Posted in Catatan Ku, Love Story

There is always a FIRST TIME

gloomy

 

 

 

 

 

 

 

Ya.

There is always a first time.

Selalu ada pertama kalinya. Apapun itu.

Ada pertama kali ketika tiba didunia setelah 9 bulan dalam rahim Ibu.

Ada pertama kali ketika menangis, belajar duduk, merangkak, berdiri, berjalan, berlari, bicara, bernyanyi.

Ada pertama kali ketika merasa jatuh cinta. Entah pada orang yang tepat atau tidak.

Ada pertama kali ketika patah hati.

Ada pertama kali ketika perasaan cinta tidak berbalas.

Ada pertama kali ketika cinta tidak direstui. 

Ada pertama kali mucul perasaan tidak nyaman ketika ditanya “kapan menikah?”

Ada pertama kali timbul iri hati melihat orang lain bahagia dengan pasangan dan kehidupannya.

Ada pertama kali perasaan sedih dan putus asa ketika tak juga dipertemukan dengan jodoh. Atau tak jua direstui.

Ada pertama kali rasa ingin menyerah pada keadaan.

Ada pertama kali merasa sudah tidak ada keinginan apapun.

Ada pertama kali…..pertama kali mungkin menjadi yang terakhir.

Entahlah.

Advertisements
Posted in Catatan Ku, Personal

Mungkin Belum Waktunya

alone,b,w,composition,feeling,girl,landscape,photographer,photography,sad,silhouette,sky,woman-be5265a8fa1d626ab637491dbc7a3cd2_m

Sudah berapa lama saya tidak bercumbu dengan kata & imaji disini?

Mungkin lebih dari 3 atau 4 bulan. Entah. Mungkin rumah imajinasi saya ini sudah berdebu, banyak sarang laba-laba, bocor disana-sini, atau karatan, mungkin cat di dindingnya sudah pudar.

Dan saya masih belum bisa dapat jawaban, kenapa saya “lupa” singgah disini?.

Saya rasa, saya terlalu sibuk dengan urusan pekerjaan sehingga ketika saya punya waktu untuk rehat, saya biasanya memilih untuk terlelap. Atau mungkin juga karena saya sedang bingung bergulat dengan diri sendiri & hati saya.

Saya bahkan sampai lupa posting disini tentang excited-nya saya bisa pergi ke Barcelona & Swiss dalam rangka tugas kantor. Saya lupa cerita tentang “adik” baru dikantor, tentang betapa “aje gilenya” kerjaan saya.

Lalu pagi ini saya tersadar, ketika sebuah Event muncul di Facebook saya. Untuk kesekian kalinya, undangan pernikahan. Saya tertegun. Seakan, ada sebuah perasaan yang mengaduk-aduk dan berkecamuk. Saya tidak mampu menahan. Dan saya butuh pelampiasan. Maka, saya buka kembali pintu rumah imajinasi saya ini.

Saya tidak menghitung sudah berapa banyak kawan saya yang menuju ke pelaminan. Tapi saya yakin, banyak. Jangan tanya berapa, saya tidak hapal. Apalagi menilik usia saya dan kawan sepantaran, yang tahun ini akan genap 25 tahun, sudah pasti ini adalah masanya dimana mereka akan mulai membuka lembaran baru.

Lalu saya?

Saya masih disini, begini.

Mungkin belum waktunya untuk saya. Masih menunggu giliran.

Posted in Catatan Ku

Mantan pacar,bukan calon suami.

Mantan pacar.
Artinya orang yang pernah jadi pacar.
Pacar.
Orang yang pernah begitu dekatnya. Mengisi kehidupan dan cerita kita.
Kalau sudah jadi mantan pacar,artinya sudah ngga bareng lagi. Cerita yang udah pernah terjadi hanya sejarah,bagian dari masa lalu. Indah. Tapi udah lewat.

Calon suami.
Orang yang akan mendampingi kita di kehidupan yang akan datang. Belum pasti memang. Namanya juga baru jadi calon. Kalau udah ijan qabul,dan dinyatakan sah,ya statusnya meningkat jadi suami.

Mantan pacar bukan calon suami. Ya iyalah. Kan mantan pacar udah putus. Udah ngga ada hubungan lagi. Lain cerita kalau mantan pacar,balikan atau nyambung lagi terus nikah ya.

Nah,yang bikin repot dan menguras emosi adalah,ketika mantan pacar itu punya cerita yang waktunya lamaaaaa banget,sampai ada rencana untuk ke level lebih tinggi,eh terus putus. Udah gitu,si mantan ini punya kriteria dan spesifikasi calon mantu yang nyaria sempurna dimata orang tua dan keluarga. Binit bebet bobot. Walaupun yang dia punya adalah milik orang tuanya.

