Posted in Catatan Ku

Me vs Parents

Jangan anggap judul ini sebagai bentuk provokasi. Bukan itu tujuannya. Just share aja sesuatu yang pasti pernah dialami banyak orang. Me vs My Parents. Dalam artian,kita pasti pernah berbeda sikap,pandangan,keinginan atau bahkan tujuan hidup dengan apa yang dikehendaki oleh orang tua. Kalau sudah begitu, adu argumen, perang dingin, “gencatan senjata” pun ga bisa dihindarin.

Setiap orang tua pasti pingin yang terbaik untuk anaknya. tapi kadang,yang di-mau-in orang tua ga sama seperti yang kita -sebagai anak- mau. Bisa jadi “bahasa” orang tua dengan “bahasa kita ga sama. Atau cara penyampaiannya yang ga pas. Jadi maksudnya apaaa yang keterima apa.

Orang tua,kadang merasa selalu benar. Merasa harus selalu didengarkan sama anaknya. Nah, kita sebagai anak juga kadang punya sisi “egois” karena sudah merasa dewasa,merasa sudah tau,dan merasa ingin diakui. Ga ada yang salah. Kedua-duanya benar. Cuma emang harus di setting “gelombangnya” supaya pas.

Ketika intuisi kita ngga sejalan sama orang tua. Mungkin karena kita lahir dijaman yang berbeda dengan orang tua. Kebebasan & keterbukaan dalam berpikir jelas berbeda.

Gini, ketika saya berkeinginan & bercita-cita jadi enterpreneur, punya usaha sendiri, ngga kerja dibalik meja / kerja kantoran, pertentangan muncul dari orang tua. Menurut mereka, sukses itu ya kerja kantoran. Karena yang mereka lihat, I’m doing nothing. And the result is nothing.

Prahara & konflik mulai muncul. Ngejalanin usaha itu kan ngga gampang. Ada proses. Ada waktu. Ada jatuh bangun. Kadang, itu yang ngga dimengerti sama orang tua. Mengkaitkan semuanya dengan “kamu itu kan sarjana…” “Liat tuh si ini…begini…begini…bisa ini…bisa itu…”. Ga salah. Mungkin orang tua ingin memotivasi kita. Orang tua ingin kita “prove something” ke mereka.

Maka yang terjadi adalah, meminimalisir konflik sebisa mungkin. Inget, ridho Tuhan adalah ridho-nya orang tua. Saya, berusaha menjelaskan baik-baik sama mereka. Apa yang sebenarnya lagi dikerjain. Tujuannya apa. Apa-apa aja tahapannya. Kendalanya apa. Dan, untuk melunakan hati mereka,ya ikuti apa yang mereka mau. Jadi win-win solution.

Posted from Adyanti’s Device.

Posted in Catatan Ku

Malam Minggu?Makanan apa itu?

Sabtu malam. Malam minggu. Atau apa namanya. Makanan jenis apa itu? :p «« rada apatis ato eheemm sebenernya sih envyyyyyy. |nangis guling-guling|

Nothing special. Malam minggu,sabtu malam. Sama aja kayak malam-malam yang lain. Dirumah. Kalo ngga sendiri,ya bertiga sama mama & papa. Kalopun pergi keluar rumah,mmm ngga bisa disebut nge-date juga.

Jadi kenapa ya orang-orang kok kayaknya hectic bener kalo udah sabtu malem? Bahkan sampe ada yang ngerencanain acara khusus di sabtu malam.

Let me guess, mereka seneng karena libur dari rutinitas. Bisa kumpul sama keluarga setelah seminggu sibuk di kantor atau sekolah. Bisa hangout sama sahabat atau pacar yang selama senin-jumat ngga bisa ketemu.

Haaaa itu spesialnya sabtu malam. Buat kebanyakan orang. Buat ku? Ahaaaa ngga lah. Udah lamaaaa banget ga ngerasain passion-nya sabtu malam. Biasa aja. Kalo dibilang jaim,ngga juga. Dibilang udah bukan abg,ngga juga.

Mungkin ngerasa happy kalo hari sabtu dateng tuh sekitar 3 tahun lalu. Tapi setelah prahara & jatuh bangun, buat ku, sabtu malam biasa aja.

Pun,semenjak aku memutuskan resign dari kantor,bikin usaha sendiri bareng temen-temen,aku bisa hangout kapan aja walopun itu weekdays, aku bisa ketemu sama si Mr.Guitarist kapan aja ngga mesti nunggu sabtu,ya walopun ngga tiap hari juga.

So,ahhhh sabtu malem ya? Siapin cemilan,siapin DVD, seduh kopi. Selamat Sabtu Malam 🙂

Posted from Adyanti’s Device.

Posted in Catatan Ku

Happy 24th Anniversary Mom & Dad

06 November 1987 , Mama & Papa menikah. Dan kemarin, tepat 24 tahun Mama & Papa menjalani kehidupan bersama. Semoga terus langgeng, bahagia, diberikan keberkahan, diberikan kesehatan, dan semakin kuat.

 

It’s so amazing buat ku untuk tau kalau Mama & Papa udah bareng-bareng selama 24 tahun. Bukan waktu yang sebentar. Bahkan kehadiran aku, dan adik kembarku dika & anin didalam keluarga ini. Segala macam hal kami alami. Perjalanan masih panjang. Semoga tahun-tahun berikutnya menjadi lebih baik ya Mam…Pap….

