Posted in Catatan Ku, Love Story, Personal

Apapun, Kamu….

 

2265178329_9c46dbbd53

 

 

Setiap Cerita punya keunikan tersendiri.
Setiap Cerita juga memberikan banyak pelajaran bagi yang menjalani.

Susah, senang, bahagia, tangis. Pertemuan, perpisahan. Kesetiaan, Perselingkuhan.

Apapun, wajib disyukuri. Jika indah pada akhirnya, dijagalah, karena Tuhan sudah memberikan nikmat Cinta yang Maha Dahsyat. Jika tidak indah pada akhirnya, bersyukurlah, setidaknya Tuhan sudah pernah memberikan Cinta.

Apapun kisahku, aku tau, kamu hadir untuk melengkapinya.

Advertisements
Posted in Catatan Ku, Puisi

Percakapan Hati #Selamat Tinggal

Tanpa harus terucap
Aku tahu
Ini saatnya
Ketika hati harus rela tak terengkuh

***

Aku tak lagi mampu
Mengarahkan jalanmu tertuju padaku
Tak akan lagi
Senyum itu untukku

***

Dan sampai pada ketika
Hatimu tertambat yang lain
Dirimu terengkuh olehnya
Cinta,bukan untukku

***

Selamat tinggal
Tanpa airmata
Tanpa suara
Hanya perih

Posted with WordPress for BlackBerry.

Posted in Catatan Ku

.: Tengkyu My Crews :.

Ceritanya udah lama ngga kumpul bareng SeBUAI’s crew karena kesibukan masing – masing. Komunikasi biasanya lewat dunia maya. Kalo ngga YM, ya nge-wall di FB. Karena kebetulan mau ada event dalam waktu dekat ini, hari Minggu kemaren aku invite mereka buat kumpul. Awalnya sih ngga ada rencana buat ngomongin event, tapi emang pengen kumpul aja sama mereka. I need them to talk & sharing karena lagi ngerasa feeling sad after broke up (halaaahh curhaaattt….).

So, akhirnya mulailah meng-invite Arif, Nake, Putri & Dimas (ini nyebutnya harus sepaket) & Mas Wahid. Sebenernya ini masih kurang, tapi mungkin yang lainnya pada berhalangan hadir kali ya. Pilihannya adalah nonton, karaoke, atau makan. Dan berdasarkan rekomendasi Nake, pilihan jatuh pada acara makan di Solaria Sky Dining (itu loh Solaria yang diatas JCO, Giant Bekasi ^^). Rencana kumpul sih jam setengah 6. Karena jam 5-nya aku sama Arif harus ketemu Pa Harun buat koordinasi event bareng Alfamart yang katanya mau dibikin gede-gedean. Continue reading “.: Tengkyu My Crews :.”

Posted in Cerita Pendek

Episode Kidung .: Kidung Sedih :.

Kidung masih menggeliat dalam selimut. Matanya setengah terpejam. Seperti biasa,ia menggapai-gapai tangannya di sela-sela bantal mencari benda berharganya,Handphone! Sambil masih setengah terpejam,dia melihat jam & nyaris mencari nama Ardi di phonebooknya. Tapi ia langsung terduduk & tersadar,kalo dia ngga akan pernah lagi ngehubungin Ardi. Kidung duduk bersandar di tempat tidurnya. Matanya menerawang. Perlahan air matanya turun.

“mbaa,,,,mba iyuuung,,,,,”

Kidung menghapus air matanya. Adik bungsunya yang masih berumur 6 tahun & baru aja masuk SD sudah menunggu di depan pintu,minta diantar ke sekolah.

Kidung membuka pintu dan segera mencium adik kecilnya yang menggemaskan itu.

“iihhh ngga mauuu,,,mba iyung bauu,,,blom mandi” Kiran menjauh dari Kidung,tapi si kecil itu kalah cepat dengan kakaknya. Sambil menggendong Kiran,Kidung turun ke meja makan. Disana udah ada Mas Banyu & istrinya,Mba Aya. Kakak tertua kidung ini baru menikah 3 minggu yang lalu. Jadi rumah mereka bertambah ramai. Walaupun tanpa kehadiran Mama & Papa yang lebih dulu di panggil Tuhan,3 minggu yang lalu. Continue reading “Episode Kidung .: Kidung Sedih :.”

Posted in Catatan Ku, Puisi

Dan ketika angan tampak semakin kabur

Aku pernah membayangkan indah pelangi sehabis hujan,,,,
merasakan kehangatan dalam pesona romantisnya sang gerimis,,,,,
ku rasa firdaus sudah di depan mata,,,,
mimpi itu dalam genggaman,,,,

Ketika perlahan asa semakin pupus,,,,
sedih & tangis hadir tiada hapus,,,,
lalu kemana perginya aroma firdaus??

