Posted in Catatan Ku, Love Story, Personal, Puisi

Lara Hati

Sekali ini saja, aku baru sadar. Apa kabar Hati?. Apa aku terlalu acuh, atau terlalu larut dalam euforia. Aku lupa. Sampai ketika ia merintih. Lirih dalam tangis. Terpojok dalam lara tanpa suara. Aku tersadar. Ada bagian yang terluka. Disini. Didalam hati. Hatiku.

Aku ingin bicara. Tapi rupanya kata per kata tak sampai. Ataukah kita terlalu beda dalam menterjemahkan isi hati dan pikiran?. Aku marah. Tapi tak bisa teriak.

Aku bimbang dalam diam mu. Diam mu yang membuat semua menjadi abu-abu. Apakah tempat ku masih di sisimu?.

Kita telah sama-sama melangkah. Kita telah sama-sama menetapkan tujuan. Haruskah kembali lagi ke awal?

Hatiku masih terus meraung. Menggedor-gedor jiwamu. Namun kau tetap dalam kesunyian. Air mata telah habis. Aku mulai lelah. Lelah menghadapi diam mu. Aku lelah dalam lirih. Aku nelangsa.

Aku abaikan hati kala cintamu mendekap. Aku serahkan separuh hati yang aku miliki, yang luka lamanya pun belum sembuh benar. Dan kini, aku tersadar ada luka baru disana. Hatiku kian menjerit. Ku dekap separuh hati ini. Aku tak rela ia tersakiti lagi.

Mengapa kau datang dengan cinta, jika kau hanya diam membisu?

Mengapa kau hanya diam, kala aku meronta dalam lara hati?

Advertisements
Posted in Catatan Ku

Dilarang Kangen!!

Dilarang Kangen!!

Perasaan kangen kadang datang,tanpa permisi,tanpa diminta. Tiba-tiba. Tanpa sadar,kadang-kadang justru kitalah yang membuat perasaan kangen itu datang. Terbawa perasaan. Menikmati kenangan lewat gambar-gambar atau tulisan, atau apapun yang mengingatkan kita terhadap sesuatu atau seseorang. Dan ketika sadar bahwa ngga seharusnya kita ngelakuin itu, perasaan kangen sudah lebih dulu mengisi memori otak kita.

Kenapa ngga boleh kangen?

Jelas ngga boleh kalau ternyata orang yang kita kangenin sudah punya kehidupan sendiri. Ngga boleh kangen juga kalau kita pun sudah punya kehidupan sendiri. Nanti malah bikin runyam. Ngga boleh kangen. Titik.

Jadi,supaya ngga kangen?

Jangan suka buka-buka foto,album,atau apapun yang berhubungan sama “orang terlarang” itu donk. Jangan sekali-kali. Kalau ngga sengaja?? Ya udah, jangan diterusin.

Ngga fair juga rasanya,ketika kita kangen,tapi orang yang dikangenin sama sekali ngga kangen,atau bahkan udah ngga inget sama kita,bahkan sama kenangan yang pernah tercipta.

Posted in Catatan Ku

End of January

Ngga kerasa. Udah akhir Januari. 31 hari pertama di 2012 terlewati. Saya merasa belum melakukan apa-apa. Atau sudah,tapi tidak terasa. Ahhh entahlah. Yang jelas, ada hal besar menanti setelah hari ini, hari terakhir di bulan Januari terlewati. Hal besar ini yang dari beberapa bulan lalu terus mengganggu pikiran saya.

Bukan soal kerjaan. Bukan soal kegiatan sosial. Bukan.

Ini soal hati. Huffftt. Begini rasanya ada di fase “perempuan dewasa” atau apalah menyebutnya. 23 tahun, menuju 24 tahun. Saya ngga tau apakah teman-teman seusia saya mengalami perasaan seperti ini juga. Yang jelas,saya stress.

Ngga pernah ada dalam bayangan saya ketika tiba-tiba ada seorang laki-laki dengan gamblangnya bilang “aku mau nikah sama kamu…kamu siapnya kapan?” . Whaaatt??? buat ku, itu sudah masa laluuu sekali. 3 tahun lalu bahkan hampir menikah setelah pacaran 8 tahun. Tapi Tuhan rupanya belum mengizinkan. 3 tahun saya berjuang menata hati. Memperbaiki hidup saya yang porak poranda. Tanpa hubungan dengan siapapun.

Dan saya belum kepikiran untuk “melangkah lebih jauh”. Tapi begitu hebatnya Rasa yang sedang Tuhan berikan pada saya. Dan, harus segera dieksekusi. Lelaki itu akan segera menghadap ayah & ibu saya. Meminta izin & restu. Itu yang bikin saya stress. Saya ngga tau ayah & ibu saya akan bereaksi seperti apa. Karena memang belum ada “sinyal lampu hijau” dari mereka.

