Posted in Catatan Ku, Sejuta Buku Untuk Anak Indonesia

Periksa Gigi & Kedatangan Google Indonesia di RBMM

Sabtu, 2 April 2011

 

 

jam 8 pagi aku sudah stay di Rumah Belajar Mutiara Mandiri. Terlihat beberapa anak sudah hilir mudik. Mereka antusias sekali. Hari itu akan diadakan pemeriksaan gigi gratis oleh Bu drg. Vegi & kawan. Siangnya Tim Google Indonesia juga akan datang.

 

Sambil menunggu bu dokter datang,aku mengajak anak-anak mewarnai gambar,membaca majalah & bercerita. Saat itu,ngga tampak sedikitpun rasa takut di wajah mereka. Aku tenang,karena kalau sampai ada yang takut,bukan ngga mungkin temannya akan ikutan takut. Waduh,bisa bahaya kan.

Continue reading “Periksa Gigi & Kedatangan Google Indonesia di RBMM”

Advertisements
Posted in Artikel, Catatan Ku, Sejuta Buku Untuk Anak Indonesia

BeBlog,SeBUAI,Ibote & Anak-anak Rumah Baca Mutiara Mandiri

Kaget & Shock waktu saya dateng ke tempat acara di Kantor RW 01 Dusun Jati Bulak, Jati Mulya, Tambun Selatan minggu sore kemarin. Kenapa??  Beberapa jam yang lalu saya pulang dari tempat itu masih kosong, nah waktu saya datang lagi, loh kooo udah banyak banget anak – anak kecil & ibu – ibu yang berkumpul. Kedatangan saya langsung disambut Ibu Omah & Pak Toni. Saya langsung siap – siap di dalam kantor RW sambil terus SMS-an sama temen – temen lain yang masih OTW ke TKP.

Jam 4 lewat 15, acara dimulai dengan penampilan Marawis dari Remaja Putri. Disusul penampilan anak – anak Mutiara Mandiri yang bernyanyi & membaca pusi diiringi permainan gitar, jimbe & biola. Suasana makin meriah waktu Huda Magic, si pesulap tampil. Anak – anak berkali – kali mengeluarkan kata “wooww”….terus tepuk tangan. Senang sekali rasanya bisa membuat mereka gembira.

Jam 5 lewat, rombongan yang membawa konsumsi datang. Pak Rawi, Mba Mila, Mba Anggi, Mba Irma. Setelah sebelumnya Pak Aris & Pak Amril lebih dulu standby. Mas Yulef malah datang dari sebelum acara dimulai. Temen – temen SeBUAI, Arief & Mas Wahid memang dari siang ikut cek & ricek ke TKP, disusul kedatangan Ka Joko, Imat, dan Pita. Anak – anak Ibote juga datang (Om Ferdi, thnx spanduknya). Continue reading “BeBlog,SeBUAI,Ibote & Anak-anak Rumah Baca Mutiara Mandiri”

Posted in Artikel, Catatan Ku, Sejuta Buku Untuk Anak Indonesia

Semangat Belajar dalam Keadaan Apa Adanya

Senin sore,hampir maghrib. Saya menyusuri jalan kalimalang dari arah UNISMA. Berbaur bersama ratusan pengendara motor lainnya. Terjebak kemacetan. Sementara teman saya, Arief mengemudikan motor, saya duduk manis di boncengan sambil sesekali melihat jam di tangan. Melewati lampu merah tol timur, handphone saya bunyi

“saya tunggu di depan Sumi Asih ya Mba Ady”


Sampai di depan PT Sumi Asih,saya sudah di tunggu oleh Pa Toni. Dari situ,saya dibawa Pa Toni menyusuri gang sempit di samping PT Sumi Asih. Di tempat seperti inilah,kehidupan masyarakat yang sebenarnya. Menjelang maghrib,anak-anak berlarian menuju musholla yang yah,kalau ngga mau dibilang kecil,kita sebut saja apa adanya. Aroma-aroma khas pemukiman padat tercium.  Saya juga melewati tempat pemancingan. Dan, sungguh kontras. Anak-anak menuju musholla, sementara ngga sedikit juga laki-laki dewasa yang masih asik mancing sambil merokok ataupun sekedar kongkow-kongkow.

Setelah cukup jauh melewati rumah-rumah padat penduduk,melihat dengan nyata kehidupan yang sebelumnya mungkin saya ngga tau,saya sampai di depan rumah petak. Dengan pagar bambu yang sudah hampir rubuh. Ada pohon-pohon yang tumbuh tak terurus. Lalu saya diajak masuk. Hmmm…..rumah petak,4 pintu. Di cat warna hijau muda yang sudah hampir pudar. Atapnya sudah pada bolong. Saya melewati 2 pintu pertama,dan di persilahkan masuk di pintu ketiga. Apa yang saya lihat? Continue reading “Semangat Belajar dalam Keadaan Apa Adanya”

Posted in Catatan Ku, Sejuta Buku Untuk Anak Indonesia

Kebersamaan di SeBUAI

Awalnya masih pada malu-malu karena baru kenal. Itupun karena aku ‘paksa’ untuk pada terlibat di kegiatan SeBUAI. Arief, yang emang udah sobat dari SD, tiap malem minggu aku tarik ke rumah buat nemenin bikin proposal,konsep kegiatan,tiap minggu anter jemput wara-wiri kegiatan SeBUAI. Pokoknya,kalo ada apa-apa ya Arief yang jadi tameng ku buat nganter kesana-kesini. Selain Arief,otak awal berdirinya SeBUAI juga ada Pa Harun yang ngebimbing & ngebuka jalan.

Pionir awal setelah arif & Pa harun, ada Mas Wahid, Anggri, sama Fai yang dipaksa sama Mama ku buat ikut kegiatan ini. Mereka bertiga itu anak buah Mama ku di kantor. Hehehe thnx a lot Mom 😉 . Terus ada Putri, yang ini mah soulmate ku. Dulu bareng-bareng sekolah di Bogor, terus satu kampus, dan sekarang satu tempat kerja ;-). Ada Ka Joko,temen kerja di kantor yang lama,yang aku paksa juga buat ikutan. Ada Nake,temen SMP yang tertarik ikut karena liat di FB. Ada dimas, yang dipaksa ikut karena Putri aku paksa ikut. Ada Edi & Lia yang ikutan di SeBUAI setelah ketemu di amprokan blogger. Kiki & Pita,yang ikut karena promosinya Arief. Ade kembar ku pun ngga lepas dari acara ‘pemaksaan’ ikut di SeBUAI. Amprokan di SeBUAI, awalnya ngga kenal siapa kamu,siapa dia. Ngobrol masih seperlunya. Bingung mau ngomongin apa. Yang ada cuma sekedar basa-basi aja. Continue reading “Kebersamaan di SeBUAI”