mereka, sukses itu ya kerja kantoran. Karena yang mereka lihat, I’m doing nothing. And the result is nothing.

Prahara & konflik mulai muncul. Ngejalanin usaha itu kan ngga gampang. Ada proses. Ada waktu. Ada jatuh bangun. Kadang, itu yang ngga dimengerti sama orang tua. Mengkaitkan semuanya dengan “kamu itu kan sarjana…” “Liat tuh si ini…begini…begini…bisa ini…bisa itu…”. Ga salah. Mungkin orang tua ingin memotivasi kita. Orang tua ingin kita “prove something” ke mereka.

Maka yang terjadi adalah, meminimalisir konflik sebisa mungkin. Inget, ridho Tuhan adalah ridho-nya orang tua. Saya, berusaha menjelaskan baik-baik sama mereka. Apa yang sebenarnya lagi dikerjain. Tujuannya apa. Apa-apa aja tahapannya. Kendalanya apa. Dan, untuk melunakan hati mereka,ya ikuti apa yang mereka mau. Jadi win-win solution.

Posted from Adyanti’s Device.

Posted in About My Job, Catatan Ku

1 Semester terlewati

1 semester terlewati. Dengan susah payah,lika-liku,warna-warni,suka maupun duka. Sebenernya agak janggal ya ngitung 1 semester dimulai dari pertengahan tahun. Iya,awal baru hidupku dimulai bulan Mei 2011 ini. Dan November 2011 pas 6 bulan. Jadi ya pas 1 semester kan?

Sebenernya kalau dibilang spesial,ngga juga. Lebih tepatnya 1 semester yang penuh pengalaman & pelajaran. Kenapa? Karena tepat bulan Mei 2011 kemarin aku memutuskan resign dari kantor. Dan memilih fokus mengurus kegiatan sosial & belajar menjadi enterpreneur.

Tapi ternyata ngga gampang. Gini loh,buat orang seperti aku & kebanyakan orang lainnya yang terbiasa ‘ngantor’,rutin gajian,dan ada di zona aman,terus tiba-tiba ngga berada di zona aman itu,luaarr biasa repotnya. Terutama soal financial.

Waktu itu,keputusan resign didasari beberapa hal. Terutama untuk menyelesaikan kuliah. Hal lain,karena aku di push untuk handle kegiatan sosial ku & ‘ditarik’ untuk jadi enterpreneur. Waktu itu sudah di plot program-programnya & bisnis seperti apa yang akan dijalankan.

Karena 1 dan lain hal,seiring berjalannya waktu, ada hal-hal yang ngga berjalan sesuai target. Mulailah kelimpungan. Aku memang masih single, jadi tuntutan tanggung jawab untuk keluarga nyaris ngga ada. Justru tanggung jawab terhadap kegiatan sosial & “anak-anak” ku yang jadi fokus.

Berbagai cobaan & rintangan datang silih berganti. Dari mulai ‘ditinggal’ beberapa teman yang selama ini membantu, bisnis & program yang ngga berjalan sesuai target, sampai timbul beberapa persoalan keluarga, relasi, dan lain-lain.

Aku ngga punya pengalaman & memang belum siap untuk menghadapi berbagai persoalan yang terjadi. Tapi Tuhan Tidak Tidur. DIA Maha Mengetahui. Pelan tapi pasti, aku mengumpulkan sisa tenaga & kepercayaan. Terhadap semua hal.

That’s what friends a for. Mila, yang menggandeng & mempercayai aku untuk berbisnis parsel. Yuli,Ilham,Wina yang kemudian bersama aku & Mila sedang “belajar” merintis bisnis bersama. Mas Wisnu yang membantu konsultasi. Dan Mas Fitra yang selalu siaga mendengar cerita,ga cape menasehati & membantu.

Selalu ada jalan di setiap kesusahan. Dan 1 semester terlewati. Perjalanan masih panjang. Masih ada semester-semester berikutnya yang jauh lebih berat. Semoga Tuhan senantiasa melapangkan jalan. Bukan untuk ku pribadi,tapi untuk orang-orang yang membutuhkan,untuk anak-anak yang perlu dibantu, & untuk kita semua. Amiin.

Posted from Adyanti’s Device.

Posted in Catatan Ku

Belajar CorelDraw X5

Rekor nih hari ini seharian didepan laptop ngutak-ngatik blog & coreldraw. Ceileehh gaya ya segala mainan corel?

Ceritanya nyoba-nyoba belajar bikin katalog,nyaris ditinggal itu kerjaan. Tapi kok malah penasaran ya. Yo wes,dilanjutin sampe selesai.

Selesai sama katalog,pingin nyoba bikin header buat blog. Eh ternyata bisa 🙂 . Ngga jago kok…cuma tingkat pemula yang masih ngga tau apa-apa.

Menurut beberapa orang,feel ku untuk desain lumayan. Catatan, feel untuk liat & ngomentarin loh ya. Karena biasanya kalau perlu bikin desain apa,aku selalu minta temen yang emang bisa desain.

Aku jelasin maunya kayak gimana,kayak apa bentuknya,dan koreksi hasilnya 🙂 hehehe. Dan menurut temen-temen yang memang bisa desain,feel ku bagus,kenapa ga sekalian aja belajar desain,gitu kata mereka.

Entah ya,mungkin emang ga bakat nge-gambar dari jaman SD,bahkan sampe kuliah dapet yang namanya pelajaran Gambar Teknik. Kaku banget gitu kalo disuruh gambar.

Tapi,haaa ternyata mengasyikan banget menjelajah coreldraw…ketagihan!!

Posted in About My Job, Catatan Ku, Uncategorized

Learn to be an Enterpreneur

Sebenernya dulu ga pernah ada cita-cita jadi enterpreneur ato semacamnya. Tapi karena mungkin banyak kenal sama orang-orang yang punya bisnis sendiri,ada semacam motivasi untuk membuktikan diri kalau aku bisa. Walaupun awalnya ga yakin,bingung mau bisnis apa,dan mulai darimana.

Berawal di bulan Agustus 2011 kemarin. Tercetus ide untuk bisnis parsel,maklum udah deket Lebaran waktu itu. Bareng sama Milanda, my besties. Kita coba-coba bikin katalog, promo via SocMed,promo ke temen-temen. Alhamdulillah,ada order dari salah satu perusahaan. Waktu itu pesenannya 17 paket parsel.

Akhirnya,ketagihan untuk bener-bener jalanin bisnis. Bareng sama Milanda,kita coba untuk bikin EO,WO dan tetep jalanin parsel. God works in misterious ways. Ada tawaran untuk gabung sama sebuah CV supaya legal. Wooww. Amazing.

Kalo ditanya,modalnya apa sampe berani mau bisnis?emang kuliahnya kemarin ambil jurusan apa?udah jadi Sarjana kok ga kerja kantoran?

Jawabannya cuma senyum. Pendidikan formal emang perlu,tapi ga bisa jadi penentu kita mau jadi apa. Modalnya apa? 1. Kemauan 2. Niat 3. Fokus 4. Semangat 5. Sungguh-sungguh 6. Doa 7. Ikhtiar.

Sekarang memang belum apa-apa. Tapi insya Allah akan jadi sesuatu. Bukan cuma buat diri sendiri. Tapi juga untuk anak-anak asuh di rumah belajar. Untuk SeBUAI juga.

Bismillah….