Posted in Puisi

Aku & Secangkir Kopi

Hanya aku dan secangkir kopi
Ditemani lagu patah hati
Tapi tidak dengan air mata
Hanya senyum pahit

Sekitar ku seketika menghampa
Tak ku rasa hiruk pikuk
Tak ku lihat apapun
Hanya aku dan secangkir kopi

Sepi
Sendiri
Ini dimana?
Ahhh aku tak peduli

Posted with WordPress for BlackBerry.

Advertisements
Posted in Catatan Ku, Puisi

Aku, Imaji & Air Mata

Aku kembali menjumpai dunia khayal ku malam ini karena hati ku masih gundah. Semakin gundah. Lalu, jari – jari tangan ku kembali bercumbu dengan tuts keyboard. Tapi apa yang harus ku tulis? Cukup lama aku hanya menatap layar monitor. Lalu ku coba merangkai kata per kata. Ku tulis menjadi kalimat,yang mungkin entah, aku sendiri tak mengerti maknanya.

Aku bebaskan imaji ku melanglang buana. Entah, dia memilih ruang & waktu yang mana. Agak lama ketika akhirnya tersaji potongan-potongan gambar. Yang mulanya tanpa pola. Lalu perlahan, mulai tergambar jelas. Tentang warna. Tentang melodi. Tentang udara. Tentang senyum. Ah, iya. Aku ingat senyum itu. Senyum yang selalu ku rindu. Continue reading “Aku, Imaji & Air Mata”

Posted in Catatan Ku, Puisi

Aku Harus Menulis Malam Ini…..

Aku harus menulis malam ini,

Bukan hanya sekedar….

Sekedar mengisi waktu

Sekedar mengungkapkan isi hati

Atau sekedar memuaskan hasrat menulis

Ada sejuta gambar,lebih sepertinya dalam otakku di saat yang bersamaan

Gambar itu harus aku tuangkan dalam sebuah atau beberapa tulisan

Agar tidak sampai penat

Agar memberi sedikit ruang Continue reading “Aku Harus Menulis Malam Ini…..”

Posted in About My Job, Catatan Ku, de el el

Ada di Dunia Mana Saya Ini?

Jam nunjukin angka 13.52. Saya masih belum beranjak juga dari depan laptop. Hari apa ini?Oh…hari Kamis! Hari ini hari kamis,tapi pikiran saya udah lari-larian ke hari sabtu. Kenapa?karena saya bosan!

Bosan karena seharian ini ngga ada kerjaan?bukan. Udah biasa kalo itu mah. Tapi saya bosan karena terjebak dalam dunia yang membosankan. Hah, terkurung dalam kotak yang membuat saya pengap. Bukan. Bukan ruang kerja saya maksudnya. Ruang kerja saya sih,menurut saya adalah tempat paling nyaman di seantero Laboratorium ini. Kenapa?karena saya bebas melakukan apa saja & ini daerah kekuasaan saya. Saya merasa privasi saya ngga keganggu. Pun,ketika orang diluar sana ribut-ribut tentang ketebelece,atau entahlah,sesuka mereka aja mau ribut tentang apa,saya merasa nyaman sekali ada di ruangan saya. Walaupun kadang, AC-nya kerasa dingin banget,atau kadang agak keganggu sama bunyi cooling water dari alat ICP-AES saya. Tapi tetep lah,saya merasa nyaman disini.

Continue reading “Ada di Dunia Mana Saya Ini?”

Posted in Catatan Ku, Sejuta Buku Untuk Anak Indonesia

Kebersamaan di SeBUAI

Awalnya masih pada malu-malu karena baru kenal. Itupun karena aku ‘paksa’ untuk pada terlibat di kegiatan SeBUAI. Arief, yang emang udah sobat dari SD, tiap malem minggu aku tarik ke rumah buat nemenin bikin proposal,konsep kegiatan,tiap minggu anter jemput wara-wiri kegiatan SeBUAI. Pokoknya,kalo ada apa-apa ya Arief yang jadi tameng ku buat nganter kesana-kesini. Selain Arief,otak awal berdirinya SeBUAI juga ada Pa Harun yang ngebimbing & ngebuka jalan.

