Posted in Catatan Ku, Puisi

Sembunyi

Hati yang gundah

Jiwanya resah

Hanya terpaku dalam kelam

Meringkuk di ujung malam

***

Sudut matanya selalu basah air mata

Bibirnya tak lagi mampu mengucap kata Continue reading “Sembunyi”

Advertisements
Posted in Puisi

Ketika Aku Tak Bisa Berjabat dengan Diriku

Perasaan apa ini namanya

Seketika sepi, sunyi, dan kelabu

Ku tutup telinga ku agar terhindar dari kebisingan sekitar

Ku pejamkan mata agar tak ku lihat sandiwara di sekeliling

***

Ku hempaskan jauh segala penat

Ku rengkuh mimpi – mimpi yang terserak

Ku buat benteng pertahanan hati

Agar tak lagi jatuh bulir air mata ini

Continue reading “Ketika Aku Tak Bisa Berjabat dengan Diriku”

Posted in Catatan Ku, Puisi

Aku, Imaji & Air Mata

Aku kembali menjumpai dunia khayal ku malam ini karena hati ku masih gundah. Semakin gundah. Lalu, jari – jari tangan ku kembali bercumbu dengan tuts keyboard. Tapi apa yang harus ku tulis? Cukup lama aku hanya menatap layar monitor. Lalu ku coba merangkai kata per kata. Ku tulis menjadi kalimat,yang mungkin entah, aku sendiri tak mengerti maknanya.

Aku bebaskan imaji ku melanglang buana. Entah, dia memilih ruang & waktu yang mana. Agak lama ketika akhirnya tersaji potongan-potongan gambar. Yang mulanya tanpa pola. Lalu perlahan, mulai tergambar jelas. Tentang warna. Tentang melodi. Tentang udara. Tentang senyum. Ah, iya. Aku ingat senyum itu. Senyum yang selalu ku rindu. Continue reading “Aku, Imaji & Air Mata”

Posted in Catatan Ku, Puisi

Dan ketika angan tampak semakin kabur

Aku pernah membayangkan indah pelangi sehabis hujan,,,,
merasakan kehangatan dalam pesona romantisnya sang gerimis,,,,,
ku rasa firdaus sudah di depan mata,,,,
mimpi itu dalam genggaman,,,,

Ketika perlahan asa semakin pupus,,,,
sedih & tangis hadir tiada hapus,,,,
lalu kemana perginya aroma firdaus??

Dan aku semakin sepi,,,,
dalam rintih tangis,,,,
dalam dingin & pilu,,,,,

Hati & Jiwaku mengembara,,,,
Lepas,,,,
angan tentangnya semakin kabur,,,
kar’na ia semakin tak terengkuh,,,,

Kini,ku tatap miris pelangi sehabis hujan,,,,
ku tenggelam dalam tangis menyayat saat sang gerimis menyapa,,,,

Dan ketika angan tampak semakin kabur,
aku tahu,,,,bahwa dia selalu disini,,,,
di hati,,,,,

Posted in Puisi

Dalam Kesendirian

Mencoba memaknai kesendirian tanpa meratapi kepergiannya

Meresapi tiap langkah yang di ayun sendiri walau berat terasa

Menerjang badai sendirian

Mencari arti dalam kesendirian tanpa merasa kesepian

Dan menemukan makna arti kehilangan

Dalam sendiri ku merenung

Tentang Ke-Tuhanan,tentang cita,citra,dan cinta

Menemukan bahwa masih banyak ruang kosong dalam diri yang mesti lebih bisa di maknai

Tersentak bahwa masa ku ada batasnya

Tidak melulu tentang bisik cinta atau merdu rindu

Tidak hanya euphoria yang mengatasnamakan masa muda

Tidak juga foya-foya seakan hidup hanya hari ini

Dalam sendiri,

Ku temukan banyak hal yang bisa dilakukan

Tidak hanya soal bangkit dari kesedihan & menghapus air mata kehilangan

Bukan juga perkara seberapa popular di kalangan teman

Kesendirian terlalu berharga jika hanya untuk di bagi dengan hal yang hanya menyesakan ruang di dalam otak kita dengan spam message

Kesendirian begitu berharga ketika dapat memaknai dengan syukur & berbuat lebih

Dan,dalam kesendirian ku,akan ku temukan dunia baru yang akan mengisi hidup ku kelak