Posted in Catatan Ku, Family

Happy 25th Wedding Anniversary, Mom and Dad……….

06 November 1987

25 tahun lalu, Mama & Papa mengikat janji suci dalam sebuah mahligai perkawinan. Hari ini, 06 November 2012, 25 tahun perjalanan dilalui. Dengan segala suka, duka, manis, pahit. Kehadiran kami, 3 orang anak dalam mahligai pernikahan mereka. Kami, yang kini ketiganya sudah mulai beranjak dewasa.

Semoga Mama & Papa terus bersama. Langgeng, bahagia dan senantiasa sehat selalu.

Semoga semakin bijak & kompak menghadapi perjalanan yang masih panjang dan akan lebih banyak riak & gelombang.

Semoga kehadiran kami memberikan warna indah pada perjalanan cinta Mama & Papa. Dan kami, anak-anaknya dapat mengambil hikmah, teladan & pelajaran baik & buruk menjalani kehidupan rumah tangga Mama & Papa.

We Love You, Mam…We Love You, Pap………

Posted in Catatan Ku

Teruntuk Para Perempuan

22 Desember kita kenal dengan sebutan Hari Ibu. Sebenernya agak gak pas kalo disebut cuma Hari Ibu. Lebih tepatnya, Hari Perempuan Indonesia. Heheheh it’s just my opinion yang diilhami dari beberapa tweet-nya Mba Risa Amrikasari . Kenapa begitu? Ada yang tau sejarah dibalik ditetapkannya tanggal 22 Desember sebagai peringatan Hari Ibu? Ini saya ambil dari Wikipedia .

Sejarah Hari Ibu diawali dari bertemunya para pejuang wanita dengan mengadakan Kongres Perempuan Indonesia I pada 2225 Desember 1928 di Yogyakarta, di gedung Dalem Jayadipuran yang sekarang berfungsi sebagai kantor Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional dan beralamatkan di Jl. Brigjen Katamso. Kongres dihadiri sekitar 30 organisasi perempuan dari 12 kota di Jawa dan Sumatera. Hasil dari kongres tersebut salah satunya adalah membentuk Kongres Perempuan yang kini dikenal sebagai Kongres Wanita Indonesia (Kowani).

Organisasi perempuan sendiri sudah ada sejak 1912, diilhami oleh perjuangan para pahlawan wanita abad ke-19 seperti Martha Christina Tiahahu, Cut Nyak Dhien, Tjoet Nyak Meutia, R.A. Kartini, Maria Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyai Ahmad Dahlan, dan lain-lain.

Peristiwa itu dianggap sebagai salah satu tonggak penting sejarah perjuangan kaum perempuan Indonesia. Pemimpin organisasi perempuan dari berbagai wilayah se-Nusantara berkumpul menyatukan pikiran dan semangat untuk berjuang menuju kemerdekaan dan perbaikan nasib kaum perempuan. Berbagai isu yang saat itu dipikirkan untuk digarap adalah persatuan perempuan Nusantara, pelibatan perempuan dalam perjuangan melawan kemerdekaan, pelibatan perempuan dalam berbagai aspek pembangunan bangsa, perdagangan anak-anak dan kaum perempuan, perbaikan gizi dan kesehatan bagi ibu dan balita, pernikahan usia dini bagi perempuan, dan sebagainya. Tanpa diwarnai gembar-gembor kesetaraan gender, para pejuang perempuan itu melakukan pemikiran kritis dan aneka upaya yang amat penting bagi kemajuan bangsa.

Penetapan tanggal 22 Desember sebagai perayaan Hari Ibu diputuskan dalam Kongres Perempuan Indonesia III pada tahun 1938. Presiden Soekarno menetapkan melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959 bahwa tanggal 22 Desember adalah Hari Ibu dan dirayakan secara nasional hingga kini.

Misi diperingatinya Hari Ibu pada awalnya lebih untuk mengenang semangat dan perjuangan para perempuan dalam upaya perbaikan kualitas bangsa ini. Dari situ pula tercermin semangat kaum perempuan dari berbagai latar belakang untuk bersatu dan bekerja bersama.