Semoga Tuhan melancarkan & mempermudah segala sesuatunya. Saya ngga tau harus meminta apa sama Tuhan. Saya memasrahkan semuanya kepada Sang Maha Cinta. Tuhan sudah menyiapkan semua. Yang indah, disaat yang tepat.

End of January, ketika saya berani memutuskan sebuah hal besar dalam hidup saya.

Posted in Catatan Ku, Puisi

Percakapan Hati #Cemburu

Aku cemburu
Pada angin
Yang bisa begitu dekat menyentuhmu
Yang begitu bebas membelai tubuhmu

***

Aku cemburu
Pada rokok & asapnya
Yang begitu setia mendampingimu
Yang setiap saat selalu kau butuhkan

***

Aku cemburu
Pada kopi & cangkirnya
Yang selalu menyambutmu kala pagi
Yang mengahantarmu ke peraduan

***

Entah apa lagi yang ku cemburui
Karena aku tak bebas memelukmu
Tak leluasa membelaimu
Tak selalu di sisimu

***

Aku begitu cemburu
Cemburu karena hanya bisa terdiam
Hanya bisa menatap
Ketika Tuhan menghadirkan wanita lain

***

Aku yang tak berdaya
Terpojok di sudut ruang mu

Posted with WordPress for BlackBerry.

Posted in Catatan Ku, Puisi

Saatnya Aku Bicara

Lama aku mencoba mengumpulkan keberanian ‘tuk bicara

Bicara tentang gundah hati,bicara tentang rapuh jiwa

Kau selalu diam

Diam dalam senyummu

Diam dalam ketertutupanmu

Dan baru ku tahu,bahwa kau diam dalam segala kebohonganmu

+++

Aku tahu masih ada dia di hatimu

Aku sadar bahwa cintamu bukan untukku

Aku sadar,aku tahu…..tapi tidak sejak awal

Aku sadar ketika hatiku terlanjur mengukir namamu

Continue reading “Saatnya Aku Bicara”

Posted in Catatan Ku, Puisi

Aku Harus Menulis Malam Ini…..

Aku harus menulis malam ini,

Bukan hanya sekedar….

Sekedar mengisi waktu

Sekedar mengungkapkan isi hati

Atau sekedar memuaskan hasrat menulis

Ada sejuta gambar,lebih sepertinya dalam otakku di saat yang bersamaan

Gambar itu harus aku tuangkan dalam sebuah atau beberapa tulisan

Agar tidak sampai penat

Agar memberi sedikit ruang Continue reading “Aku Harus Menulis Malam Ini…..”

Posted in Cerita Pendek

Episode Kidung .: Senandung Cinta Kidung :.

Malam minggu ini Kidung terpaksa ninggalin Kiran di rumah sama pembantu karena Kidung ada acara reuni sama temen-temen SMP nya. Tadinya Kidung mau ajak Kiran,tapi Kirannya ngga mau ikut

“ngga ahh….isinya tante-tante sama om-om semua….”

Terang aja Kidung melotot.

“emang mba iyung kaya tante-tante apa??”

Kiran Cuma nyengir.

Jam 7 Kidung udah nyampe di depan Kafe tempat reuni. Ragu-ragu dia masuk. Tiba-tiba pundaknya di tepuk

“Kidung?”

Kidung bengong.

“Ini meri,,,,inget??”

Berpelukan lah dua sahabat itu. Sepanjang acara reuni,Kidung bisa melupakan sejenak rasa sedihnya. Dia bener-bener having fun sama temen-temennya. Lagi asik ngobrol bareng Meri & Indah…

“Yung,lo inget ga sih sama si Sandy?”

“sandy?” Kidung berusaha mengingat-ngingat

“iyaa….si Sandy mantan ketua OSIS….tadi dia nyariin lo….”

Kidung Cuma senyum-senyum.  Belum ada 5 menit mereka nyebut nama Sandy…

“hai ladies,,,,,”

Kidung terperangah menatap sosok cowo yang ada di depannya. Badannya atletis,dadanya bidang,face-nya cute abis

“haiii mantan ketua OSIS,ini nih yang dirimu cari-cari….” Meri sengaja nunjuk-nunjuk ke Kidung

“hai,,,dah lama ga ketemu,,,,apa kabar?” Sandy nyodorin tangannya. Kidung dengan tergagap menyambut uluran tangan Sandy. Tanpa di komando,Indah & Meri mengambil langkah seribu.

“oh iya,turut berduka cita ya atas meninggalnya Om sama Tante…”

“makasih….ngga kerasa,udah hampir 6 bulan mama sama papa ngga ada….”

“maaf ya aku ngga sempet pamit waktu kelulusan SMP….”

“iya ngga apa-apa….aku tau sebulan setelah kamu pergi…”

“aku….ngerasa ada yang belum tuntas antara kita…” Sandy menatap Kidung Continue reading “Episode Kidung .: Senandung Cinta Kidung :.”