Posted in Catatan Ku, Puisi

Aku,Hujan, dan Kenangan

Hujan….
Ada bulir kenangan
Pada tiap tetes yang turun
Ada kamu disitu

***

Aku
Ada penantian tak terbatas
Pada setiap langkah dan doa
Ada harap disini

***

Kamu
Ada jarak yang tak terukur
Pada setiap jengkal jejak mu
Ada hati yang tak bisa terjangkau

***

Dan setiap hujan turun
Hanya ada aku dan kenangan
Ada kamu
Dalam setiap hela napas dan air mata

Posted with WordPress for BlackBerry.

Advertisements
Posted in Catatan Ku, Puisi

Mengais Serpihan Masa Lalu

Diiringi rintik gerimis, ditengah deru kendaraan & ramai teriakan.

Ada gelora yang lebih dahsyat disini, di dalam dada.

Hangat yang menjalar beradu dengan dingin yang menusuk.

Bukan hanya segenggam rindu yang kubawa.

Tapi selaksa makna dalam lirih rindu.

Bukan hanya untaian cinta.

Tapi kenangan akan kehangatan hati.

Dan ketika Tuhan memberikan ku detik yang sungguh ingin ku hentikan,

saat ku tatap binar matamu, getar relung kian bergema.

Ingin ku teriakan rindu, namun lidah jadi kelu.

Ingin ku katakan cinta, tapi kata jadi terbata. Hanya terucap lirih, asa kehilangan.

 

Posted with WordPress for BlackBerry.

Posted in Catatan Ku

.: Story of Bogor :. Part 1

Bogor?Yah Bogor. Kenapa Bogor yang aku angkat jadi tema tulisan kali ini? Karena Bogor adalah salah satu historical city for me. Aku lahir di Bogor, 22 tahun silam. Ngga lama memang,karena umur 40 hari aku dibawa pulang ke Bekasi. Tapi Nenek, tante, om, dan sepupu ku ada disana. Walaupun darah Sundanese begitu kental di tubuhku, aku yaa hehehehe kurang fasih kalau diajak ngomong pake bahasa sunda. Sedikit – sedikit sih bisa.

Banyak hal terjadi bertahun – tahun kemudian di Bogor. Dulu sih mungkin sebulan 2 kali aku ke Bogor buat nengok Nenek atau yang biasa aku panggil Nini. Waktu lebaran adalah saat yang ditunggu – tunggu buat pulang kampung ke Bogor (atau ngungsi lebih tepatnya). Udaranya yang segar, airnya yang dingin jadi sensasi tersendiri buat ku kala itu.

Tepat tahun 2003 pertengahan, Mama mendaftarkan aku di sebuah Sekolah Kejuruan Analis Kimia yang namanya Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor (SMAKBO) setelah aku lulus SMP. Awalnya ngga mau, karena belum pernah kepikiran untuk tinggal jauh dari orang tua. Tapi takdir berkata lain. Aku diterima di sekolah itu. Mama seneng bukan main, karena secara beliau juga lulusan dari SMAKBO tahun 1983. Dan awal Juli 2003, resmilah aku hijrah ke Kota Hujan ini. Continue reading “.: Story of Bogor :. Part 1”

Posted in Artikel, Catatan Ku

Guatemala’s Hole

Badai tropis Agatha yang menerjang ibukota Guatemala akhir pekan lalu menghadirkan sebuah lubang raksasa, nyaris membentuk satu lingkaran penuh. Lubang itu berdiameter 20 meter dan berkedalaman hampir 30 meter. Lubang tersebut menganga di sebuah perempatan jalan di Guatemala City.

Warga di sekitar perempatan jalan itu mengungsi ke kawasan terdekat. Namun, para ahli geologi terus berdatangan. Geologis mengatakan, bentuk sirkular yang terbentuk itu menyerupai bentuk gua bawah tanah. Namun, apa penyebab sesungguhnya hingga terbentuk lubang tersebut masih menjadi misteri.

Lubang tersebut terbentuk Sabtu pekan lalu dan “memakan” sebuah pabrik pakaian. Lokasi lubang baru itu terletak dua kilometer dari lubang serupa yang terbentuk tiga tahun lalu. Lubang yang tercipta pada 2007 menewaskan tiga orang dan menelan beberapa rumah di kawasan yang sama.

Satpam pabrik beruntung karena dia telah meninggalkan pabrik untuk pulang ke rumahnya yang terkena banjir akibat hujan lebat yang dibawa badai Agatha. Badai yang menerjang Amerika Tengah tersebut menewaskan sedikitnya 180 orang. Beberapa warga yakin kalau satu atau dua orang telah hilang, tetapi otoritas mengatakan tidak ada korban tewas dilaporkan Continue reading “Guatemala’s Hole”

Posted in Catatan Ku, Puisi

Dan ketika angan tampak semakin kabur

Aku pernah membayangkan indah pelangi sehabis hujan,,,,
merasakan kehangatan dalam pesona romantisnya sang gerimis,,,,,
ku rasa firdaus sudah di depan mata,,,,
mimpi itu dalam genggaman,,,,

Ketika perlahan asa semakin pupus,,,,
sedih & tangis hadir tiada hapus,,,,
lalu kemana perginya aroma firdaus??

Dan aku semakin sepi,,,,
dalam rintih tangis,,,,
dalam dingin & pilu,,,,,

Hati & Jiwaku mengembara,,,,
Lepas,,,,
angan tentangnya semakin kabur,,,
kar’na ia semakin tak terengkuh,,,,

Kini,ku tatap miris pelangi sehabis hujan,,,,
ku tenggelam dalam tangis menyayat saat sang gerimis menyapa,,,,

Dan ketika angan tampak semakin kabur,
aku tahu,,,,bahwa dia selalu disini,,,,
di hati,,,,,