Posted in Catatan Ku, Love Story

There is always a FIRST TIME

gloomy

 

 

 

 

 

 

 

Ya.

There is always a first time.

Selalu ada pertama kalinya. Apapun itu.

Ada pertama kali ketika tiba didunia setelah 9 bulan dalam rahim Ibu.

Ada pertama kali ketika menangis, belajar duduk, merangkak, berdiri, berjalan, berlari, bicara, bernyanyi.

Ada pertama kali ketika merasa jatuh cinta. Entah pada orang yang tepat atau tidak.

Ada pertama kali ketika patah hati.

Ada pertama kali ketika perasaan cinta tidak berbalas.

Ada pertama kali ketika cinta tidak direstui. 

Ada pertama kali mucul perasaan tidak nyaman ketika ditanya “kapan menikah?”

Ada pertama kali timbul iri hati melihat orang lain bahagia dengan pasangan dan kehidupannya.

Ada pertama kali perasaan sedih dan putus asa ketika tak juga dipertemukan dengan jodoh. Atau tak jua direstui.

Ada pertama kali rasa ingin menyerah pada keadaan.

Ada pertama kali merasa sudah tidak ada keinginan apapun.

Ada pertama kali…..pertama kali mungkin menjadi yang terakhir.

Entahlah.

Advertisements
Posted in Catatan Ku, Love Story, Personal, Puisi

Untold

 

 

Merasa butuh bicara
Tapi tak tahu mau bicara apa
Terlalu banyak mungkin

Merasa kesepian
Tapi ditengah keramaian
Hati hampa sepertinya

Aku tertawa
Tapi perlahan air mata jatuh
Kebahagiaan dalam tangis
Atau
Tangis dalam tawa

Begitu dekat
Tapi terasa jauh

Ku dekap
Hanya tubuhnya
Bukan hatinya

Ku cumbui
Bibirnya
Tidak dengan jiwanya

Ku genggam tangannya
Asanya mengembara

Aku tak bisa bicara
Luluh oleh senyumnya

Maka aku menulis
Karena lidah ku kelu


***
Posted from WordPress for Android

Posted in Catatan Ku, Puisi

Percakapan Hati #Selamat Tinggal

Tanpa harus terucap
Aku tahu
Ini saatnya
Ketika hati harus rela tak terengkuh

***

Aku tak lagi mampu
Mengarahkan jalanmu tertuju padaku
Tak akan lagi
Senyum itu untukku

***

Dan sampai pada ketika
Hatimu tertambat yang lain
Dirimu terengkuh olehnya
Cinta,bukan untukku

***

Selamat tinggal
Tanpa airmata
Tanpa suara
Hanya perih

Posted with WordPress for BlackBerry.

Posted in Cerita Pendek

Episode Kidung .: Kidung Sedih :.

Kidung masih menggeliat dalam selimut. Matanya setengah terpejam. Seperti biasa,ia menggapai-gapai tangannya di sela-sela bantal mencari benda berharganya,Handphone! Sambil masih setengah terpejam,dia melihat jam & nyaris mencari nama Ardi di phonebooknya. Tapi ia langsung terduduk & tersadar,kalo dia ngga akan pernah lagi ngehubungin Ardi. Kidung duduk bersandar di tempat tidurnya. Matanya menerawang. Perlahan air matanya turun.

“mbaa,,,,mba iyuuung,,,,,”

Kidung menghapus air matanya. Adik bungsunya yang masih berumur 6 tahun & baru aja masuk SD sudah menunggu di depan pintu,minta diantar ke sekolah.

Kidung membuka pintu dan segera mencium adik kecilnya yang menggemaskan itu.

“iihhh ngga mauuu,,,mba iyung bauu,,,blom mandi” Kiran menjauh dari Kidung,tapi si kecil itu kalah cepat dengan kakaknya. Sambil menggendong Kiran,Kidung turun ke meja makan. Disana udah ada Mas Banyu & istrinya,Mba Aya. Kakak tertua kidung ini baru menikah 3 minggu yang lalu. Jadi rumah mereka bertambah ramai. Walaupun tanpa kehadiran Mama & Papa yang lebih dulu di panggil Tuhan,3 minggu yang lalu. Continue reading “Episode Kidung .: Kidung Sedih :.”

Posted in Cerita Pendek

Me & My Adventurer

Herkommen

Coffee,Book & Art Shop di selatan Jakarta

Awal minggu di bulan Juni

Hujan turun ngga berhenti dari tadi siang. Sebagian orang mungkin udah setengah hati beraktivitas. Reifa tampak asik menekuni laptopnya. Sesekali dia nengok ke arah jendela sambil menghela nafas panjang. Kalo ngga ada kuliah atau jadwal siaran,Re –biasa dia di panggil- lebih seneng nongkrong di kafe yang juga merangkap toko buku dan galeri lukisan ini. Kafe yang emang menu andalannya kopi & sandwich itu salah satu cabang bisnis mamanya. Ga Cuma kopi sih, ada juga minuman & makanan lainnya. Sedangkan Book Shop itu murni usaha Reifa yang emang hobinya nulis & baca buku. Art gallery yang ngejual lukisan, hasil foto, dan berbagai macam karya seni itu milik kakak laki-lakinya, Erfan yang sekarang lagi training dari perusahaannya ke jepang. Tempat yang cukup luas itu juga dilengkapi Wi-Fi. Jadi bener-bener manjain pengunjung banget. Gara – gara usaha mamanya ini, Re jadi suka banget nge-coff (sebutan Re kalo lagi ngopi). Sampe-sampe dia tertarik buat nyari tau all about coffee. Kadang – kadang dia ngasih ide buat bikin resep mix coffee. Tempat ini emang baru buka 2 bulan. Tapi pengunjungnya lumayan banyak,dan udah ada juga pelanggan tetap. Mereka dateng buat meeting sama klien,sekedar nongkrong, menyendiri, kadang – kadang Cuma buat numpang nge-Wifi. Re suka banget merhatiin pengunjung disini. Ngga jarang dia suka turun langsung ngelayanin pengunjung dan ngobrol sama mereka.

”Mba Re,,,”

Re nengok ke arah kasir.

”ibu telfon…”

Re masuk buat ngangkat telfon ke ruangan office yang adanya di pojok. Continue reading “Me & My Adventurer”