Posted in Catatan Ku

Salam Harap dari Merapi

Salam Harap dari Merapi

Ketika Tuhan menghendaki yang Dia kehendaki,maka segala jerit tangis & air mata yang kemudian terurai dari bibir-bibir saudara kita disana. Harta,tahta berserakan. Tak ada lagi yang bisa mereka rengkuh, selain keluarga yang tersisa.

Dalam kekurangan,dalam ketiadaan betapa sungguh mereka menjadi kaya. Kaya akan syukur,kaya akan sabar. “Ndak apa mba,ini kan semua titipan…sekarang diminta,ya pasti nanti diganti lebih…”. Tabah. Tegar.

Anak-anak terlihat ceria,meski ada binar gelisah akan masa depan. Sekolah. Rumah.

Mereka disana,berjuang melawan takut,melawan cemas. Mereka disana,menunggu uluran tangan saudara-saudaranya.

Tidaklah cukup bagi kita hanya iba,melihat dari media. Saatnya kita bergerak. Untuk mereka,saudara-saudara kita. Anak-anak merapi. Yang masih punya masa depan.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Posted in Catatan Ku, Sejuta Buku Untuk Anak Indonesia

Journey to Merapi-rasakan lebih dekat

Menyambung cerita Gud Morning Jogja, jam 9an kami bergerak menuju Jl. Raya Magelang Jogja. Sepanjang jalan, debu memang tebal sekali. Semua yang kami lewati jadi berwarna abu-abu. Sewaktu mengisi bensin di SPBU, terlihat visual merapi dengan asapnya. Cantik sekali.

Kami memasuki tempat pengungsian di SMKN 1 Salam,yang kemarin sempat ramai di twitter katanya belum tersentuh bantuan. Sampai sana sudah ada beberapa rombongan juga yang nge-drop bantuan. Ketika kami baru menurunkan beberapa dus makanan, warga disitu memberitahu bahwa pengungsi di SMPN 2 Salam belum ada bantuan.

Mas Kika langsung tancap gas menuju SMPN 2 Salam yang letaknya ngga begitu jauh dari tempat semula. Hmmm,disana ada 200 pengungsi termasuk lansia & anak2 yang dari 2 hari kemarin belum dapat bantuan apa2 & kelaparan. Situasi disana, semuaaaa yang terlihat tertutup lumpur dan abu.

Setelah selesai pendistribusian logistik, aku, mba ervi, bu omah & pak toni langsung menghandle anak-anak. Sementara Mas Kika balik ke Sleman, jemput temennya, bu dokter -mba nunik- dan beli mainan untuk anak-anak.

Anak-anak diajak nyanyi,main ular naga,dan akhirnya bu omah mendongeng sembari mengantar mereka tidur siang. Cuaca sudah gerimis. Ketika ada petir, anak-anak teriak & bangun dari tidurnya. Orang tua pun ikut kaget. Mereka trauma. Mereka pikir itu tadi bunyi Merapi yang mau meletus.

Aku sempet ngobrol dengan ibu-ibu disana. Melihat duka mendalam di mata mereka. Sudah tidak punya apa-apa. Rumah hancur. Barang-barang ngga ada. Sawah,ternak,kebun pada musnah. Habis. Aku cuma bisa bilang “sabar ya bu…” . “Iya mba….ini semua punya gusti Alloh,kita cuma dititipi…nanti juga di kasih lagi sama Yang Diatas”.

Mas kika datang bawa mainan. Ular tangga, halma,rubik,puzzle,kertas & spidol. Anak-anak asik menggambar,main,tertawa. Lepas. Ah, senangnya melihat mereka yang tadi murung jadi gembira.

Menjelang Maghrib kami kembali ke Sleman. Terlihat wajah-wajah capek. Ada yang briefing,ada yang ngerokok, ada yang bengong, sampe akhirnya pada menggila. Wejangan dari Mas Kika, memberi ‘suntikan’ semangat & motivasi. Senang bisa membantu saudar-saudara disini. Senang mendapat saudara & pengalaman baru. And I’m the youngest one!!

Thnx God

Posted with WordPress for BlackBerry.

Posted in Catatan Ku, Sejuta Buku Untuk Anak Indonesia

Journey to Merapi-gud morning jogjaaaa

Setelah melewati 9 jam perjalanan-biasaaaa terlambat 1 jam dari yang dijadwalkan, akhirnya kereta berhenti di Stasiun Tugu, Yogyakarta. Jam menunjukan pukul 02.12.

Kami berpisah dengan Mas Verry & bapak yang akan menjenguk puterinya. Aku sudah memberi tahu mas kika kalau kami sudah sampai. Setelah menunggu kira-kira setengah jam, akhirnya mas kika datang.

Mobil yang kami tumpangi, dengan mas kika sebagai driver-katanya sih pas nyetir berangkatnya tadi sambil ngantuk- melaju di jalanan Kota Jogja yang lengang.

Tadinya aku mau mampir dulu ke tempat tante ku di Jl. Cokroaminoto, daerah rumah sakit Ludiro Husodo, tapi karena itu dini hari dan aku ndak tau jalan, yaa aku urungkan.

Kami sampai di sekretariat Joglo Abang- mungkin ada yang tau http://www.jogloabang.com , naahh ini kantor sekretariatnya. Akhirnya, bisa rebahan juga. Kata mas kika,istirahat aja dulu. Aku aja sempet diledek karena dia baca tweet ku di twitter “hayooo masih aja twitteran…udah sana tidur”

Lumayan lah meremin mata. Begitu bangun,
Gud Morning, Jogjaaaaa 🙂 semoga hari ini lancar2 saja & baik2 saja segalanya.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Posted in Catatan Ku, Sejuta Buku Untuk Anak Indonesia

Journey to Merapi-cerita awal perjalanan

Jumat, 5 November udah aku tunggu2 dari seminggu yang lalu. Setelah menggalang bantuan dari temen2 & memberangkatkan 2 kloter bantuan lewat Mas Kika,aku siap berangkat ke Merapi.

Tiket pesawat Lion Air penerbangan jam 6 sore sudah ditangan. Ijin cuti hari Senin tanggal 8 Nov pun sudah dikantongi. Ijin pulang tengah hari di hari Jumat pun sudah di approve pak boss.

Jam setengah 1, dari kantor meluncur ke bandara. Begitu nyampe bandara,ternyata penerbangan ke Jogja dibatalkan. Damn!! Aku,Pak Toni & Bu Omah langsung naik taksi ke Gambir.

Sampe gambir,antrian untuk kereta Taksaka udah panjang banget. Itupun loket baru dibuka jam setengah 7.

Dalam antrian,aku ngobrol bareng Seorang Bapak yang mau jenguk putrinya di salah satu pesantren di Jogja, seorang Lelaki yang mau jenguk keluarganya. Kita sudah feeling ga akan dapet tiket.

Atas inisiatif Mas Verry, lelaki yang mau jenguk keluarganya itu,kami dapat tiket non seat,kereta Bima jam 5. Harga sama,yaaa walopun non seat,yg penting berangkat!!kar’na aku bawa bantuan untuk sodara2 di Jogja.

Dan, Subhanallah….Allah bener2 nunjukin kekuasaanNya….

Walaupun non seat,harus duduk ngampar di lorong kafetaria, tapi suasana antara penumpang akrab banget. Bahkan, mas verry membelikan kami makan malam, nasi & bistik.

God, I know you’ll protect me….

*to be continue

Posted with WordPress for BlackBerry.