 

Sebagai anak, aku bangga & bersyukur sama Mama & Papa. Kombinasi unik & sangat baik. Papa yang ngga terlalu banyak omong, kalem, yaaa tipe laki-laki cool deh…ketemu Mama yang tipe perempuan bener deh…cerewet,keras…klop deh. Aku banyak belajar dari mereka. Papa yang ngga pernah bisa nolak keinginan anak-anaknya. Mama yang mendidik anak-anaknya supaya ngga manja. Thanks God for giving me the best family ever had.

 

“rumah tangga itu kayak segitiga sama sisi,semua sisinya sama panjang & ketemu titiknya diujung. kalau ngga sama panjang,atau ada yang berantakan, ya ga bakal bagus bentuknya….” – Mama

 

“berhasil atau ngganya sebuah keluarga mendidik anak itu diliat dari anak pertama….itu cap dari orang…makanya  kamu lakuin yang terbaik…bukan buat siapa-siapa…tapi buat diri kamu sendiri” – Papa

Posted in Catatan Ku

Happy Birthday For Me….

Sing this song by my self….

“Happy B’day for me….happy b’day for me…happy b’day happy b’day….happy b’day for me…..”

Yah, Happy B’day for Me. Umur bertambah secara angka, tapi berkurang secara masa.  Terima kasih ya Allah, telah menghantarkan aku di titik ini. 22 tahun. Bukan waktu yang singkat untuk mengenal dunia, tapi bukan juga waktu yang panjang untuk menorehkan cerita ku di lembar hidup yang telah engkau sediakan. Dengan segala keterbatasan. Dengan segala kelemahan. Dengan air mata, duka, amarah. Dihiasi tawa, senyum, bahagia.

Terima kasih telah menghadirkan aku di tengah keluarga yang hangat. Orang tua yang hebat. Adik – adik yang manis. Lindungilah & bahagiakanlah mereka selalu. Continue reading “Happy Birthday For Me….”

Posted in Catatan Ku, de el el

Mahalnya Sebuah “Kebersamaan”

Kebersamaan adalah perasaan dekat dengan orang lain secara emosional dan fisik. Kebersamaan secara fisik artinya,secara nyata berada dekat & bertatap muka. Kebersamaan secara emosional adalah keterikatan secara emosi,atau lebih kerennya ya ikatan batin,walaupun ngga bertatap muka langsung.

Kebersamaan menjadi mahal,bahkan sangat mahal ketika jarak & waktu menjadi kendala. Bukan cuma persoalan Jarak & waktu aja sih. Kesibukan / kegiatan juga bisa jadi kendala. Ini yang aku rasain. Kebersamaan dengan keluarga menjadi barang langka buat ku. Walaupun tinggal seatap sama Mama,Papa & Adik-adikku,tapi kebersamaan dengan mereka bisa dihitung dengan jari. Secara,aku berangkat pagi buta saat adik-adikku masih tidur,kalaupun ngobrol sama Mama & Papa,itu juga dalam waktu singkat. Aku pulang udah larut malam karena kuliah,adik-adikku udah tidur. Mama ku paling cuma nunggu sampai aku masuk rumah,habis itu tidur. Sabtu Minggu,sekarang ada kegiatan SeBUAI. distribusi,event,rapat. Jadi praktis waktu buat di rumah berkurang juga. Ngumpul sama keluarga besar juga jarang.

Senin-Minggu,24 jam sehari,sepertinya kurang (bukan berarti ngga bersyukur nih….). Semakin tambah umur,semakin banyak keinginan kita,akan semakin banyak juga tanggung jawab kita. Keluarga,Pekerjaan,Kuliah,Teman,Sahabat,Kegiatan Sosial,dan Orang terkasih. Betapa semua itu perlu dijaga. Rasanya dijaga,kualitasnya dijaga. Jawabannya?Ya Kebersamaan. Ngga cuma secara fisik. Tapi juga secara emosional. Bukan masalah seberapa sering,tapi mari kita bicara kualitas. Continue reading “Mahalnya Sebuah “Kebersamaan””

Posted in Catatan Ku

Story of The Week : KOMITMEN

Setelah searching,saya dapet arti komitmen adalah perjanjian atau janji untuk melakukan sesuatu di masa depan. Dan Komitmen jadi keyword kejadian-kejadian di minggu ini. Yah,berhubung saya nulis postingan ini di hari minggu (pagi-pagi setelah bantuin Mama nyuci ^^),jadi momennya pas buat ngerangkum kejadian seminggu ini. Karena hari minggu kan hari penutup (yaahh weekendnya udahan).

Ketika kita melakukan sesutu,yang paling penting adalah gimana kita bisa terus kontinyu melakukan hal itu. Dan itu adalah komitmen,menurut saya. Tidak mengingkari apa yang diucapkan,tidak melanggar sesuatu yang sudah di janjikan. Itu Komitmen. Komitmen ngga cuma untuk hubungan yaa….hubungan pernikahan atau pacaran. Komitmen juga berlaku ketika memiliki sahabat yang harus kita jaga persahabatan itu dengan Komitmen. Ketika kita melakukan suatu pekerjaan,kita harus melakukan yang terbaik & melakukan semaksimal mungkin yang kita bisa,itu Komitmen. Ketika waktu kita ngga hanya untuk keluarga,tapi harus dibagi dengan pekerjaan,kuliah,kegiatan sosial,dengan sahabat tersayang,dengan orang spesial,bagaimana semua dapat porsi yang seimbang & ngga ada salah satu yang merasa tidak diperhatikan,itu Komitmen. Continue reading “Story of The Week : KOMITMEN”