Posted in Catatan Ku

Aku dan Dunia Ku

Secara ngga sengaja kepikiran hal-hal yang sebenernya udah beberapa kali dipikirin. Apalagi menjelang mau resign dari kantor akhir mei nanti.

Aku begitu menikmati duniaku sekarang. SeBUAI,kegiatan anak-anak,meeting,merencanakan usaha,belajar mengenal kepribadian,dan sebagainya.

Sebenernya ngga ada yang aneh sama apa yang aku lakuin. Cuma mungkin kalau dibandingin sama temen-temen seumur ku,ini terhitung telat.

Ya,sekarang disaat banyak teman-teman seumur ku sibuk mengejar karier,sibuk merencanakan masa depan sama pasangannya,bahkan beberapa sudah banyak yang menikah, aku malah tenggelam dalam dunia yang aku ciptakan sendiri.

Ngurus kegiatan ini itu,anak-anak,rumah belajar,naik gunung,berani bercita-cita keliling Indonesia buat bikin rumah belajar.

Banyak pihak yang mengingatkan. Bahwa,heiii you’re 23 years old & you’re a woman. So?? Ya banyak pihak mengingatkan untuk segera nyari pasangan & berumah tangga.

Sementara dulu,7 atau 8 tahun yang lalu ketika teman-teman seumuran ku sibuk sama kegiatan keorganisasian,naik gunung,ngerjain ini itu,aku lebih seneng jadi murid yg anteng-anteng aja. Sekolah,pulang ke rumah. Ah iyaaa….7-8 tahun lalu juga ketika teman-teman seumur ku asik bebas kesana kesini,aku justru punya pacar yang bikin aku ogah ngapa-ngapain.

Tuhan memang bekerja dengan ajaib. Aku menikmati itu semua. 7 atau 8 tahun lalu aku memilih dunia ku. Sampai nyaris menikah di usia muda. Tapi Tuhan lebih tau mana yang terbaik. Sekarang pun,aku menentang arus. Menikmati dunia ku.

Ah,Tuhan memang suka membuat surprise.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Advertisements
Posted in Artikel, Catatan Ku, Sejuta Buku Untuk Anak Indonesia

Apa Mereka Sudah Merdeka??

Kemerdekaan adalah:

  • (kata benda) saat di mana sebuah negara meraih hak kendali penuh atas seluruh wilayah bagian negaranya.
  • (kata benda) saat di mana seseorang mendapatkan hak untuk mengendalikan dirinya sendiri tanpa campur tangan orang lain dan atau tidak bergantung pada orang lain lagi.

Tapi apa iya kita sudah merdeka?

Coba tengok, masih ada yang harus mengais-ngais tempat sampah hanya untuk sekedar makan,masih ada juga yang hanya bisa merasakan makan 2 hari sekali,masih ada juga yang tidak bisa mendapat pendidikan yang layak.

Apa kita sudah merdeka?

Ketika anak – anak yang seharusnya masih merasakan nikmatnya bersekolah justru harus banting tulang di jalan, mengais diantara tumpukan sampah, mengharap rupiah demi menyambung hidup membantu orangtua, melupakan cita – cita mereka. Atau ketika mereka dikeluarkan dari sekolah karena tidak mampu membeli seragam, tidak mampu membeli buku, atau ketika ketahuan guru kalau mereka sedang mengamen demi mendapat tambahan penghasilan membantu orang tua. Continue reading “Apa Mereka Sudah Merdeka??”

Posted in Artikel, Catatan Ku, Sejuta Buku Untuk Anak Indonesia

Selamat Hari Anak Nasional

Yap! Aku memulai hari ini, 23 Juli 2010 dengan status di Facebook “Selamat Hari Anak Nasional untuk seluruh anak-anak di Indonesia…..Semoga hak-hak anak Indonesia dapat terpenuhi,terutama untuk Pendidikan, Kesejahteraan
& Kesehatan…..”.

Dibeberapa sudut kota atau bagian di Negara ini mungkin sedang merayakan Hari Anak Nasional dengan lomba – lomba di sekolah, pawai, atau apalah namanya. Bahkan pemerintah pun membuat sebuah acara peringatan Hari Anak Nasional. Tapi, jauh…jauh dari hiruk pikuk peringatan seremonial Hari Anak Nasional itu, coba ingat – ingat ketika dalam perjalanan di Bis, di lampu merah, atau di tempat – tempat umum. Masih banyak (sangat banyak malah) anak – anak yang membawa kecrekan untuk mengamen, membawa gitar kecil yang suara senarnya sudah ngga karuan & ditimpali dengan suara nyanyiannya yang ehem….ngga pas sama musiknya. Atau lihat, anak- anak batita yang digendong – gendong ibunya dari mobil ke mobil meminta sedikit belas kasihan para pengendara di lampu merah. Atau para batita yang terpaksa tidur di trotoar. Makan seadanya. Kepanasan. Debu. Dipaksa bekerja, atau terpaksa bekerja karena keadaan. Continue reading “Selamat Hari Anak Nasional”

Posted in Artikel, Catatan Ku, Sejuta Buku Untuk Anak Indonesia

Rekam Jejak SeBUAI

Perjalanan 3 bulan SeBUAI penuh cerita.  Apa yang dilakukan SeBUAI ternyata mendapat apresiasi bukan cuma dari temen-temen jalanan,temen-temen yang membantu SeBUAI,tapi juga dari media massa. Dalam hal ini, SeBUAi mengucapkan terima kasih kepada temen-temen wartawan dari Radar Bekasi yang sudah menjadi sahabat SeBUAI & beberapa kali memasukan SeBUAI dalam liputannya. Terima kasih juga kepada Republika yang sempat mengangkat tulisan mengenai perpustakaan SeBUAi di Gedung Juang. Ini beberapa berita tentang SeBUAI yang berhasil di rekam,beberapa lagi belum sempat di klipping.


Radar Bekasi edisi Senin, 22 Maret 2010 Continue reading “Rekam Jejak SeBUAI”