Kenapa repot dan menguras emosi? Ketika pasangan kita sekarang yang kita harapkan jadi calon suami ternyata tidak seperti si mantan.

Ya jelas ngga akan sama. I mean,dimata orang tua tidak seperti bayangan yang diinginkan. Istilahnya ngga masuk spek. Karena yang masih ada di otak orang tua adalah si mantan tadi.

Mungkin orang tua lupa. Bahwa setiap orang berbeda. Punya cerita dan latar belakang sendiri-sendiri. Nobody’s perfect.

Jodoh,rejeki,dan hidup seseorang sudah ada yang mengatur. Sang Maha Cinta. Itu aja kok pegangannya.

Posted in Catatan Ku

Percakapan Hati | Cinta tanpa embel-embel

Cinta tanpa embel-embel. Iya,artinya tidak perlu ada tanda * seperti di iklan-iklan yang artinya (syarat dan ketentuan berlaku) atau (selama persediaan masih ada).

Yang aku tahu,cinta adalah saling mengasihi,menghargai,menjaga,menyayangi,menghormati dengan tulus,ikhlas dan sepenuh hati.

Tidak ada embel-embel berapa materi yang dipunya,tingkat pendidikan apa,orang tuanya pejabat dimana.

Cukup lah mengenal latar belakang keluarga,kehidupan,agama dan memastikan bahwa dia baik.

Toh,segala yang terjadi pada cerita hidup manusia adalah kuasa Sang Maha Hidup. Pertemuan,rasa, Tuhan sudah mengatur. Begitu juga rejeki dan harta, Tuhan sudah menakarnya. Tidak akan tertukar.

Tapi cinta tanpa embel-embel tenyata tidak mudah. Ketika langkahnya terhenti pada restu orang tua.

Posted from WordPress for Android

Posted in Catatan Ku

End of January

Ngga kerasa. Udah akhir Januari. 31 hari pertama di 2012 terlewati. Saya merasa belum melakukan apa-apa. Atau sudah,tapi tidak terasa. Ahhh entahlah. Yang jelas, ada hal besar menanti setelah hari ini, hari terakhir di bulan Januari terlewati. Hal besar ini yang dari beberapa bulan lalu terus mengganggu pikiran saya.

Bukan soal kerjaan. Bukan soal kegiatan sosial. Bukan.

Ini soal hati. Huffftt. Begini rasanya ada di fase “perempuan dewasa” atau apalah menyebutnya. 23 tahun, menuju 24 tahun. Saya ngga tau apakah teman-teman seusia saya mengalami perasaan seperti ini juga. Yang jelas,saya stress.

Ngga pernah ada dalam bayangan saya ketika tiba-tiba ada seorang laki-laki dengan gamblangnya bilang “aku mau nikah sama kamu…kamu siapnya kapan?” . Whaaatt??? buat ku, itu sudah masa laluuu sekali. 3 tahun lalu bahkan hampir menikah setelah pacaran 8 tahun. Tapi Tuhan rupanya belum mengizinkan. 3 tahun saya berjuang menata hati. Memperbaiki hidup saya yang porak poranda. Tanpa hubungan dengan siapapun.

Dan saya belum kepikiran untuk “melangkah lebih jauh”. Tapi begitu hebatnya Rasa yang sedang Tuhan berikan pada saya. Dan, harus segera dieksekusi. Lelaki itu akan segera menghadap ayah & ibu saya. Meminta izin & restu. Itu yang bikin saya stress. Saya ngga tau ayah & ibu saya akan bereaksi seperti apa. Karena memang belum ada “sinyal lampu hijau” dari mereka.

Semoga Tuhan melancarkan & mempermudah segala sesuatunya. Saya ngga tau harus meminta apa sama Tuhan. Saya memasrahkan semuanya kepada Sang Maha Cinta. Tuhan sudah menyiapkan semua. Yang indah, disaat yang tepat.

End of January, ketika saya berani memutuskan sebuah hal besar dalam hidup saya.

Posted in Catatan Ku

Ketika Sahabat Ku Menikah…

First, Let me introduce my best friend, Karina Panorama Miraz atau biasa dipanggil Ira. Dia sahabat dari kecil. Dari sama-sama mulai belajar jalan. Sampai sekarang, 23 tahun.