Wiiihh hebat banget kan kalau lihat sejarahnya. Itulah, ketika Mba Risa membuat hastag #PerempuanIndonesiaHarusPintar di twitter,saya merasa seperti sebuah gemblengan buat kita para perempuan. Kalau jaman dulu aja para Perempuan sudah bisa bersatu untuk sebuah misi hebat nan mulia menyatukan pikiran dan semangat untuk berjuang menuju kemerdekaan dan perbaikan nasib kaum perempuan dan sejarah Hari Ibu tanggal 22 Desember untuk mengenang semangat dan perjuangan para perempuan dalam upaya perbaikan kualitas bangsa ini, maka memang sudah seharusnya kita para perempuan Indonesia HARUS PINTAR.

Pintar, bukan cuma soal akademis atau angka-angka di rapor atau IPK. Pintar di segala aspek. Pintar menjaga diri, pintar bergaul, dan pintar untuk urusan hati juga. Ketika Perempuan bisa mandiri,memiliki keahlian,bahkan bisa mandiri secara finansial itu Pintar. Perempuan memiliki karir cemerlang, bisa berbuat sesuatu untuk orang lain, itu Pintar. Perempuan yang mengurus rumah secara full,menjaga & mengasuh anak-anaknya juga Pintar.

Marak banget kasus kekerasan,pelecehan atau hal-hal negatif kepada Perempuan. Itulah kenapa Perempuan harus pintar jaga diri. Bawa bubuk merica atau spray selalu di tas. Atau punya basic bela diri lebih bagus. Kita sebagai perempuan,ngga bisa melulu bergantung sama laki-laki. Minta dijagain 24 jam.

Begitu juga soal finansial. Almarhum Kakek saya pernah berpesan kepada Mama, yang akhirnya selalu menjadi pegangan saya. “Jadi perempuan,harus mandiri,walaupun udah nikah,tetep kerja ngga apa-apa….selama masih tau kewajiban sebagai istri & ibu…harus tetep punya penghasilan…hidup orang ga ada yang tau…kalau paitnya terjadi sesuatu sama suami kamu,kamu masih tetep punya pegangan hidup…”. Nasehat itu terus tertanam di hati saya.

Selamat Memperingati tanggal 22 Desember untuk seluruh perempuan di Indonesia. Be Smart, Be Confidence, Be Independent, Be Brave. Tapi tetep harus inget kodrat sebagai perempuan (-begitu pesan Papa saya).

Special for My Mom, you’re the best….you’re my soul…you’re my hero……I LOVE YOU MAMA

Posted in Catatan Ku

Happy 24th Anniversary Mom & Dad

06 November 1987 , Mama & Papa menikah. Dan kemarin, tepat 24 tahun Mama & Papa menjalani kehidupan bersama. Semoga terus langgeng, bahagia, diberikan keberkahan, diberikan kesehatan, dan semakin kuat.

 

It’s so amazing buat ku untuk tau kalau Mama & Papa udah bareng-bareng selama 24 tahun. Bukan waktu yang sebentar. Bahkan kehadiran aku, dan adik kembarku dika & anin didalam keluarga ini. Segala macam hal kami alami. Perjalanan masih panjang. Semoga tahun-tahun berikutnya menjadi lebih baik ya Mam…Pap….

 

Sebagai anak, aku bangga & bersyukur sama Mama & Papa. Kombinasi unik & sangat baik. Papa yang ngga terlalu banyak omong, kalem, yaaa tipe laki-laki cool deh…ketemu Mama yang tipe perempuan bener deh…cerewet,keras…klop deh. Aku banyak belajar dari mereka. Papa yang ngga pernah bisa nolak keinginan anak-anaknya. Mama yang mendidik anak-anaknya supaya ngga manja. Thanks God for giving me the best family ever had.

 

“rumah tangga itu kayak segitiga sama sisi,semua sisinya sama panjang & ketemu titiknya diujung. kalau ngga sama panjang,atau ada yang berantakan, ya ga bakal bagus bentuknya….” – Mama

 

“berhasil atau ngganya sebuah keluarga mendidik anak itu diliat dari anak pertama….itu cap dari orang…makanya  kamu lakuin yang terbaik…bukan buat siapa-siapa…tapi buat diri kamu sendiri” – Papa

Posted in Catatan Ku

Mama ku,paling hebat sedunia!

