Posted in Catatan Ku, Puisi

Aku, Imaji & Air Mata

Aku kembali menjumpai dunia khayal ku malam ini karena hati ku masih gundah. Semakin gundah. Lalu, jari – jari tangan ku kembali bercumbu dengan tuts keyboard. Tapi apa yang harus ku tulis? Cukup lama aku hanya menatap layar monitor. Lalu ku coba merangkai kata per kata. Ku tulis menjadi kalimat,yang mungkin entah, aku sendiri tak mengerti maknanya.

Aku bebaskan imaji ku melanglang buana. Entah, dia memilih ruang & waktu yang mana. Agak lama ketika akhirnya tersaji potongan-potongan gambar. Yang mulanya tanpa pola. Lalu perlahan, mulai tergambar jelas. Tentang warna. Tentang melodi. Tentang udara. Tentang senyum. Ah, iya. Aku ingat senyum itu. Senyum yang selalu ku rindu. Continue reading “Aku, Imaji & Air Mata”