Posted in Catatan Ku, Love Story, Personal, Puisi

Cinta itu Berjuang

images (9)

 

 

Cinta itu berjuang…..

Berjuang menaklukan ego diri sendiri. Berjuang melawan rasa ke-aku-an. Berjuang mengendalikan emosi.

Sendiri?

Tidak.

Kedua pihak harus sama-sama berjuang.

Berjuang untuk sama-sama mencapai tujuan. Berjuang untuk tetap ingat pada cita-cita yang sama. Berjuang untuk saling menguatkan. Berjuang agar rasa yang ada terus terpelihara. Berjuang agar perjalanan yang dilalui tidak sia-sia.  Berjuang untuk berdua.

Mudah?

Tidak mudah tentunya.

Berjuang untuk sama-sama belajar mengendalikan emosi, diri, dan menempatkan hati dalam ritme yang sama.

Berjuang untuk sesuatu yang memang pantas diperjuangkan. Dan memantaskan diri agar pantas untuk diperjuangkan.

 

 

Advertisements
Posted in Catatan Ku, Puisi

Percakapan Hati #Cemburu

Aku cemburu
Pada angin
Yang bisa begitu dekat menyentuhmu
Yang begitu bebas membelai tubuhmu

***

Aku cemburu
Pada rokok & asapnya
Yang begitu setia mendampingimu
Yang setiap saat selalu kau butuhkan

***

Aku cemburu
Pada kopi & cangkirnya
Yang selalu menyambutmu kala pagi
Yang mengahantarmu ke peraduan

***

Entah apa lagi yang ku cemburui
Karena aku tak bebas memelukmu
Tak leluasa membelaimu
Tak selalu di sisimu

***

Aku begitu cemburu
Cemburu karena hanya bisa terdiam
Hanya bisa menatap
Ketika Tuhan menghadirkan wanita lain

***

Aku yang tak berdaya
Terpojok di sudut ruang mu

Posted with WordPress for BlackBerry.

Posted in Puisi

Ketika Aku Tak Bisa Berjabat dengan Diriku

Perasaan apa ini namanya

Seketika sepi, sunyi, dan kelabu

Ku tutup telinga ku agar terhindar dari kebisingan sekitar

Ku pejamkan mata agar tak ku lihat sandiwara di sekeliling

***

Ku hempaskan jauh segala penat

Ku rengkuh mimpi – mimpi yang terserak

Ku buat benteng pertahanan hati

Agar tak lagi jatuh bulir air mata ini

Continue reading “Ketika Aku Tak Bisa Berjabat dengan Diriku”

Posted in Catatan Ku, Puisi

Lara

Ketika hati dihadapkan pada sebuah rasa yang pernah jauh terpendam di dalam,,,,,,,

Lalu membuncah tak terbendung,dan akhirnya harus karam,,,,,

Aku terpekur, bahasa apa yang harus ku pakai untuk ungkapkan asa,,,,

Kata demi kata ku rangkai, namun aku selalu gagu jadinya,,,,,,,,

Aku berlari, namun ia seperti berada di ujung dunia,,,,

Aku teriak, namun ia seperti tuli tak mendengar,,,,,,

Aku terisak, ia tak bergeming sedikit pun,,,,

Lalu dengan apa aku memberitakan semua lara & nestapa??

Ia seperti udara yang tak teraba,,,,

Ia seperti angin yang tak dapat terengkuh,,,,

Ia seperti rembulan,dan aku punguknya,,,,,,,,

Sehina itukah diri ini?hingga ia tak terjamah sama sekali?

Sebegitu jauhkah jarak antara kita?sehingga tak dapat ku tempuh sama sekali?

Sebegitu berbedakah kita?hingga tak ada bahasa yang mampu menyatukan kita?

Aku mengais,,,,

Aku menangis,,,

Aku dalam lara,,,,

Aku dalam hampa,,,,,

dan Ku berdiri di ujung pengharapan,,,,,

Namun angan makin jauh,,,,

Raga mu hilang di telan bayu,,,,

Aku masih ingin berjuang,tapi asa kian pupus,,,,

Aku masih ingin melangkah,tapi denyut kian terhenti,,,,

Lalu akankah kau pergi begitu saja?

Meninggalkan hati yang carut – marut ini?