Aku & Ira tumbuh bareng. Rumah Ira persis berhadapan sama rumah ku. Ira lahir Februari 88, aku Oktober 88. Keluarga kami sama-sama baru pindah ke komplek ini ketika aku & Ira belum genap 1 tahun. Komplek perumahan baru. Penghuni masih sedikit. Rata-rata pasangan muda. Jadilah aku & Ira mengalami masa kecil bareng.

Tk bareng. SD bareng. Ketika SMP, kita ngga bareng. Aku masuk SMPN 1 Bekasi yang jaraknya jauh dari rumah. Ira masuk SMPN 8 Bekasi. Pun, ketika SMA kami mengambil jalur berbeda. Ira masuk SMA YPI ’45 Bekasi. Aku ‘terdampar’ di SMAKBO bogor. Saat itu kita udah mulai jarang ketemu karena aku pulang ke Bekasi seminggu sekali. Tapi kita tetep punya “Our Time” walopun terbatas.

Ketika masuk masa kuliah, Ira pergi ke Malang. Masuk D3 pariwisata Universitas Brawijaya. Aku, stay di Jakarta. Saat itu praktis komunikasi kami via sms, telepon, atau chat. Ira jarang pulang. Dalam 4 tahun masa kuliahnya, Ira terhitung hanya pulang 1 kali. Lebih sering ayah & ibunya yang ke Malang,karena memang keluarga ayah & ibunya ada di Malang.

Pertengahan tahun ini,aku denger kabar kalau Ira akan menikah. Sedih. Bahagia. Campur aduk. Ah, akhirnya harus melepas sahabat tercinta. Bener-bener melepas. Bukan karena Ira akan bener-bener stay di Malang. Tapi karena memang ngga akan ada lagi “Our Time”. Ira akan jadi orang Malang tulen ikut suaminya nanti. Bahagia karena akhirnya sahabat tercinta menemukan pendamping.

Karena Ira & keluarga besar ayah ibunya di Malang, maka Papa didaulat oleh ayah & ibunya untuk jadi Ketua Panitia Pernikahannya. Kami semua terlibat dari A – Z. List undangan,desain undangan,suvenir,susunan acara,sampai teknis acara. Pernikahan akan berlangsung besok, 20 November 2011. Ira & rombongan saudara-saudaranya dari Malang baru tiba pagi ini.

Alhasil, aku pun didaulat mendampingi calon mempelai wanita. Siang ini akan fitting baju, siraman, pengajian & midodareni nanti malam. Untuk resepsi besok pun aku diminta jadi MC. I’m very happy to get involved for my best friend wedding.

“Aku tahu kini waktunya…ketika waktu bermain kita t’lah usai…selamat menapaki hidup baru,Sahabat…doa ku menyertaimu…dengan kasih & cinta…”

Posted from Adyanti’s Device.

Posted in Cerita Pendek

Episode kidung .: Air Mata Kidung :.

Sabtu pagi itu Kidung urung berangkat ke butik. Dia asik duduk di balkon rumah sambil maskeran & dengerin musik. Dan ketenangan Kidung terusik dengan celoteh cempreng adiknya

“mba…ko ngga ke butik sih?” Kiran duduk di samping Kidung sambil sibuk mencomoti cemilan di piring

Kidung nengok & memelototi adiknya. Kiran yang sekarang duduk di kelas 5 itu malah nyengir

“ngga ah…lagi males….”

“huuuu bilang aja mau jalan-jalan sama mas harsya….”

“ih….sok tau deh kamyu…..aku ngga jalan-jalan ko….orang harsyanya juga lagi tugas ke luar kota…”

“yawda,kalo gitu mba iyung temenin kiran aja…”

“hee….apakah??” Kidung menatap adiknya yang beranjak besar. Ya, Kiran sekarang duduk di kelas 5. Sudah mulai besar. Dan kerasa juga udah 4 tahun setelah kepergian Mama & Papa. Orang selalu bilang kalau Kiran itu fotokopi Kidung karena mereka mirip banget,ngga ada yang dibuang. Cuma bedanya, Kiran itu super tomboy. Rambutnya memang panjang,itu pun hasil pemaksaan Kidung.

“aku kan ngga pernah ke bioskop mba….kemarin itu temen-temen ku pada cerita tentang film di bioskop…..”

“ih….centil ah….bisokop kan tempat anak gede tau…” Kidung memasang timun di matanya

“ihh…mba iyung mah…ngga gaul ah….kan tergantung juga kita nonton apa…aku kan mau nonton film kartun mba….astro boy….” Continue reading “Episode kidung .: Air Mata Kidung :.”