Dan aku semakin sepi,,,,
dalam rintih tangis,,,,
dalam dingin & pilu,,,,,

Hati & Jiwaku mengembara,,,,
Lepas,,,,
angan tentangnya semakin kabur,,,
kar’na ia semakin tak terengkuh,,,,

Kini,ku tatap miris pelangi sehabis hujan,,,,
ku tenggelam dalam tangis menyayat saat sang gerimis menyapa,,,,

Dan ketika angan tampak semakin kabur,
aku tahu,,,,bahwa dia selalu disini,,,,
di hati,,,,,

Posted in Catatan Ku, Puisi

Lara

Ketika hati dihadapkan pada sebuah rasa yang pernah jauh terpendam di dalam,,,,,,,

Lalu membuncah tak terbendung,dan akhirnya harus karam,,,,,

Aku terpekur, bahasa apa yang harus ku pakai untuk ungkapkan asa,,,,

Kata demi kata ku rangkai, namun aku selalu gagu jadinya,,,,,,,,

Aku berlari, namun ia seperti berada di ujung dunia,,,,

Aku teriak, namun ia seperti tuli tak mendengar,,,,,,

Aku terisak, ia tak bergeming sedikit pun,,,,

Lalu dengan apa aku memberitakan semua lara & nestapa??

Ia seperti udara yang tak teraba,,,,

Ia seperti angin yang tak dapat terengkuh,,,,

Ia seperti rembulan,dan aku punguknya,,,,,,,,

Sehina itukah diri ini?hingga ia tak terjamah sama sekali?

Sebegitu jauhkah jarak antara kita?sehingga tak dapat ku tempuh sama sekali?

Sebegitu berbedakah kita?hingga tak ada bahasa yang mampu menyatukan kita?

Aku mengais,,,,

Aku menangis,,,

Aku dalam lara,,,,

Aku dalam hampa,,,,,

dan Ku berdiri di ujung pengharapan,,,,,

Namun angan makin jauh,,,,

Raga mu hilang di telan bayu,,,,

Aku masih ingin berjuang,tapi asa kian pupus,,,,

Aku masih ingin melangkah,tapi denyut kian terhenti,,,,

Lalu akankah kau pergi begitu saja?

Meninggalkan hati yang carut – marut ini?

Posted in Cerita Pendek

Me & My Adventurer

Herkommen

Coffee,Book & Art Shop di selatan Jakarta

Awal minggu di bulan Juni

Hujan turun ngga berhenti dari tadi siang. Sebagian orang mungkin udah setengah hati beraktivitas. Reifa tampak asik menekuni laptopnya. Sesekali dia nengok ke arah jendela sambil menghela nafas panjang. Kalo ngga ada kuliah atau jadwal siaran,Re –biasa dia di panggil- lebih seneng nongkrong di kafe yang juga merangkap toko buku dan galeri lukisan ini. Kafe yang emang menu andalannya kopi & sandwich itu salah satu cabang bisnis mamanya. Ga Cuma kopi sih, ada juga minuman & makanan lainnya. Sedangkan Book Shop itu murni usaha Reifa yang emang hobinya nulis & baca buku. Art gallery yang ngejual lukisan, hasil foto, dan berbagai macam karya seni itu milik kakak laki-lakinya, Erfan yang sekarang lagi training dari perusahaannya ke jepang. Tempat yang cukup luas itu juga dilengkapi Wi-Fi. Jadi bener-bener manjain pengunjung banget. Gara – gara usaha mamanya ini, Re jadi suka banget nge-coff (sebutan Re kalo lagi ngopi). Sampe-sampe dia tertarik buat nyari tau all about coffee. Kadang – kadang dia ngasih ide buat bikin resep mix coffee. Tempat ini emang baru buka 2 bulan. Tapi pengunjungnya lumayan banyak,dan udah ada juga pelanggan tetap. Mereka dateng buat meeting sama klien,sekedar nongkrong, menyendiri, kadang – kadang Cuma buat numpang nge-Wifi. Re suka banget merhatiin pengunjung disini. Ngga jarang dia suka turun langsung ngelayanin pengunjung dan ngobrol sama mereka.

”Mba Re,,,”

Re nengok ke arah kasir.

”ibu telfon…”

Re masuk buat ngangkat telfon ke ruangan office yang adanya di pojok. Continue reading “Me & My Adventurer”