Posted in Cerita Pendek

Episode kidung .: Air Mata Kidung :.

Sabtu pagi itu Kidung urung berangkat ke butik. Dia asik duduk di balkon rumah sambil maskeran & dengerin musik. Dan ketenangan Kidung terusik dengan celoteh cempreng adiknya

“mba…ko ngga ke butik sih?” Kiran duduk di samping Kidung sambil sibuk mencomoti cemilan di piring

Kidung nengok & memelototi adiknya. Kiran yang sekarang duduk di kelas 5 itu malah nyengir

“ngga ah…lagi males….”

“huuuu bilang aja mau jalan-jalan sama mas harsya….”

“ih….sok tau deh kamyu…..aku ngga jalan-jalan ko….orang harsyanya juga lagi tugas ke luar kota…”

“yawda,kalo gitu mba iyung temenin kiran aja…”

“hee….apakah??” Kidung menatap adiknya yang beranjak besar. Ya, Kiran sekarang duduk di kelas 5. Sudah mulai besar. Dan kerasa juga udah 4 tahun setelah kepergian Mama & Papa. Orang selalu bilang kalau Kiran itu fotokopi Kidung karena mereka mirip banget,ngga ada yang dibuang. Cuma bedanya, Kiran itu super tomboy. Rambutnya memang panjang,itu pun hasil pemaksaan Kidung.

“aku kan ngga pernah ke bioskop mba….kemarin itu temen-temen ku pada cerita tentang film di bioskop…..”

“ih….centil ah….bisokop kan tempat anak gede tau…” Kidung memasang timun di matanya

“ihh…mba iyung mah…ngga gaul ah….kan tergantung juga kita nonton apa…aku kan mau nonton film kartun mba….astro boy….” Continue reading “Episode kidung .: Air Mata Kidung :.”

Advertisements
Posted in Cerita Pendek

Episode Kidung .: Senandung Cinta Kidung :.

Malam minggu ini Kidung terpaksa ninggalin Kiran di rumah sama pembantu karena Kidung ada acara reuni sama temen-temen SMP nya. Tadinya Kidung mau ajak Kiran,tapi Kirannya ngga mau ikut

“ngga ahh….isinya tante-tante sama om-om semua….”

Terang aja Kidung melotot.

“emang mba iyung kaya tante-tante apa??”

Kiran Cuma nyengir.

Jam 7 Kidung udah nyampe di depan Kafe tempat reuni. Ragu-ragu dia masuk. Tiba-tiba pundaknya di tepuk

“Kidung?”

Kidung bengong.

“Ini meri,,,,inget??”

Berpelukan lah dua sahabat itu. Sepanjang acara reuni,Kidung bisa melupakan sejenak rasa sedihnya. Dia bener-bener having fun sama temen-temennya. Lagi asik ngobrol bareng Meri & Indah…

“Yung,lo inget ga sih sama si Sandy?”

“sandy?” Kidung berusaha mengingat-ngingat

“iyaa….si Sandy mantan ketua OSIS….tadi dia nyariin lo….”

Kidung Cuma senyum-senyum.  Belum ada 5 menit mereka nyebut nama Sandy…

“hai ladies,,,,,”

Kidung terperangah menatap sosok cowo yang ada di depannya. Badannya atletis,dadanya bidang,face-nya cute abis

“haiii mantan ketua OSIS,ini nih yang dirimu cari-cari….” Meri sengaja nunjuk-nunjuk ke Kidung

“hai,,,dah lama ga ketemu,,,,apa kabar?” Sandy nyodorin tangannya. Kidung dengan tergagap menyambut uluran tangan Sandy. Tanpa di komando,Indah & Meri mengambil langkah seribu.

“oh iya,turut berduka cita ya atas meninggalnya Om sama Tante…”

“makasih….ngga kerasa,udah hampir 6 bulan mama sama papa ngga ada….”

“maaf ya aku ngga sempet pamit waktu kelulusan SMP….”

“iya ngga apa-apa….aku tau sebulan setelah kamu pergi…”

“aku….ngerasa ada yang belum tuntas antara kita…” Sandy menatap Kidung Continue reading “Episode Kidung .: Senandung Cinta Kidung :.”

Posted in Catatan Ku, Puisi

Dan ketika angan tampak semakin kabur

Aku pernah membayangkan indah pelangi sehabis hujan,,,,
merasakan kehangatan dalam pesona romantisnya sang gerimis,,,,,
ku rasa firdaus sudah di depan mata,,,,
mimpi itu dalam genggaman,,,,

Ketika perlahan asa semakin pupus,,,,
sedih & tangis hadir tiada hapus,,,,
lalu kemana perginya aroma firdaus??

Dan aku semakin sepi,,,,
dalam rintih tangis,,,,
dalam dingin & pilu,,,,,

Hati & Jiwaku mengembara,,,,
Lepas,,,,
angan tentangnya semakin kabur,,,
kar’na ia semakin tak terengkuh,,,,

Kini,ku tatap miris pelangi sehabis hujan,,,,
ku tenggelam dalam tangis menyayat saat sang gerimis menyapa,,,,

Dan ketika angan tampak semakin kabur,
aku tahu,,,,bahwa dia selalu disini,,,,
di hati,,,,,