Posted in Catatan Ku

Berhenti di kamu

Iya,kayak judul lagunya Anji. Sebenernya udah dari lama suka sama lagu itu. Suka sama lirik dan musiknya. Tapi ga tau kenapa seminggu belakangan makin keranjingan lagu itu. Ngerasa kok daleemm bener. Ngena dihati.

Dan yah,kenangan itu memang indah. Ngga akan gampang buat hilang. Tapi ngga boleh terjebak sama kenangan. Cukup dinikmati sesaat.

Berhenti di kamu. Seharusnya sih ngga boleh. Artinya ngga move on donk. Iya kalo ngga bertepuk sebelah tangan. Lah kalo bertepuk sebelah tangan,kesian donk….berhenti aja gitu ga kemana-mana. Sementara yang ditujunya udah melanglangbuana entah kemana.

Posted from WordPress for Android

Posted in Catatan Ku

Selamat Jalan,Pak Ta’min….

Kabar duka beredar siang tadi pukul 10.40 wib. Saya baca berita duka bahwa Pak Ta’minuddin meninggal dunia dari milis SMAKBO. Kabar duka itu pun langsung direspon dengan cepat oleh member milis yang semuanya adalah alumni SMAKBO. Begitu juga di milis pengurus HASKA (ikatan alumni SMAKBO). Yang menggetarkan hati adalah,beliau wafat ketika selesai berwudhu. Subhanallah…

Pun,ketika saya melayat & ikut mengantar jenazah almarhum ke kubur,begitu banyak pelayat yang datang. Semua yang hadir merasa tidak percaya bahwa beliau sudah pergi untuk selamanya. Terlihat jelas,bahwa beliau begitu disayangi,disegani & dihormati oleh banyak orang. Rekan,keluarga,murid.

Pak Ta’minuddin menjabat sebagai kepala SMAKBO periode 1999-2004. Tahun 2003,ketika saya masuk SMAKBO sebagai angkatan 49,beliau menjabat sebagai Kepala Sekolah. Sosok yang bersahaja,sederhana,lembut,pengertian & pemaaf. Yang luar biasa adalah,beliau sangat sangat care sama murid-muridnya. Beliau mengedepankan kenyamanan bagi murid-murid di sekolah. Tanpa segan mengajak ngobrol muridnya menanyakan bagaimana sekolah,pelajaran,sampai keluarga.

Selamat jalan pak…jasa,kebaikan,kenangan & semua ajaran mu tetap tersimpan dalam sanubari kami. May Allah SWT blessed you.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Posted in Catatan Ku, Puisi

Aku,Hujan, dan Kenangan

Hujan….
Ada bulir kenangan
Pada tiap tetes yang turun
Ada kamu disitu

***

Aku
Ada penantian tak terbatas
Pada setiap langkah dan doa
Ada harap disini

***

Kamu
Ada jarak yang tak terukur
Pada setiap jengkal jejak mu
Ada hati yang tak bisa terjangkau

***

Dan setiap hujan turun
Hanya ada aku dan kenangan
Ada kamu
Dalam setiap hela napas dan air mata

Posted with WordPress for BlackBerry.

Posted in Catatan Ku, Puisi

Seraut Wajah…..

Aku begitu mengenalnya
Raut wajah dengan senyum merekah
Sorot matanya begitu dalam
Dia pernah begitu dekat,dihati

Aku masih mengingatnya
Sosok tampan nan sahaja
Bahu kekar tempat bersandar
Lengan hangat selalu menggenggam

Aku masih saja terbata mengeja namanya
Nama yang dulu begitu aku hapal
Namun kini, serasa tercekat mengucapnya
Lidah ku kelu

Dalam samar,
Seraut wajahnya menjelma di labirin hati
Menjadi kian nyata menggedor pintu jiwa
Dia, kenangan…..

Posted with WordPress for BlackBerry.

Posted in Catatan Ku, Puisi

Sejenak Mengenang

Aroma tubuhmu masih jelas terbaui
Hangat tubuhmu begitu terasa
Tapi tak dapat kusentuh kekar tanganmu,sayang

Teduh tatap matamu meruntuhkan amarah ku
Gairah tawamu menggelitik sukma
Tapi tak dapat ku rengkuh tubuhmu,sayang

Dalam kelam malam kita berbincang
Diiringi sendu lagu rembulan
Tapi tak dapat ku sandarkan lelahku di bahumu,sayang

Kutahan gelombang rindu berpadu tangis
Kubiarkan larut air mataku
Sejenak mengenang

Posted with WordPress for BlackBerry.

Posted in Catatan Ku, Puisi

Mengais Serpihan Masa Lalu

Diiringi rintik gerimis, ditengah deru kendaraan & ramai teriakan.

Ada gelora yang lebih dahsyat disini, di dalam dada.

Hangat yang menjalar beradu dengan dingin yang menusuk.

Bukan hanya segenggam rindu yang kubawa.

Tapi selaksa makna dalam lirih rindu.

Bukan hanya untaian cinta.

Tapi kenangan akan kehangatan hati.

Dan ketika Tuhan memberikan ku detik yang sungguh ingin ku hentikan,

saat ku tatap binar matamu, getar relung kian bergema.

Ingin ku teriakan rindu, namun lidah jadi kelu.

Ingin ku katakan cinta, tapi kata jadi terbata. Hanya terucap lirih, asa kehilangan.

 

Posted with WordPress for BlackBerry.