Setiap orang pasti akan bilang kalo Mama / Ibu / Mami / Umi-nya paling hebat sedunia. Makanya saya bikin tulisan ini sebagai ucapan terima kasih & penghargaan untuk Mama.

Mama ku,nama lengkapnya Ninin Hasanah. Lahir di Karawang, 18 Agustus 1964. Mama anak pertama dari 6 bersaudara. Mama lahir di karawang, karena ketika itu Ayahnya Mama (Kakek ku, Alm. R. Tohir Yusuf Wiranatanegara) menjabat sebagai Kepala Kantor Pos Karawang. Karena jabatannya sebagai kepala kantor pos, Aki sering berpindah tugas. Ketika Mama sekolah SMA,  keluarganya pindah ke Solo karena Aki di tugaskan di kantor pos Solo. Mama memang sudah dilatih mandiri dari kecil. Dan itu jelas terlihat sampai sekarang. Mama adalah sosok wanita tangguh yang aku kagumi. I wish i will be…..

Mama mengajarkan “walaupun kita perempuan,tapi kita ngga boleh lemah. Jangan juga terlalu bergantung sama laki-laki. Kamu harus punya keahlian.Kenapa?Nih ya contohnya. Kalo kamu ngga terbiasa kerja keras atau kamu males & ngga bisa ngapa-ngapain,suatu saat kamu nikah,punya anak,dan Wallahualam,suatu saat kamu dapet musibah,suami kamu kecelakaan & ga bisa kerja lagi,atau meninggal,kamu mau gimana??bergantung hidup sama siapa??”

Mama adalah wanita karier. Mama kerja di sebuah perusahaan kosmetik yang cukup ternama,di Laboratorium QC. Dunia Mama sama dunia ku memang sama. Dunia Analis. Karena Mama juga aku mau masuk Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor (SMAKBO),disaat temen-temen ku berlomba mencari SMA,aku malah masuk SMAK. Karena Mama dulu juga alumni SMAKBO (,”)

Tapi walaupun kerja, Mama ngga pernah lupa sama tugasnya sebagai ibu. Pagi buta jam setengah 4,Mama udah bangun buat bikinin sarapan untuk aku (baca : untuk bekel sarapan & makan siang ku di kantor),dan untuk adik-adik sarapan & makan siang di rumah. Karena kami ngga pake jasa pembantu sejak 4 tahun lalu,jadi praktis hampir semua pekerjaan rumah dikerjakan sama Mama (aku & adik-adik juga membantu sedikit). Aku berangkat kerja jam 5, setelah aku berangkat, Mama akan sangat repot mengurusi adik ku si kembar Dika & Anin yang sekarang duduk di kelas 2 SMA. Selepas adik-adikku berangkat,Mama akan mulai dengan cuciannya. Setelah itu, Mama akan bergegas siap-siap mandi & berangkat kerja.

Pulang kerja, Mama akan langsung siaga ke dapur & membuat makan malem. Kalau lagi cape,biasanya Mama akan tanya kita satu per satu mau makan apa,dan…..”yawda,beli aja sana ke depan….” heheheheh  khas ibu-ibu banget ya. Malemnya,Mama akan mengontrol pelajaran adikku sambil sesekali maen game Zuma,Online Facebook,atau asik sama Gameboy favoritnya. Karena aku pulang kuliah malem sekitar jam 10/setengah 11, Mama pun ngga akan tidur sebelum denger aku masuk ke rumah (Mom,ur so wonderwoman!)

Mama sekarang lagi tergila-gila maen gameboy. Sampe niat mau beli PSP & XBOX (maaaaaaaaahh gaul amat sih??). Kadang Mama suka cerewet kalo hari libur anak-anaknya males-malesan. (I know,kalo hari libur justru saatnya Mama istirahat dari ‘tugas-tugasnya’.

Kalo ada sesuatu sama anak-anaknya,Mama akan bilang “Mama tuh sebenernya udah tau….ngga perlu kamu kasih tau…” . Hahahaha Mama emang ngga bisa diboongin. Segala hal detail Mama akan tau. Termasuk soal ‘perasaan’. Maklumlah,anak pertamanya ini kan udah diatas 17 taun,udah cukup umur lah untuk diajak ngomong soal ‘hati’.

Mama memang bawel,tapi itu semua demi anak-anaknya juga. Mom,you’re the best i ever had.