Pionir awal setelah arif & Pa harun, ada Mas Wahid, Anggri, sama Fai yang dipaksa sama Mama ku buat ikut kegiatan ini. Mereka bertiga itu anak buah Mama ku di kantor. Hehehe thnx a lot Mom 😉 . Terus ada Putri, yang ini mah soulmate ku. Dulu bareng-bareng sekolah di Bogor, terus satu kampus, dan sekarang satu tempat kerja ;-). Ada Ka Joko,temen kerja di kantor yang lama,yang aku paksa juga buat ikutan. Ada Nake,temen SMP yang tertarik ikut karena liat di FB. Ada dimas, yang dipaksa ikut karena Putri aku paksa ikut. Ada Edi & Lia yang ikutan di SeBUAI setelah ketemu di amprokan blogger. Kiki & Pita,yang ikut karena promosinya Arief. Ade kembar ku pun ngga lepas dari acara ‘pemaksaan’ ikut di SeBUAI. Amprokan di SeBUAI, awalnya ngga kenal siapa kamu,siapa dia. Ngobrol masih seperlunya. Bingung mau ngomongin apa. Yang ada cuma sekedar basa-basi aja. Continue reading “Kebersamaan di SeBUAI”

Posted in Catatan Ku

Memang Ngga Gampang

Lebih tepatnya sih postingan ini di kasih judul “Ady Lagi Curhat”. Tapi ngga lah,ntar dikira narsis (padahal emang iya…hehehe). Memang ngga gampang. Loh,apanya?Ya,memang ngga gampang ketika kita melakukan sesuatu yang melibatkan orang banyak. Dimana kita mesti bekerja secara Tim. Ketika kita diposisikan harus bisa meng-organize suatu hal,bahkan harus bisa meng-organize massa (baca: orang banyak).

Continue reading “Memang Ngga Gampang”

Posted in Catatan Ku, de el el

Dengan Hati

Baru sadar waktu lihat postingan terakhir di blog ku yang ternyata tertanggal 18 Maret 2010. Udah hampir 3 minggu aku ngga pernah nulis. Hmm,,,,bingung juga kenapa sampe aku ngga bisa posting apa-apa.

Kalo dibilang aku terlalu larut sibuk sama SeBUAI,iya….Aku terlaru larut dalam euphoria SeBUAI yang lagi moving faster,mungkin keasikan maen game di facebook,mungkin karena udah mulai disibukin sama kegiatan kuliah,bisa jadi karena atmosfer di kantor lagi ngga bagus,jadi ide buat nulis mandek,atau mungkin karena aku lagi merasakan ‘kesendirian’ yang tiba-tiba berasa banget. Continue reading “Dengan Hati”

Posted in Cerita Pendek

Me & My Adventurer

Herkommen

Coffee,Book & Art Shop di selatan Jakarta

Awal minggu di bulan Juni

Hujan turun ngga berhenti dari tadi siang. Sebagian orang mungkin udah setengah hati beraktivitas. Reifa tampak asik menekuni laptopnya. Sesekali dia nengok ke arah jendela sambil menghela nafas panjang. Kalo ngga ada kuliah atau jadwal siaran,Re –biasa dia di panggil- lebih seneng nongkrong di kafe yang juga merangkap toko buku dan galeri lukisan ini. Kafe yang emang menu andalannya kopi & sandwich itu salah satu cabang bisnis mamanya. Ga Cuma kopi sih, ada juga minuman & makanan lainnya. Sedangkan Book Shop itu murni usaha Reifa yang emang hobinya nulis & baca buku. Art gallery yang ngejual lukisan, hasil foto, dan berbagai macam karya seni itu milik kakak laki-lakinya, Erfan yang sekarang lagi training dari perusahaannya ke jepang. Tempat yang cukup luas itu juga dilengkapi Wi-Fi. Jadi bener-bener manjain pengunjung banget. Gara – gara usaha mamanya ini, Re jadi suka banget nge-coff (sebutan Re kalo lagi ngopi). Sampe-sampe dia tertarik buat nyari tau all about coffee. Kadang – kadang dia ngasih ide buat bikin resep mix coffee. Tempat ini emang baru buka 2 bulan. Tapi pengunjungnya lumayan banyak,dan udah ada juga pelanggan tetap. Mereka dateng buat meeting sama klien,sekedar nongkrong, menyendiri, kadang – kadang Cuma buat numpang nge-Wifi. Re suka banget merhatiin pengunjung disini. Ngga jarang dia suka turun langsung ngelayanin pengunjung dan ngobrol sama mereka.

”Mba Re,,,”

Re nengok ke arah kasir.

”ibu telfon…”

Re masuk buat ngangkat telfon ke ruangan office yang adanya di pojok. Continue reading “Me & My Adventurer”